Sumber Permusuhan Aremania vs Bonek (Others Version)

Belum habis rasa penasaran ayas atas posting ayas sebelumnya yang berjudul sumber permusuhan Aremania vs Bonek  yang mengulas tentang segala sesuatu yang menyebabkan perseteruan antara dua kelompok supporter terbesar di Indonesia, yaitu antara Aremania dengan Bonek. Setiap kali ayas buka internet, sudah dapat ayas pastikan dalam satu tab terpisah, ayas pasti membuka Mr Google yang sangat lengkap pengetahuannya tentang apapun. Dalam tab tersebut, ayas mengetikkan judul2 yang sekiranya bisa ayas pakai untuk mencari file2, artikel2, posting2 yang berbau dan memuat tentang Aremania vs Bonek.

Memang ayas ini tergolong agak bagus rejekinya, sehingga  ada aja posting2 yang ayas temui yang memuat tentang Aremania vs Bonek. Saat ini ayas sedang membuka salah satu posting yang judulnya plek sama dengan judul posting ayas, tapi ditambahi dengan istilah2 lainnya dalam judulnya. Blog bernama cak-faris.blogspot.com memuat judul Sepakbola, Kapitalisme, dan Konflik Sosial: Sejarah Perseteruan Aremania dan Bonek. Karena penasaran ayas mencoba untuk membukanya, ternyata puanjang sekali isinya. Tapi demi memuaskan rasa penasaran ayas ayas membukanya. Materinya buagus ternyata, ayas membacanya……..(sek tak moco yoooo……..) setelah beberapa lama tik tok tik tok tik tok…….(bunyi jam), akhirnya belum selesai ayas mbaca, ayas mikir, mending tak bagi2 ae nang nawak2 pembaca lainnya lewat blog ayas.

Ok, setelah ayas semedi dan berdo’a untuk memohon petunjuk (jare arek2 lebay…..), ayas tekadkan untuk memuatnya ulang disini. Monggo disimak :

Pendahuluan

Hari ini persepakbolaan nasional sudah mulai menapak maju, dimana setiap klub sepakbola yang ada dibawah naungan PSSI (Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia) dibina untuk lebih profesional. Bentuk profesionalitas itu oleh PSSI dituangkan dalam format baru Liga Indonesia, dimana sejak tahun 1994 kompetisi yang sebelumnya terbagi dua disatukan dalam konsep Liga Indonesa dengan kasta tertinggi terletak pada Divisi Utama. Setelah berganti-ganti konsep dan format kompetisi, akhirnya pada tahun 2008 Divisi Utama Liga Indonesia berubah menjadi Indonesian Super League. Proses pembinaan kompetisi beserta klub-klub yang ada didalamnya diharapkan mampu membuat iklim sepakbola di Indonesia menjadi lebih modern dan mampu menelurkan bibit-bibit baru pemain asli Indonesia yang lebih berkualitas.

Kemajuan persepakbolaan nasional tentu harus diikuti oleh komunitas suporter yang menjadi basis pendukung sebuah klub sepakbola. Karena adalah sebuah omong kosong apabila sebuah klub sepakbola itu mampu bertahan tanpa dukungan suporter yang ada dibelakangnya. Tetapi sayangnya sudah menjadi rahasia umum bahwasanya persepakbolaan Indonesia dikenal akan kerusuhan dan permainan yang menjurus kasar. Kerusuhan demi kerusuhan, entah itu akibat ketidakdewasaan suporter atau provokasi ofisial pertandingan kepada suporter menjadi cerita lama dalam dunia persepakbolaan Indonesia. Konflik Jakarta-Bandung, Semarang-Jepara, Jogja-Solo, dan Malang-Surabaya menjadi cerita pasti mengenai aroma panas dalam konflik suporter di Indonesia.

Belum dewasanya suporter di Indonesia tentu menjadi penghambat bagi pengembangan profesionalitas klub-klub di Indonesia. Aksi anarkis yang dilakukan oleh oknum suporter menjadi salah satu faktor lambatnya pengembangan profesionalitas klub Indonesia. Belajar dari kasus rasisme Aremania beberapa saat yang lalu tentu menjadi sebuah pelajaran berharga bagi seluruh elemen suporter yang ada. Kerugian sebesar hampir 1 miliar rupiah bagi Arema tentu menjadi sebuah permasalahan tersendiri. Arema yang merupakan klub profesional tanpa dukungan dana APBD tentu kesulitan membayar gaji pemain dan lainnya. Padahal skala permasalahan baru sekitar denda dan hukuman, belum pada level anarkisme tingkat tinggi seperti perusakan stadion dan beberapa fasilitas, kerusuhan antar-suporter, hingga aksi-aksi kejahatan yang melibatkan komunitas suporter.

Salah satu pertarungan suporter yang paling sering disorot oleh media massa adalah rivalitas Aremania dan Bonek. Dua elemen suporter dari Arema Indonesia  dan Persebaya Surabaya ini memiliki tensi rivalitas yang sangat tinggi, dimana perseteruan antar kedua elemen suporter ini tak jarang berakhir dengan bentrokan, kerusuhan, kerusakan material, hingga jatuhnya korban jiwa. Ekspresi saling benci keduanya juga tertumpah ketika mendukung kesebelasan masing-masing, walaupun yang dihadapi adalah tim sepakbola selain Arema Indonesia atau Persebaya Surabaya.

Konflik Aremania melawan Bonek sudah menjadi cerita lama dalam diskusi antar-suporter di Indonesia. Pertarungan yang sudah mendarah-daging dalam kedua elemen suporter tersebut menjadi bumbu pedas dalam forum antar-suporter. Walaupun belum ada yang pernah memfilmkannya layaknya film Romeo-Juliet, tetapi aroma panas selalu terasa dalam kehidupan sehari-hari warga Malang dan Surabaya. Tidak jarang ditemui di rumah seorang Aremania segala atribut Bonek menjadi kain lap, sementara di Surabaya segala atribut Aremania menjadi keset.

Aroma panas kedua elemen ini tentu menarik untuk dikaji dan diteliti lebih lanjut, karena sifat persaingannya yang begitu kental dan sudah mendarah-daging. Belum lagi pembentukan iklim sepakbola Indonesia ke arah modern tentu harus mewaspadai satu hal yang kini masih menjadi kontroversi: industri sepakbola. Modernisasi sepakbola secara tidak langsung membawa dunia sepakbola ke arah industri, dimana pada akhirnya kapital juga ikut bermain dalam menentukan suasana dan atmosfir sebuah pertandingan. Bukan tidak mungkin beberapa peristiwa yang berkaitan dengan sepakbola Indonesia hari ini berkaitan erat dengan suasana pasar ekonomi.

Selain dari perspektif industri sepakbola, tentu konflik-konflik yang timbul juga tidak luput dari permasalah sosial dan budaya dalam sebuah masyarakat. Masalah hegemoni dan pengakuan akan ‘the one and the best’ juga menjadi salah satu permasalah konflik suporter Indonesia. Persoalan chauvinisme dan fanatisme dalam sebuah masyarkat juga tidak dapat dihilangkan sebagai faktor-faktor pemicu konflik. Belum lagi soal dendam yang berasal dari peristiwa yang terjadi sebelumnya. Begitu banyak permasalahan yang timbul dalam masyarakat sehingga terbawa dalam kancah sepakbola membuat stadion masih belum menjadi tempat yang nyaman dalam menikmati pertandingan sepakbola.

Dengan mempelajari proses historis perseteruan kedua kelompok suporter ini diharapkan adanya pembelajaran serta solusi agar konflik-konflik yang terbangun menjadi sportif dan tidak anarkis. Pengkajian akan sebuah konflik dengan memandang dari perspektif sosiologi –dimana masyarakat dan kondisi kultural akan menjadi objek yang dikaji– diharapkan akan timbul sebuah mediasi entah itu berupa negoisasi atau yang lainnya. Dengan begitu posisi suporter sebagai sebuah pendukung klub akan terjadi hubungan timbal balik dengan klub yang didukung. Selain itu diharapkan pula perdamaian antar-suporter sepakbola yang ada di Indonesia dapat terjadi.

Sejarah Aremania dan Rivalitas dengan Bonek

Tahun 1988 lahirlah Yayasan Arema Fans Club (AFC) yang didirikan oleh Ir. Lucky Acub Zaenal. Yayasan ini hadir sebagai basis kelompok suporter dari Yayasan PS Arema yang didirikan setahun sebelumnya. Tahun pertama AFC berdiri dipimpin oleh Ir. Lucky Acub Zaenal dengan 13 korwil  (koordinator wilayah) yang ada dibawahnya. Keberadaan AFC yang begitu formal dan eksklusif membuat kalangan suporter yang berasal dari kelas bawah tidak mampu menjangkau organisasi tersebut. AFC sendiri pada akhirnya belum mampu menciptakan kerukunan antar-suporter di Malang, sehingga harus dibubarkan pada tahun 1994.

Kondisi chaos dalam kota, dimana sering terjadi perselisihan antar-geng yang berlanjut ke dalam stadion membuat kota Malang menjadi sepi di kala Arema bertanding. Banyak toko-toko dan warung-warung tutup, bahkan hingga mengunci pintu dan jendela. Beberapa narasumber bahkan menceritakan bahwa ketika itu seorang suporter membawa batu, pentungan, dan golok adalah hal biasa . AFC yang belum mampu menyatukan elemen-elemen suporter yang ada di Malang akhirnya membubarkan diri. Menjelang bubarnya AFC, beberapa suporter sepakbola Malang berkumpul dan mendiskusikan mengenai Aremania. Beberapa nama seperti Handoko, Yuli Sumpil, Ovan Tobing, Leo Kailola, dan Lucky Acub Zaenal yang merupakan pentolan dari beberapa kelompok suporter PS Arema di Malang berkumpul dan mengambil keputusan bahwa Aremania didirikan dalam sebuah organisasi non-formal (tanpa bentuk) tetapi terus menjaga persatuan dan sportivitas. Sehingga sejak saat itu tidak ada ketua resmi dari Aremania.

Ketiadaan ketua bukan berarti menimbul perpecahan dalam Aremania. Kultur masyarakat Malang yang egaliter membangun kebersamaan dalam ketiadaan struktur organisasi tersebut. Prinsip “sama rata, sama rasa, satu jiwa” yang dimiliki oleh warga Malang menjadikan Aremania menjadi kelompok suporter yang memiliki kekompakan dan persatuan yang kuat. Rasa egaliter pula yang membuat Aremania kompak dan mudah dikendalikan oleh Yuli dan Kepet, dirigen Aremania saat ini.

Titik balik Aremania terjadi pada tahun 1993, pasca PS Arema menjuarai kompetisi Galatama PSSI. PS Arema yang pada tahun-tahun sebelumnya belum memiliki begitu banyak pendukung, mendapatkan perpindahan pendukung begitu banyak dari Ngalamania. Kedewasaan arek Malang akan dampak negatif dari anarkisme membawa dampak positif bagi perjalanan Aremania selanjutnya. Aremania lalu mempelopori untuk selalu hadir mengawal pertandingan Arema di kandang lawan. Dimulai dari Cimahi pada tanggal 31 Mei 1995, Aremania selalu mengikuti kemanapun Arema pergi dan mendukung sembari menularkan virus suporter damai kepada elemen-elemen suporter lawan.

Bulan Mei 1996 Aremania berani untuk melakukan lawatan ke stadion ‘musuh abadi’ untuk mendukung Arema dan menularkan virus perdamaian ke Bonek yang menjadi elemen suporter Persebaya. Aremania datang dengan pengawalan dari DANDIM Kota Malang pada pertandingan yang disaksikan oleh para petinggi PSSI dan gubernur Jawa Timur, dimana mereka menunjukkan eksistensi perdamaian yang dibawanya. Stadion Tambaksari yang dikenal ‘biadab’ karena jarangnya suporter lawan yang berani memasuki stadion tersebut akibat tekanan, intimidasi, kerusuhan, dan provokasi Bonek menjadi saksi eksistensi Aremania .

Rivalitas Malang Surabaya

Berbicara masalah persaingan dan rivalitas dua elemen suporter di Jawa Timur ini, maka kita tidak dapat mengesampingkan sejarah dan kultur sosial masyarakat masing-masing kota. Malang yang secara demografis adalah sebuah kota yang ada di pinggiran gunung, dimana pembangunan-pembangunan yang dilakukan sejak pemerintahan kolonial Hindia Belanda hingga zaman Orde Baru membawa kemajuan yang sangat pesat bagi kota ini. Kemajuan yang membuat masyarakatnya merasa mampu untuk menyaingi kota metropolitin sekelas Surabaya. Surabaya yang selalu dianggap ‘number one’ dalam berbagai kondisi membuat masyarakat Malang tidak terima dan menganggap arek Suroboyo adalah saingan utama mereka. Dalam tataran propinsi misalnya, dimana Malang merupakan kota kedua setelah Surabaya. Hal ini memicu kecemburuan sosial yang sangat tinggi oleh arek Malang terhadap arek Suroboyo .

Kondisi ‘tidak mau kalah’ ini membuat suhu konflik Malang-Surabaya begitu panas. Begitu juga dengan sepakbola, dimana suporter asal Malang selalu berusaha menyaingi suporter asal Surabaya. Arek Suroboyo sudah lama memiliki sifat bondho nekat, dimana pernah mereka aplikasikan dalam upaya melawan tentara sekutu dalam pertempuran 10 November 1945. Sifat bondho nekat yang masih menjadi kultur masyarakat Surabaya modern juga terbawa dalam sepakbola. Pada akhirnya, bondho nekat ini menjadikan suporter Surabaya saat itu terkesan brutal dan anarkis, seperti halnya Hooligans di daratan Eropa.

John Psipolatis pernah menyinggung akan perbedaan ‘suporter brutal’ dan ‘hooligan’ dalam kajiannya tentang sepakbola Indonesia. Ia menyatakan bahwa untuk di Indonesia lebih sesuai dengan sebutan ‘suporter brutal’, karena mereka datang ke stadion untuk menikmati pertandingan dan sesudahnya membuat onar. Sementara ‘hooligan’ belum pantas disandang oleh suporter di Indonesia karena Hooligan datang dengan niat untuk membuat kerusuhan tanpa menikmati pertandingan sepakbola.

Konflik dalam hal sepakbola dimulai sejak tahun 1967, dimana terjadi kerusuhan dalam pertandingan Liga Perserikatan antara Persebaya Surabaya melawan Persema Malang di Surabaya. Kondisi ini dibalas oleh arek-arek Malang dalam pertandingan Persema Malang melawan Persebaya Surabaya di Malang. Akhirnya, konflik suporter yang merupakan pertarungan geng Malang-Surabaya ini terus berlanjut pada tahun 70’an. Periode 80’an menjadi puncak ketegangan antara Bonek dan Ngalamania, dimana tahun 1984 terjadi ‘Perang Badar’ antara Ngalamania dengan Bonek. Peperangan yang terjadi antara Arek Malang dan Arek Suroboyo itu membuat Presiden Soeharto kala itu menyikapinya dengan ucapan “kalau sepakbola membuat persatuan hancur, lebih baik tidak usah”.

Rivalitas Bonek – Aremania

Berdirinya Armada 86 hingga berevolusi menjadi PS Arema pada tahun 1987 membuat konflik semakin memanas. Dalam kompetisi Perserikatan, Persema dan Persebaya sudah memanaskan suhu konflik antar-suporter di Jawa Timur. Dengan hadirnya Arema yang mengikuti kompetisi Galatama, suhu itu kian memanas dengan rivalitas Arema dan Niac Mitra Surabaya. Semifinal Galatama tahun 1992 yang mempertandingkan PS Arema Malang melawan PS Semen Padang di stadion Tambaksari Surabaya menghadirkan awalan baru sejarah konflik Aremania-Bonek. Arek Malang (saat itu belum bernama Aremania) membuat ulah di Stasiun Gubeng pasca kekalahan Arema Malang dari Semen Padang. Kapolda Jatim saat itu akhirnya mengangkut mereka dalam 6 gerbong kereta api untuk menghindari kerusuhan dengan Bonek.

Kejadian di Stasiun Gubeng itu membuat panas Bonek yang ada di Surabaya. Tindakan balasan mereka lakukan dengan mencegat dan menyerang rombongan Aremania pada akhir tahun 1993 saat akan melawat ke Gresik. Peristiwa ini dibalas oleh Aremania pada tahun 1996 dengan melakukan lawatan ke Stadion Tambaksari dengan pengawalan ketat DANDIM. Keberanian Aremania untuk hadir di Stadion Tambaksari kala pertandingan Persebaya melawan Arema saat itu telah membuat Bonek tidak bisa berbuat apa-apa dan harus menahan amarah mereka dengan cara menghina Aremania lewat kata-kata saja. Hal ini karena pertandingan tersebut disaksikan oleh para petinggi PSSI dan gubernur Jawa Timur saat itu, serta pengawalan ketat DANDIM kota Malang terhadap Aremania. Bagi Aremania, hal ini sudah sangat mempermalukan Bonek dengan datang langsung ke jantung pertahanan lawan sembari menunjukkan kesantunan Aremania dalam mendukung tim kesayangan. Semenjak itulah tidak ada kata damai dari Bonek kepada Aremania, dan Aremania sendiri juga menyatakan siap untuk melayani Bonek dengan kekerasan sekalipun.

Kejadian ini dibalas oleh Bonek di Jakarta pada tahun 1998. Tanggal 2 Mei 1998 dimana Aremania akan hadir dalam pertandingan Persikab Bandung vs Arema Malang, Aremania yang baru turun dari kereta di Stasiun Jakarta Pasarsenen diserang oleh puluhan Bonek. Ketika itu rombongan Aremania yang berjumlah puluhan orang menaiki bus AC yang sudah disiapkan oleh Korwil Aremania Batavia. Di tengah jalan, belum jauh dari Stasiun Pasarsenen tiba-tiba bus yang ditumpangi Aremania dihujani batuan oleh Bonek. Untuk menghindari jatuhnya korban, rombongan Aremania langsung turun dari bus untuk melawan Bonek yang menyerang mereka. Bahkan Aremania sampai mengejar-ngejar Bonek yang ada di Stasiun Pasarsenen. Tindakan Aremania ini mendapat applaus dari warga setempat, sehingga Bonek harus mundur meninggalkan area Stasiun Pasarsenen.

Kondisi rivalitas yang begitu panas antara Aremania dan Bonek membuat keduanya menandatangi nota kesepakatan bahwa masing-masing kelompok suporter tidak akan hadir ke kandang lawan dalam laga yang mempertemukan Arema dan Persebaya. Nota kesepakatan yang ditandatangani oleh Kapolda Jatim bersama kedua pemimpin kelompok suporter tersebut ditandatangani di Kantor Kepolisian Daerah Jawa Timur pada tahun 1999. Semenjak tahun 1999, maka kedua elemen suporter ini tidak pernah saling tandang dalam pertandingan yang mempertemukan kedua klub kesayangan masing-masing.

Tetapi nota kesepakatan itu tidak mampu meredam konflik keduanya. Tragedi Sidoarjo yang terjadi pada bulan Mei 2001 menunjukkan masih adanya permusuhan kedua elemen ini. Kala itu pertandingan antara tuan rumah Gelora Putra Delta (GPD) Sidoarjo melawan Arema Malang di Stadion Delta Sidoarjo dalam lanjutan Liga Indonesia VII. Karena dekatnya jarak Surabaya-Sidoarjo membuat sejumlah Bonek hadir dalam pertandingan tersebut. Menjelang pertandingan dimulai, batu-batu berterbangan dari luar stadion menyerang tribun yang diduduki oleh Aremania. Kondisi ini membuat Arema meminta kepada panpel untuk mengamankan wilayah luar stadion. Karena lemparan batu belum berhenti membuat Aremania turun ke lapangan, sementara di luar stadion justru terjadi gesekan antara Bonek dengan aparat. Turunnya Aremania ke lapangan pertandingan membuat pertandingan dibatalkan. Terdesaknya aparat keamanan yang kewalahan menghadapi Bonek membuat Aremania membantu aparat dengan memberikan lemparan balasan ke arah Bonek. Aremania pun harus dievakuasi keluar stadion dengan truk-truk dari kepolisian.

Kejadian rusuh yang berkaitan antara Aremania dengan Bonek masih berlanjut pada tahun 2006. Kekalahan Persebaya Surabaya atas Arema Malang di stadion Kanjuruhan dalam laga first leg Copa Indonesia membuat kecewa Bonek di Surabaya. Seminggu kemudian, kegagalan Persebaya Surabaya mengalahkan Arema Malang di stadion Gelora 10 November Tambaksari Surabaya membuat Bonek mengamuk. Laga yang berkesudahan 0-0 ini harus dihentikan pada menit ke-83 karena Bonek kecewa dengan kekalahan Persebaya dari Arema Malang. Kekecewaan ini mereka lampiaskan dengan merusak infrastruktur stadion, memecahi kaca stadion, dan merusak beberapa mobil dan kendaraan bermotor lain yang ada di luar stadion. ANTV yang menayangkan pertandingan tersebut meliputnya secara vulgar, bahkan berkali-kali menunjukkan gambar rekaman mengenai mobil ANTV yang dirusak oleh Bonek. Aremania menyikapi hal ini dengan menyerahkannya secara total kepada pihak berwajib dan PSSI.

Rivalitas keduanya tidak hanya hadir lewat kerusuhan dan peperangan, tetapi juga dengan nyanyian-nyanyian saat mendukung tim kesayangannya. Bonekmania, di kala pertandingan Persebaya melawan tim manapun, pasti akan menyanyikan lagu-lagu yang menghina Arema dan Aremania. Lagu-lagu yang menyebutkan Arewaria, Arema Banci, Singo-ne dadi Kucing, dan beberapa lagu lain kerap mereka nyanyikan di Stadion Gelora 10 November Tambaksari Surabaya. Hal yang sama juga dilakukan oleh Aremania, dimana lagu-lagu anti-Bonek juga mereka kumandangkan kala Arema menghadapi tim lain di Stadion Kanjuruhan. Bahkan persitiwa terbaru adalah tersiarnya kabar mengenai dikepruknya mobil ber-plat N ketika malam tahun baru di Surabaya oleh pemuda berkaos hijau (oknum Bonek?).

Atmosfir Malang – Surabaya

Seperti yang ditulis oleh Feek Colombijn dalam View from The Periphery: Football in Indonesia, dimana ia menyebut bahwa dinamika suporter di Indonesia sangat dipengaruhi oleh kebudayaan Jawa. Kultur Jawa yang mengutamakan keselarasan dalam harga diri, dimana penolakan yang amat sangat terhadap hal yang bisa mempermalukan diri sendiri, menjadi faktor utama konflik antar suporter di Indonesia. Kultur Jawa yang menghindar dari konflik dan tidak mau dipermalukan menjadi semacam dari anti-thesis dari sepakbola yang harus siap sedia untuk dipermalukan. Tetapi kultur Jawa pula yang memicu reaksi apabila penghinaan itu terjadi di depan umum dan sangat memalukan, maka ekspresi kemarahan dan anarkisme yang muncul untuk menjaga wibawa dan harga diri.

Kondisi ini yang memicu atmosfir panas Malang–Surabaya. Geng pemuda asal Malang yang dibantai oleh Bonek di tahun 1967 memicu perasaan dendam dari Arek Malang. Belum lagi persoalan rivalitas “number one”, dimana dalam level propinsi posisi Malang masih dibawah Surabaya. Sifat tidak terima Arek Malang menjadi nomor dua dibawah Arek Suroboyo ini membuat keduanya susah berjabat tangan. Persaingan atas dasar pride ini berlanjut pasca melorotnya prestasi Persema Malang, dimana Arema mengambil alih posisi rivalitas Malang-Surabaya tersebut.

Pergulatan harga diri ini terlihat jelas ketika Aji Santoso pindah dari Arema ke Persebaya, akhirnya Aji Santoso pun dianggap pengkhianat oleh Aremania. Ketika Aji Santoso ingin kembali ke Malang, ia pun harus melalui begitu banyak tim sebelum akhirnya mengakhiri karirnya bersama Arema Malang. Ahmad Junaedi pun menjadi korban rivalitas Aremania-Bonek. Ketika Ahmad Junaedi sudah menjadi bintang sepakbola nasional dan dibeli Surabaya, maka ketika Persebaya menawarkan Ahmad Junaedi untuk kembali ke Arema pun ditolak oleh Aremania. Akhirnya Arema pun lebih memilih untuk mengasah bakat Johan Prasetyo daripada memakai tenaga Ahmad Junaedi . Dalam hal simbol pun tantangan kepada Bonek juga dikumandangkan. Dengan pemilihan simbol singa menunjukkan bahwa di belantara Jawa Timur Arema ingin menjadi nomor satu, diatas Ikan Sura dan Buaya.

Arema menjadi identitas resistensi daerah terhadap pusat (Surabaya) , dimana melalui dialek jawa timur dengan tatanan huruf yang dibalik pada osob kiwalan khas Malang seolah menunjukkan bahwa Arema menjadi identitas kultural masyarakat Malang. Selain itu Arema juga merupakan pemersatu warga kota Malang yang sebelumnya terpecah pada beberapa desa/wilayah/daerah. Arek Malang selalu berusaha membedakan dirinya dengan arek Suroboyo. Ketika arek Suroboyo itu bondho nekad, maka arek Malang itu bondho duwit. Ketika Bonek itu suka membuat kerusuhan, maka Aremania ingin menyebarkan virus perdamaian. Konflik identitas juga menjadi lahan rivalitas kedua kubu suporter besar Jawa Timur ini.

Kapitalisme Sepakbola

Secara disadari atau tidak, fanatisme dan pertarungan kedua elemen suporter ini menjadi makanan empuk bagi kapitalisme. Sepakbola boleh jadi hari ini tidak hanya berbicara masalah sportivitas dan kesehatan, tetapi juga merambah dalam dunia politik dan ekonomi. Industri sepakbola menjadi salah satu bisnis yang menguntungkan bagi pengusaha-pengusaha kelas kakap hari ini, tentu dengan syarat mereka bisa mengendalikan iklim sepakbola itu sendiri.

Dalam hal konflik suporter di Jawa Timur, boleh jadi media massa menjadi provokator dalam berbagai peristiwa persepakbolaan di Jawa Timur. Sebagai contoh Jawa Pos misalnya, dimana secara eksplisit menyatakan keberpihakannya kepada Persebaya Surabaya. Dapat dimaklumi sebenarnya apabila melihat kantor redaksi yang berada di Surabaya serta posisi penting para pengurus Jawa Pos dalam kepengurusan Persebaya Surabaya. Dalam beberapa tulisan yang ada, Jawa Pos selalu menampilkan porsi lebih kepada Persebaya, bahkan tidak jarang dukungan kepada Bonek selalu mereka tuliskan dalam berita-beritanya.

PT Bentoel Prima Tbk yang pernah mengakuisisi Arema juga merasakan betul dampak menguntungkan bisnis sepakbola yang mereka bangun. Walaupun menghadapi hambatan begitu banyak dari pesaingnya , tetapi secara materiil PT Bentoel Prima Tbk mengalami keuntungan yang begitu besar dari sekedar pasang tulisan bentoel-arema di kaos para pemain Arema.

Bisnis sepakbola inilah yang sedang menguasai persepakbolaan modern hari ini. Di belahan dunia manapun, modernisasi sepakbola diikuti dengan berkembang pesatnya industri sepakbola. Dalam buku How Soccer Explains The World: An Unlikely Theory of Globalization, Franklin Foer menuliskan bahwa virus globalisasi telah merasuk kian dalam ke dunia sepakbola, dan faktor pride (kebanggaan/fanatisme) menjadi faktor ekonomi yang sangat menguntungkan bagi para kapitalis-kapitalis besar.

Kesimpulan

Modernisasi dalam sepakbola secara tidak langsung diikuti oleh berkembangnya kapitalisme dalam ranah sepakbola. Seolah-olah menjadi kapitalis adalah syarat mutlak untuk mengembangkan sebuah persepakbolaan dalam negeri. Melihat realitas di lapangan, bukan tidak mungkin hal diatas benar adanya. Karena ketika mengembangkan sepakbola tanpa sokongan dana yang kuat tentu akan membuat sebuah badan, klub, atau kompetisi menjadi rontok. Hanya saja kekhawatiran muncul ketika suporter sepakbola dijadikan obyek untuk mengkapitalisasi sepakbola tadi, dimana pada akhirnya suporter sepakbola juga yang dipermasalahkan.

Terkadang, berdasarkan perbincangan dengan kawan-kawan pemerhati sepakbola nasional, kerusuhan-kerusuhan yang terjadi di lapangan selalu diawali orang orang yang tidak jelas siapa pelakunya. Sebagai contoh ketika terjadi kerusuhan di Madiun, baik Aremania dan Laskar Sakera (pendukung Persekabpas Pasuruan) tidak tahu menahu siapa yang memulai melempari batu-batu ke arah penonton. Tetapi karena yang hadir di stadion saat itu adalah Aremania dan Laskar Sakera, tentu pada akhirnya bentrok fisik tidak dapat dihindari. Efek pasca kejadian hari itu adalah banyaknya toko-toko yang tutup di Madiun, image PT Bentoel Arema Tbk juga tercoreng, dan entah mengapa beberapa hari sesudahnya media massa begitu laku di pasaran.

Begitu pula yang terjadi saat kerusuhan Bonek di Stadion Gelora 10 November di Surabaya beberapa tahun lalu. Dimana mau tidak mau Aremania harus mengakui bahwa kemenangan PS Arema atas Persebaya Surabaya hari itu cukup kontroversial, ada kesan wasit memihak Arema. Kemenangan 2-1 untuk Arema pun harus dibayar mahal dengan perusakan stadion dan beberapa fasilitas umum beserta kendaraan pribadi oleh Bonek yang menonton hari itu.

Begitu banyaknya tangan-tangan tak terlihat yang bermain-main diatas konflik suporter tentunya harus diwaspadai oleh Aremania maupun Bonek. Jangan sampai begitu banyak orang mati sia-sia saat pertempuran kedua suporter tersebut ternyata hanya menjadi ‘mainan globalisasi’ oleh segelintir orang yang ingin mengambil keuntungan didalamnya. Untuk itulah perlunya melihat kembali sejarah konflik antar kedua elemen suporter ini, supaya kejadian-kejadian negatif dapat diminimalisir dan era baru yang lebih damai dapat tercipta.

Kultur masyarakat Jawa yang melingkupi konflik Aremania-Bonek seharusnya bukan menjadi kambing hitam atas berbagai peristiwa yang terjadi. Sudah seharusnya dua elemen suporter yang sudah dikenal akan militansinya ini berdamai dan menciptakan suasana kondusif dalam persepakbolaan nasional. Sudah saatnya baik Aremania maupun Bonek untuk mendewasakan diri dengan melihat dari kacamata modernisasi dan sportivitas dalam mendukung tim kesayangannya. Tidak ada salahnya Bonek turut bergabung dalam usaha mewujudkan suporter Indonesia damai, sehingga mampu membuat suasana stadion begitu damai dan orang tidak perlu takut untuk menyaksikan secara langsung pertandingan sepakbola di tanah air.

“Cita-cita saya, pagar besi pembatas tribun dengan lapangan nanti tidak perlu ada lagi. Jadi kita menonton sepakbola dengan enak, tidak ada perkelahian, tidak ada suporter yang mengganggu pemain. Saya juga ingin semua golongan bisa bersatu di sini. Kaya atau miskin, laki-laki atau perempuan, Cina atau bukan Cina, pejabat atau orang biasa, Islam atau Kristen, di sini semuanya bisa sama,”

Yuli Sumpil – Dirigen Aremania

Ayas sampaikan apresiasi yang sangat tinggi kepada Cak Faris yang telah mengulas tuntas tentang judul ini.

Artikel terkait: Sumber permusuhan Aremania VS Bonek

Salam Satoe Jiwa.

About these ads

260 Komentar

  1. seep

    • oyi thok weeeeeeeees……….

    • Poko’e AremA ampe’ mati

      • roy kamu jancok ngencingin persebaya patek jehhhhhh
        by bonvika

      • SAM ga usah nggawe posting’an seng sifat’e provokasi,ayo dadi supporter seng dewasa..KITA (aremania-bonek) supporter terbesar d indonesia ‘n aku AREK suroboyo bangga dadi BONEK.

    • arema bocah ndeso pengen kyok bonek arek kota elite.
      arema congok pengong

      • hahahaha aremania gak kepingin njarah koq

    • arema hjancok

    • arema jancok
      by bonvika

  2. pkoe arema nek ndi ae elok ker.

    • oyi sam, jelas ngono tah

      • pokok e arema iku bondo duwekk gk bondo nekat tok koyokk bonek jancok anjing…. sasaji

      • potong potong roti arema sudah mati the jak bunuh diri bonvika satuh hati

  3. saya lagi butuh data tentang jumlah fans fanaatik arema secara kasar saja di seluruh Indonesia yang dibagi dalam 5 pulau besar kira kira berapa. Thanks

    • wadoh, susah mas, karena belum pernah ada yang melakukan penelitian ttg hal itu kayaknya…..

      • udh ad bro yg jelas Viking suporter paling bnyk di Indonesia ……

      • kami tidak butuh yang terbanyak.
        kami butuh yang terbaik

      • suporter kok butuh yang terbaik, aneh haha,.suporter apa artis haha,..

  4. Kipa ilakes…..ayas ujutes kebma cita2 e sam yuli …..

  5. ite semua salah PERSEMA…
    jika PERSEMA MALANG tidak iri kepada PERSEBAYA SURABAYA pasti JAWA TIMUR AKAN DAMAI TANPA ADA PERTUMPAHAN DARAH DAN KORBAN JIWA YANG MATI DENGAN SIA-SIA…..

    • Bukan masalah iri opo nggak mas bonek, seng dadi masalah semisal kedua belah pihak iku ada rasa saling pingin damai ayas yakin ganok masalah koq. lha kenyataan e saiki kita semua juga tahu kan?

      • boNek teteP oK seNajaN mUsuH kaRo aremania

  6. sampai matek sampai elek arema musuh bonek,g onok damai…
    bravo bonek seluruh indonesia…

    • jian, wong koyok ngene iki seng blas gak pantes urip nang kutho, gak iso campur wong akeh, nggarai ruwet ndunyo. lha wong musuhan koq cik senenge……opo gak duwe agomo yo? opo yo gak tau mangan bangku sekolahan yo?hehehehe nemen jan

      • hahaha,..masuk cak juned setuju hahahaha,…

      • wah angel nambani wong egois kyok ngene…
        damai”…
        damai ki indah coy..

      • egois seng gimana yang anda kamsud? saya suka sekali damai, dan aremania selalu always mengumandangkan nada perdamaian, sekali lagi, kami punya slogan DABORIBO (damai Boleh Ributpun Boleh) kami senang damai, tapi apabila ada yang menantang kami maka kami tidak akan lari dari kenyataan

      • arema ngejak damai kok bonek gk gelem , repot ancene lalek ngomong ambe bonek seng seneng musuan , ambean opo eneke musuan iku ? wajah setan tok seng seneng musuan !

      • ech, yo mboh..
        seng penting arema jaya.. “sama rata, sama rasa, satu jiwa”

      • lho…bro admin kok sowet ngono se? kamsute bro Komentar oleh Ziti Javier Hernandez Sality on 7 Mei 2012 11:14 iku dudu gawe pean bro, gawo wong sing gak gelem damai…sing rukun yo bro, ojo munthab :D

    • bonek iku sakkarepe dwe

      • dudu bonek iku, arek korak sing ngaku bonek alias al4y sruntulan ning dalan

  7. gk usah rame atau mnjelekkn sby / bonek …..
    kalian ngomong atau nulis aja di balik balik….
    pasti otak kalian kebalik……
    sakit jiwa…..

    • what ever sam! but this is Arema
      drpd njarah wong dodolan gorengan utowo dodolan es degan, mending ayas tah!
      Astagfirlloohal adziiiiiiiiim…….

    • bonek di bunuh saja…

      • janganlah saling membunuh , inget arema cinta damai salam satu jiwa

    • cox a he??
      Boso walik’an iku bosoku lapo kon ngenyek bosoku??
      Bonek ancen jancox mlai bien,,
      Yo legk oen bondo nekad thog g’ bondo duek

    • baguz bro….?????

  8. Bonek maju terus pantang mundur, surabaya tetap no 1 tolong di pahami itu CAK!!!!!!!!

    • memang ono kecap no 2…………?

      • Wes lach gk usah lok2an di delog salahe dewe dewe ojo sling nyalahno
        masio aq bonek aq gk glem sling nglokno kyk awak mue kabeh sing ngaku kayak bener benero dwe pengen dadi sing no 1 tok aq gk nyindir salah satu satu tapi kabeh
        salam satu nyali wani

    • kata mbah q dulu bonek itu djancok , bajingan sampai sekarang

      • IYO WONG MBAHMU BUTA HURUF COK,, AREMA JAMAN BIYEN IKU GAK TAU SEKOLAH MANGKANE SAIKI PUTU2NE GOBLOK2

      • Cak kenob, (sorry) wong picek ae ngerti koq sopo seng gak tau mangan bangku sekolahan……sek tak ngguyu yooo……….wakakakak

      • kolem ngguyu sam yo wakakakakakakaka..ada bonek di bunuh saja…

      • yo masuk lek iku dari dulu aremania jancok

      • bonek kok goblok men yho??
        Nyatane saiki arema yo menang,, arema yho ezt mbuktekno legk iso ngalahno bonek,, lapo bonek sek ngaku no. 1??
        Surabaya degradasi

    • kenob maju perut pantat mundur wakakakakakaka…ada bonek di bunuh saja…

      • arema iku uedan mambu jancok asu gateli gaplei anjing aremania jancokkkk

    • legk no.1 kok degradasi??
      Hahahahahahaha,,
      Lawan arema yo kalah ae kok kakean gaya..

    • bonek muzuh pe buyutan arema klo bza bonek mati dlm,
      tangn arema ongiz nade…..????

  9. BONEX AKU JANCOX SAMPEK MATEK TETEP JANCOX (IYO LEK AREMA GAK TAU MATEK IYO LEK BONEX SAMPEK MATE TETEP JANCOX VIKING AJING SAKERA ASU PERSIK JANCOX KABEH MONSO (SELAIN AREMA LA MANIA TEK JAK MANIA PERSISAM SLANG MANIA PSPS DELTA MANIA ) ORA KOYOK BONEK SALA WES DEGRADASI MENENG MALA SAIKI GATELI KOEN COX ASU BONEX JANCOX ASU ( AREMANIA MALANG ) SUROBOYO JANCOX KABEH ASU GAK DUWE HARGA DIRI COX ASU

    • Wadoh wadoh! opo ae iki rek? hahahaha emboh wes kah…………

    • ojok koyok arek cilik nyebot ae ojo meso gk nok gunane…..pisss

    • para arema bersabarlah , orang sabar di sayang ALLAH , pasty kyte para arema di beri kelancaran kalok sabar !

  10. Sejarah mencatat aremania pernah mendatangi surabaya …

    • ya betul cak geger batavia@ pernah/berani mendatangi kandang surabaya tahun 1997 tapi dengan kawalan super ketat 2 kompi aparat dari tentara AD dan Marinir. wani teko kok nggowo beking alias dekeng cak,.cak,.,.mbayari piro,..?,. suroboyo teko nang malang lek-lekan,.baru dikawal aparat pun setelah ditawur didepan gajayana lama oleh suporter arema waktu leg-2 tahun 1998.,hahaha..,.

      • aremania wani mbayar soale aremania sugeh,lek bonek bondhone mek kontol nangdi2 wakakakaka…ada bonek di bunuh saja

      • Eko..abeh wong kie dwe kontol
        Emange koen gk dwe kontol tha

        Kwkwkwk salam laros bonek

    • eko@ itulah gaya arema dan orang-orang malang,. para penjilat,.. penjilat pantat the jak,. arema sama seperti lamongan dan arek sidoarjo yg deltamania,. sama-sama babunya anak jakarta hahahaha,. dasar keturunan kacung kabeh awakmu iku hahahaha

  11. ngunu kwi ezt ngetarani cink gawe macalah arewaria disek,,,,
    teko koment’e ae wes ketok

    • ada bonek di bunuh saja…wakakakakakaka..

  12. SALAM SATOE JIWA…., AREMA TOK…, SENG PENTING AREMA.., AREMA…., AREMA….,|!!!!!!!

    • bisa apa!!!!!!arema toh bisanya provokatorrrr>>>>>>ga ad dr garissss leluhur lo yng punya jiwa kesatriaaaa>>>>>.bisa nya mainnn blakanggggggg>>>>>dr jamannnn leluhur lo dluuu>>>>>>menanggg banyak doang lu

    • kontollll…nyaliii provokator penjilatt…banciii,dr malang…..ketankaep yang ambilll wong tua nyaaaaa….banciii

  13. KINI telah tumbuh gerakan pencerahan di kalangan arek-arek Bonek. Jaringan itu menyebar di Surabaya, Jogjakarta, dan Jakarta. Mereka adalah anak-anak muda yang berusia antara 20 sampai 30 tahun. Mereka tidak rela arek-arek Bonek selalu dipojokkan dalam konotasi negatif.
    Sebelum landing ke Bandara Bonek, kami ingin menjelaskan mengapa beberapa tulisan kami di sportjatim.com bertemakan Bonek?
    Pertama, Bonek adalah pelopor gerakan tret-tet-tet ke Senayan Jakarta era Green Force Persebaya Divisi Utama PSSI Perserikatan 1986/1987 silam. Waktu itu, belum ada satu kubu suporter pun yang tret-tet-tet secara terorganisasi mengiringi tim kesayangannya melakoni babak Enam Besar Divisi Utama Perserikatan. Waktu itu, hanya Bonek yang go to Senayan dengan mengenakan busana kebesaran berupa kaos warna hijau dengan gambar atau logo Wong Mangap (orang berteriak penuh semangat dan keberanian).
    Memang, waktu itu belum ada julukan Bonek. Mereka dikenal dengan nama para suporter Green Force Persebaya. Pelopor dari gerakan tret-tet-tet ini adalah Jawa Pos, lebih tepatnya adalah Pak Dahlan Iskan yang sekarang menjadi Big Boss Jawa Pos & Group.
    Waktu itu, Jawa Pos membuat ribuan kaos berlogo Wong Mangap, dan dijual dengan harga murah. Seingat kami pada 1987 itu seharga Rp 1.000 per potong kaos. (Harga rokok Gudang Garam kretek isi 10 masih Rp 300 per pak). Pendek kata, Senayan dihijaukan oleh arek-arek Suroboyo. Mereka membentang spanduk raksasa yang digantungkan di atas tribun timur dan barat. Luar biasa! Sayang, di final Persebaya kalah 0-1 oleh PSIS Semarang. Namun, semuanya berjalan tertib, tidak ada kerusuhan apa pun.
    Usai final, beberapa suporter Green Force menyalami Syamsul Arifin dan kawan-kawan. Ada yang bilang: ’’Ojo sedih Cak. Tahun ngarep insya Allah Persebaya juara!’’
    Tembusnya Persebaya ke babak final pada 1986/1987 sudah merupakan gebrakan yang luar biasa. Sebab, pada musim kompetisi 1985/1986 Persebaya terpuruk di peringkat ke-9 dari seluruh (10) klub Divisi Utama. Raihan terburuk sepanjang sejarah Persebaya kala itu. Itulah sebabnya Pak Dahlan Iskan, waktu itu masih Pemimpin Redaksi Jawa Pos, mengundang parar tokoh sepak bola Surabaya untuk merumuskan solusi kebangkitan kembali Persebaya. Bang Moh – sapaan akrab Mohammad Barmen, Pak Tiyanto Saputra dan tokoh-tokoh lainnya sarasehan di ruang redaksi Jawa Pos, di lantai 2 Kantor Jawa Pos di Jalan Kembang Jepun. Setelah itu Pak Dahlan pergi ke Inggris untuk mengamati Premier League Inggris, termasuk perilaku para suporternya. Sepulang dari Inggris itulah ide tret-tet-tet dengan kaos kebesaran dan slayer suporter Green Force Persebaya muncul! Logo Wong Mangap kali pertama diciptakan oleh Mister Muhtar, desainer grafis Jawa Pos. Loga pertama bercorak ekspresionis. Kemudian diubah pada musim kompetisi 1988/1989 dengan Wong Mangap bercorak naturalis seperti yang kita lihat sampai sekarang. Dan, sejak itu pula julukan Bonek dilansir oleh redaktur olahraga Jawa Pos, termasuk oleh saya sendiri sebagai redaktur olahraganya.
    Istilah Bonek, seperti yang kami singgung dalam tulisan sebelumnya, dimaksudkan untuk mewarisi karakter pejuang nan pemberani dan pantang menyerah dari kakek moyang arek-arek Suroboyo pada tahun 1945. Peristiwa heroik dan bersejarah yang melahirkan Hari Pahlawan 10 Nopember! Semangat berani karena benar, pantang menyerah, tali duk tali layangan, awak situk ilang-ilangan itulah yang harus menitis dalam jiwa dan perilaku Bonek sepanjang zaman!
    Bahwa kemudian dalam perjalanannya terjadi berbagai kerusuhan yang disebabkan oleh ulah Bonek, sungguh hal ini sangat memprihatinkan bagi seluruh warga Surabaya. Karena itu, sekarang bukalah lembaran sejarah baru: Bonek yang pro fair play, yang cinta damai, anti anarkisme, dan pembela sejati Green Force Persebaya!
    Itu tadi secuil flash back perjalanan sejarah Bonek.
    Kedua, kami melihat adanya ketidakadilan dari perlakuan media massa terhadap Bonek. Prinsip-prinsip cover both side dan balancing sepertinya telah diingkari oleh media massa. Barangkali, kami bisa dikatakan melakukan pleidoi (pembelaan) terhadap arek-arek Bonek. Maka, kami pun akan menjawab: ’’Ya!’’
    Ketika arek-arek Bonek melakukan kerusuhan, beritanya diposisikan sebagai head line (HL) dengan foto besar-besar. Padahal, sebenarnya kita belum tahu persis siapa yang memicu kerusuhan. Misalnya saling lempar antara Bonek dengan warga Jawa Tengah. Siapa yang bisa membuktikan bahwa pelempar awalnya Bonek, atau sebaliknya pelempar awalnya warga Jateng.
    Betapa pun, kita semuanya yang mencintai Persebaya tetap prihatin terhadap kejadian yang sangat tidak diinginkan itu. Di dalam hati kita berdoa: ’’Semoga Allah SWT membimbing arek-arek Bonek menjadi suporter sejati yang layak jadi panutan suporter Nusantara. Jauhkanlah mereka dari tindakan-tindakan emosional yang merugikan nama besar Bonek dan Persebaya. Kembalilah pada semangat Bonek seperti musim kompetisi divisi utama perserikatan 1986/1987. Kobarkanlah kembali heroisme para pejuang kemerdekaan 1945 di Surabaya yang luhur dan mulia itu. Amin.’’
    Kerusuhan sebenarnya sudah ada pada 1987/1988 yang dilakukan arek-arek Bonek yang di luar koordinasi Jawa Pos. Kejadian saling lempar dalam perjalanan kereta api yang mengangkut Bonek dari Jakarta pulang ke Surabaya. Waktu itu Jawa Pos pun membayar kerugian yang dialami PJKA sekarang PT KAI sebesar Rp 50 juta.
    Nah, ketika belakangan arek-arek Bonek melakukan gerakan pencerahan, menjalin hubungan damai kembali dengan Pasoepati – julukan suporter Persis Solo, gerakan ini tak diberitakan sama sekali. Ketika Arema juara ISL 2009/2010, dan Aremania melakukan pesta juara di Malang, ada sejumlah oknum Aremania yang merusak mobil-mobil berplat L. Tapi, tak lama kemudian, sejumlah Aremania lainnya menghajar sendiri oknum-oknum Aremania yang berbuat rusuh itu.
    Keesokan harinya, arek-arek Bonek mencegat mobil-mobil berplat N. Mereka sama sekali tidak melakukan kerusakan, malahan sebaliknya memberikan bunga kepada sang sopir. Firman, yang di akun facebook bernama Bonek Pinggiran Kota menceritakan, waktu itu sopir dan penumpang mobil berplat N sempat ketakutan. Namun, setelah mereka disapa ramah dengan pemberian bunga tanda cinta damai, mereka pun tersenyum.
    Peristiwa ini pun sama sekali tidak diberitakan oleh media massa.
    Ketiga, secara tidak sengaja kami berkomunikasi dengan sejumlah Bonek. Ada yang dari Jakarta antara lain Andhi Bonek Jakarta, Sawoenggaling Soerabaja, ada yang dari Jogja antara lain Fajar Junaedy, 28 tahun, dosen broadcasting Universitas Muhammadiyah Jogjakarta yang juga Bonek. Ada Dyota, Bonek Pinggiran Kota, Yudha Bonek, Dedy Ambon dari Surabaya.
    Ketika berkontak ria soal sepak bola, kami pun terkejut. Ternyata kalimat-kalimat dan pemikiran mereka cerdas. Mereka mencintai sepakbola dan menyayangi klub Persebaya dengan wawasan yang luas.
    Di situ kami baru tahu, mengapa mayoritas Bonek lebih pro Persebaya 1927. ’’Kami sebenarnya membela kedua-duanya, baik Persebaya 1927 maupun Persebaya Divisi Utama. Tapi setelah Persebaya Divisi Utama bermain di kandang dengan bantuan penalti-penalti palsu, didukung dengan tindakan wasit yang tidak fair, kami pun kecewa berat. Karena itu sekarang hampir semua Bonek pro Persebaya 1927,’’ kata Yudha Bonek.
    Pecahnya Persebaya menyadi Persebaya 1927 dan Persebaya Divisi Utama itu sendiri adalah korban dari pertarungan elite sepak bola nasional. Hanya Persebaya yang terbelah dua! Karena itu, arek-arek Bonek mendambakan kembalinya SATU PERSEBAYA!
    Kini, tumbuh lapisan baru arek-arek muda Bonek yang gencar melakukan gerakan pencerahan. Mereka berjuang keras menegakkan kedamaian. Bahkan arek-arek Bonek Jakarta dan Jogja kini sedang membikin Buku Sejarah Bonek. Fajar Junaedy dari Jogja juga membuat VCD Sejarah Bonek. Dia telah mewawancarai pencipta logo Wong Mangap, yaitu Mister Muhtar dan Budiono, termasuk kami sendiri dan beberapa saksi sejarah tret-tet-tet 1986/1987. Mereka adalah anak-anak muda intelek, kreatif, mempelajari berbagai pengetahuan tentang sepak bola dengan rajin membuka situs. Mereka berdebat dengan rasional dan dengan hati yang dingin. Semoga gerakan pencerahan arek-arek Bonek ini menemukan puncak yang gemilang. Hal ini ditandai dengan semakin ramah dan sportifnya arek-arek Bonek di mana pun berada.
    Perlu diingat, soal kerusuhan suporter bukan hanya Bonek yang melakukan. Berbagai fakta menjadi bukti. Kubu-kubu suporter lain pun melakukan kerusuhan. Mungkin lebih tepat disebut oknum-oknum, bukan kubu suporter secara keseluruhan. Bahkan suporter di negara yang maju dan menjadi nenek moyangnya sepak bola pun, kerusuhan suporter masih saja ada. Semoga pejuangan lapisan muda intelektual Bonek itu menuai hasil gemilang. Amin.*

    • mantab mas artikelnya..saya jg bangga jd bonek..

    • gratisan

      • Kok gak jelas yoh video tawuran bonek arema tawuran lagi dong tak rekam nanti

      • Kok gak jelas yoh video tawuran bonek arema tawuran lagi dong tak rekam nanti jangan terlambat

    • Di tahun 80 – 90 an, nama suporter Surabaya adalah Green Force, Arek-arek Suroboyo. Bonek bukan nama suporter, tapi bonek adalah jiwa di setiap benak Arek Suroboyo/warga Surabaya. Kalau bonek sudah menjadi nama kelopmpok suporter seperti sekarang, sangat mudah bagi pihak lain yang tidak suka Surabaya untuk mengkambing hitamkan & memojokkan Surabaya & Suporternya.

    • BERSATULAH SUPORTER INDONESIA…..itu yang membuat indonesia maju…..

  14. Tahukah Anda Bagaimana Sejarah Perselisihan Bonek vs Arema??? waktu itu saya berangkat ke malang dengan saudara saya.Namun kejadian di depan stadion di malang tidak pernah saya lupakan sampai akhir hayat. Awal ceritanya simpel saja,di kompetisi ligina (dulu liga dunhill) terbagi 2 putaran yang mempertemukan persebaya vs persema (leg 1) di Surabaya.Pada saat itu aremania diberi quota di tribun sebelah kanan VIP (BC),pada intinya panpel (baca:suporter persebaya) menerima dengan baik kedatangan suporter malang di Surabaya.Tetapi disaat putaran ke 2 dan Persebaya away ke malang,otomatis kita (suporter surabaya) ikut mendampingi Persebaya tanding di malang.Namun disinilah petaka terjadi,bagaikan air susu yang dibalas dengan air aki (saking hinanya).Rombongan suporter persebaya yang sudah berada di depan pintu masuk stadion tiba2 diusir paksa dan dikeroyok oleh suporter/warga malang.Padahal harapan kami mereka juga bisa menerima dan memberi kita quota masuk stadion seperti yang panpel Surabaya lakukan,tapi karena sikap mereka yang seperti tidak mau tau dengan semua itu membuat mereka tanpa ampun mengusir, menginjak2, dan menjadikan suporter Persebaya yang jumlahnya lebih sedikit dari suporter malang sebagai sansak hidup tepat di depan gerbang masuk stadion.Hanya satu alasan mereka,”STADION TIDAK CUKUP”.Tapi apakah harus dengan cara kekerasan???. Ini sekilas sejarah Persebaya dan Arema. arema lahir thn 1987,sedangkan persebaya lahir jauh sebelum kemerdekaan arema di galatama,persebaya di perserikatan.jadi ga pernah ketemu sebelum era ligina. Musuh bebuyutan bonek jaman perserikatan dulu adalah bobotoh (Bandung) dan (SneX) semarang… kalo luar jawa ada makasar (MaczMan) dan medan (KamPak). ga ada ceritanya dgn malang.. karna persema nomer 2 di jatim (arema ga ikut perserikatan mas)!! Semua di mulai saat nurkiman pemain persebaya di ketapel suporter malang…sehingga waktu persema main di gresik lawan persegres di balas sampe ada satu suporter malang mati!.Hal itu berlanjut..balas membalas,,,lucunya yg sebelumnya bonek dgn persema (beda kan aremania dgn persema?..suporter persema ngalamania) aremania ikut2an.

    tp di byk kesempatan aremania selalu ngeles opini diketapelnya nurkiman..dgn alasan thn 2000 saat bonek kirim surat terbuka ke semua preman malang…untuk berani ga dtg ke surabaya (sampe skrg pun sepertinya tantangan itu ga terjawab..malang ga pernah berani dtg ke surabaya)

    inget mas…arema lahir thn 1987…ga ada sejarah panjang bermusuhan lawan bonek..yg ada permusuhan surabaya … Lihat Selengkapnyavs malang yg dibawa arema ke sepak bola kita tau surabaya kota terbesar di jatim..byk penduduk jatim lebih bangga dgn persebaya drpd arema (jelas lah di galatama aja niac mitra lebih jago) hal ini yg ga bisa di terima anak2 malang…menjadi nomer 2 di jatim.. diperparah dendam preman2 malang dan arek2 suroboyo saat ada konser rock..setiap ada konser rock thn 80-90an pasti saja rusuh ga di surabaya..ga di malang. tambahan buat yg ga tau…nurkiman (pemain Persebaya) di ketapel sampe buta mata kirinya dan pensiun dr sepakbola padahal usianya baru 20an…ga sampe 25.Dan pada saat itu Persebaya menang 0-1 saat away ke Malang

    • nek sailingku nek sing ceritone sampean iki pas Liga Indonesia IV 1997/1998 cak. aremania dengan kawalan ketat aparat ditaruh di sebelah kiri VIP (sayap) tambaksari. dengan janji akan diberi kuota pendukung persebaya saat leg ke-2. iki pertandingan pembukaan cak skor 0-0. kedatangan arema yg datang dengan truk tentara sudah disambut lemparan batu oleh para bonek, saat mereka tiba ditaruh dulu di mess persebaya belakang papan skor tambaksari. saat pertandingan berjalan 10 menit mereka masuk. sekitar 60an oranglah suporter arema saat itu dgn kawalan ketat aparat. mereka dilempari bonek-bonek di tribun sebelahnya, dan bonek yg melempar langsung dicokok aparat (tentara belum polisi) yg menjadi pagar pembatas suporter arema dan persebaya di tribun belakang gawang. 15 menit menjelang pertandingan bubar suporter arema sudah dikeluarkan aparat dari stadion takut seusai pertandingan seluruh suporter persebaya se stadion menyerang,.karena sepanjang laga para bonek sudah berteriak-teriak dengan koor mulih gempur,.!!. sehingga selamatlah mereka. saat leg-2 di gajayana benar sekali kata anda,. para suporter suroboyo yg dijanjikan akan diterima dengan damai justru diserang habis-habisan di gajayana diluar stadion. akhirnya bisa masuk dengan menonton tanpa atribut karena kaos terpaksa dicopoti,.bonek ditaruh di belakang gawang dirumput lapangan, itupun bonek bisa masuk karena kehandalan bapak tentara yang mengawal dan mengatakan pada bonek “jangan takut kami lindungi kalian. tapi atribut kalian simpan dulu”. walau tetap saja didalam stadion bonek dihujani mortir oleh pendukung tuan rumah. plus bonek tak bisa membalas,tapi yang membalas menggebuk bapak2 aparat yg melindungi dan mengawal. faktor stadion gajayana yg kecil membuat aparat kesulitan saat itu. gimana mau bisa masuk wong belum tanding seisi lapangan saja sudah dipenuhi suporter malang. akhirnya bonek bisa pulang setelah pertandingan walau sempat dikejar-kejar suporter arema. perjalanan pulang didaerah singosari berpapasan dengan rombongan suporter arema yg terjebak macet . bapak tentara yg mengawal yg mungkin gregetan dengan mokongnya suporter arema ini dari dalam truk mengatakan “iku arema hajaren”,..maka bonek pun mendapat angin segar dan langsung turun mengejar-ngejar rombongan satu pick-up arema tersebut yg langsung kocar kacir,. tak lama berselang kompetisi dihentikan karena rusuh nasional saat reformasi mei 1998,… berita ini pun kalah tenar dengan berita politikus yg berkelahi,demo mahasiswa, rusuh dimana-mana serta harga semabako yg melangit saat itu,..

      • NB* seingat saya kebanyakan suporter yg nglurug leg-2 di gajayana musim 1997/1998 adalah suporter terkordinasi rombongan wastomi dari yayasan suporter surabaya (YSS),…

    • seporter arema skrg masih org yg sama dengan yg jadi seporter persema dulu cox…. sg bedo mek jenenge. koen iku wes bodoh nekat…

  15. kalo’ tembok juga rumput GOR Tambaksari bisa berbicara…dia akan menjadi saksi tentang siapa yang pengecut atau bencong “bonek atau arema”…saya selalu datang k tambaksari untuk menyaksikan AREMA main juga saat konser konser musik di GOR Tambaksari…..apalagi saat itu jatim sebagai barometer musik rock….biarpun saat itu belum AREMANIA belum terbentuk…kami slalu hadir di tambaksari dengan kelompok masing”…tp slalu meneriakkan yel” AREMA..!!!!!! Swami,,KantataTakwa,,Ingwei J Malmsteen,,Europe,,itu sebagian yang saya ingat…….juga jgn sampe lupa..THR Surabaya,,kami slalu hadir AREMA..!!!!

    • ya arema (arek malang) hadir saat konser iwanfals dan kantata takwa 1990,.tapi saat itu arema adalah adik tersayang arek-arek suroboyo. sebelum akhirnya di konser tersebut arema dihantam dan digasak oleh kami arek2 suroboyo.,.oh iyo cak totok, yngwei karo europe taon kapan manggung ng tambaksari cak hahaha,.sampean iki onok2 ae. oh iyo cak THR suroboyo iku tahun 1992 pas arek malang teko ndelik-ndelik gawe ndukung arema lawan semen padang ng final piala galatama 1992. soale wedi di sweeping arek suroboyo nek parkir ng tambaksari. begitu kalah arek malang seng purik konangan ng njeroh stadion 10 nopember. diobrak-abrik arek suroboyo sing ngedukung semen padang. nek gak diamankan aparat sampe stasiun gubeng yo sido nasibe koyok arema sing nang konser kantata cak haha.,..

      • ora iso bos yo iku saking kendele arema sampek wani mlebu stadion

      • aremania@ mlebu stadion nyamar cak,.iku pun wani karena mungsuhne duduk mitra surabaya tapi semen padang. nenek masalah ngluruk malang opo mlebu stadion gajayana cak,.aku karo arek2 suroboyo wes tuwuk cak,.haha,..

      • ada bonek di bunuh saja wakakakakakaka

      • rupane akeh sing ngawur ndek forum iki, akeh sing gak ngalami dewe rupane, opo cumak oleh cerito teko kancane/tonggoe (jare…jare..jare…). wah..wah..wah.. sing singitan pas Final Piala Liga 1992 iku malah arek suroboyo, gak onok iku sing jenenge sweeping Arek Malang, ojok diwalik2 talah, onok arek latihan ndek lapangan samping Tambaksari diantemi + dirusak sepedane ambek Arek2 Malang, onok wong suroboyo ngilokno Arema pas main lawan Semen Padang (soale kalah) sing marani malah gerombolan arek Bodrex/arek cilik Malang. Iki gak nggedabrus soale ayas ndelok dewe ambek nang Tambaksari waktu iku. Ojok lali cak sing nggarai permusuhan tambah kobong yo omongane komentator/pengamat2 bola Jawa Pos waktu iku koyok Barmen, Slamet, dll. Wes….Saiki sing penting seng remek2/bejat2 lek iso gak usah dibaleni maneh, gak onok enteke lek sik saling ‘aku-aku’ an koyok ngene, sing onok malah iso nggawe sejarah sing ngawur sampek nyandak2 mbahas kultur budaya barang (kelincipen cak), ngomong sampek muntuk tapi isine akeh sing gak bener. lek iso rukun koyok biyen (ayas sik duwe lo soak Aku Haus Gol Kamu pas Persebaya juara biyen). Mari budayakan Rivalitas dg saling respek….

      • batman@ perosoku pas 1992 iku arek malang jek dadi anak manis cak. jumlahe titik. kecepit ng jatim. haha,..

      • batman@ seporanah cak,. sing nggarai permusuhan itu bukan dari surabaya dulu yg memulai kalau mau ditelaah lagi, tapi koar-koar birokrat malang saat itu si N1 pak S, yang tak ada angin tak ada hujan tiba-tiba menantang surabaya. persema bakal bikin keok persebaya di gajayana. tunggu nanti saat main di malang, sesumbar dan tantangan yang lama-lama akhirnya bikin muntab kami juga sbgai arek suroboyo. bagi tokoh2 bola dan arek surabaya sing jenenge Malang (persema dan arema) saat itu gak masuk hitungan mas. kami anggap adik dewe. rival berat kami ya bandung dan semarang, nek mungsuh loro iku pol-polan bebuyutane saat itu. tentang masalah di konser iwanfals itu sudah kami anggap usai saat itu juga dan kami anggap biasa seperti bentrok2 anak muda di konser musik seperti sebelum-sebelumnya. gak heran akhirnya tokoh2 bola surabaya lama-kelamaan muntab juga dgn ocehan gak karuan N1 (walikota malang saat itu) yang lagi girang bukan main karena persema baru saja promosi ke divisi utama perserikatan setelah bertahun-tahun di galadesa. akhirnya tokoh bola surabaya pun bersuara menanggapi ocehan si Pak S tersebut. ada desas-desus bahwa walkot malang tersebut yg juga ketum persema saat itu ingin persema seperti persebaya. apalagi saat itu arema juga sudah mulai mendapat tempat dihati kera ngalam. sehingga pak S ingin mendapat simpati dari publik malang. wes ngono pas maen nang malang pemain persebaya dikeroyok sisan karo Jo Goehera dkk saat pemanasan. bahkan bek persebaya Totok Anjik sing arek malang pun yo melok digepukki. hal inilah yang membuat kami terbakar karena anda telah menyalakannya lebih dahulu,.

    • IYO cak totok iki onok2 ae……..ingwie europe tahun piro cak….sampean iki saking tuwone opo wis pikun cak???
      hehehe kudu guyu aq… yowes2 cak aremania kendel teko sby…mangkane tah…malang jadikan barometer rock d jatim…maka anda akan bs saksikan arek sby jg hadir di mlg…
      perkoro ngono ae kog repot….hehehe

      • metal@ hahaha,.bener juga,.nek ket biyen wong malang isok nyelenggarakno pentas musik rock kelas dunia,.mungkin biyen arek suroboyo ngeluruk malang gak pas bal-balan tok yo,.hehe,… yngwee ambek europe ancen tau ng suroboyo,.aku cuma pengen ngetes si totok iki,..hahahaha

    • aku juga selau hadir ketika konser di rampal dan gk lupa q slalu mnyyikn yel bonek dan slalu misui arema
      jadi siapa yg pengecut dan bencong

  16. Saya juga mengalami masa-masanya geng2an jaman konser2 rock, jangankan jaman rock, jamannya break dance aja saya juga masih ingat. Memang banyak thn 80-90 an arek malang ke surabaya nonton konser rock. Tapi saat itu belum ada perselisian antara surabaya – malang. Saya ingat waktu jalan toll pandaan – sby belum jadi, masih berupa jalan kasar, belum di aspal, malah sering saya cangkruk sama arek malang di sidoarjo, trus main trek-trek an di jalan toll yg belum jadi itu. Dulu hal yg biasa buat arek suroboyo melihat kelompok malang ber yel2 di tambaksari nonton sepultura, konser rock-nya Log Zelebour, power metal dll…. intinya sih jaman segitu orang malang, sidoarjo, jombang, kediri, gresik dapat perlakuan yg sama bagi pemuda2 arek suroboyo ketika itu…. Kalau malang sering yel yel.. arema .. arema ….. beda lagi arek kediri, di tambaksari bawa spanduk/ bendera geng Gadiblas, kalau malang ada GAS (Gabungan arek syetan), Gang polehan (arpol) dll. Sementara di surabaya ada geng Riot, Logness, Madas, Besi Tua, Antrax, BH (Bosan Hidup) dan banyak lagi. Intinya semua geng2 di atas baik surabaya, malang, kediri hidup rukun di surabaya sebagai sesama penggemar musik metal. Namun semua berbalik 180% ketika lama2 di biarkan kelompok2 luar kota ini khususnya dari malang nge-lunjak dan seenaknya bikin area di depan panggung dan menguasai tempat strategis. Tepat pada saat konser kantata taqwa, saya ingat betul itu, geng2 arek suroboyo yg awalnya lebih banyak ngayomi justru menyerbu dan menyerang dengan berbagai senjata tajam ke arah kelompok malang, konser yg hingar bingar justru jadi ajang tawuran dasyat, baik saat konser maupun setelah konser di luar stadion. Kelompok malang berlarian semburat di kejar sampai kampung2. Dan keesokan harinya puluhan mayat di jemput di kamar jenasah RSUD Dokter sutomo oleh keluarga2 nya dari malang. Sejak itulah ada dendam surabaya – malang. Jadi kasus nurkiman pada dasarnya imbas dari segala peristiwa tawuran di konser musik itu. Di artikel di atas di tulis tahun 1984 … Bonek dan Ngalamania tawuran …. MANA MUNGKIIINNN itu terjadi, Tahun 84 jaman perserikatan, Saya ingat betul… sangat2 ingat nggak cuman urusan bola, tahun itu juga saya lagi demen2nya idolakan Ellyas Pical hahaha….. tahun 84 mah musuh persebaya Persib, Persija, PSIS, PSMS, PSM, Persipura, Nama PERSEMA masih berkutat di level divisi bawah Perserikatan. PERSEBAYA adalah satu2nya DIVISI UTAMA Wakil Jawa Timur, Sekitar tahun awal 90-an barulah muncul Persegres dan Persema naik kasta ke Divisi Utama. Jadi mana mungkin Bonek – Ngalamania tawuran thn 84 ??? kalau ketemu aja enggak !!. Jika anda menulis berdasarkan ‘kata-nya’ Saya saksi di tahun itu. Wassalam

    • pancen kementus arema iku cak …. wani ne nang kandang tok …. sejarah taek a … wong gk onok nang TKP ae cok …. ero teko brita ae coooookkk

      • Cak……riko iki lek moco seng jangkep talah, lek berita seng nang kene iku sak paket karo seng nang berita sitok’e.nang seng sitok’e akeh saksi2 seng ono nang TKp seng podho komen juga. jadi orang itu jangan hanya dibutakan oleh fanatisme mu pada sesuatu tanpa melihat kenyataan……….

        http://junedoyisam.wordpress.com/2011/05/29/sumber-perseteruan-aremania-vs-bonek/

        Saya sebagai seorang aremania sangat berharap bahwa Bonek bisa memperbaiki diri, dan bukan hanya koar2 saja. buktikan di dunia nyata!

      • nurkiman iku wes picek matane ora usah di sebut maneh,dungani ae..sek untung mek picek,eroh ngono tak bedil matane nurkimbut wakakakaka..ada bonek dibunuh saja wakakakaka..

    • NB# cak bonek waru,…nek sailingku biyen jamane awakdewe jek nom-noman biyen BH iku bosan hidup opo boy horror,..hehe,. nostalgia sepultura,.wakakakakak,..
      nek arek nggone sampean (waru) nek gak salah akeh arek Anthrax karo Exodus yo cak,.hahaha

    • mantap cak penjelasan sampean…ben diwoco yuli semprul karo boloe

      • metal@ mantap cak bonek waru iki ancene,.. seneng aku mocone,. pelaku lawas temen,. nostalgia SARAF (sekelompok anak muda aliran Fals) Suroboyo jaman mbiyen gempur Arema nang tambaksari,..hahaha,..

      • wong wes picek di dungani ae rek,wes mati ta saiki nurkiman wakakakakaka..ada bonek dibunuh saja

    • Bonek Waru@ mantap cak bonek waru, seneng aku mocone,. nostalgia ‘tragedi tambaksari kantata 90′, iling-iling arek-arek SARAF (Sekelompok Anak Remaja Aliran Fals) Suroboyo bersama gangster-gangster suroboyo ngobrak-abrik Arema,.hahaha,..

      • malang ndeso ????

    • wong malang iku wes wes ndeso lo kemero pisan cok

    • ada bonek di bunuh saja wakakakaka..

      • bin maten yeh patek bonek engkok yeh

    • nurkiman iku matane wes picek gak usah disebut2 maneh,sek untung mek picek wakakakakakaka…ada bonek di bunuh saja wakakakaka..

      • arema,lamongan sidoarjo yg deltamania para babu,.. babunya the jakmania,.gak layak hidup di jawa timur hahahahahahaha

      • bonek SMM 1 hati coyyyyy SMM Hooligan 1934 <3

  17. itu yang benar tulisannya bonek ngawi tuh,..benar tuh logo persebaya yang arek suroboyo mangap memang bikinan saudara muhtar dan boediono ilustrator jawapos era 1980an,.., baru-baru ini orang2 malang semakin banyak saja yang ngawur sungawur,.mengklaim bahwa gambar wong mangap itu adalah pejuang asal malang yg besar di lamongan yg berjuang saat perang kemerdekaan dan kemudian dijadikan patung disalah satu sudut kota lamongan. yg saya ingat dulu jawa pos mengadakan lomba spanduk persebaya saat awal musim perserikatan 1989/1990, dan salah satu pemenang dari lamongan dengan mengambil tema salah satunya gambar wong mangap ini yg sudah tenar dimunculkan di jawa pos beberapa tahun sebelumnya. pemenang lain pun banyak mengambil gambar wong mangap ini sebagai logo spanduk,.namun yg dinilai adalah tulisan di spanduk itu sendiri. banyak versi tentang gambar wong mangap ini. arek-arek suporter persebaya dan niac maupun mitra dikawasan surabaya utara mengaku terinspirasi dengan gambar wong mangap ini sehingga menampilkan gambar wong mangap ini di spanduk mereka dengan gaya mereka sendiri waktu itu, yang desainnya dirubah menjadi wajah seorang cak Doel, suporter fanatik persebaya berdarah madura yg dikenal sebagai inspirator para suporter fanatik persebaya di kawasan surabaya utara. daerah surabaya tengah dan sidoarjo konon merubah gambar wajah wong mangap tersebut dengan wajah pemain persebaya seger sutrisno yg terkenal lugas dan staminanya yahud (gak nduwe udel). jadi memang awalnya desain wajah wong mangap itu memang jawa pos yg ciptakan. julukan green force dan bledhug ijo pun jawa pos yg ciptakan. termasuk sebutan bonek. sebutan bonek muncul pertama kali di era liga indonesia 1995/1996. ketika itu arek-arek suroboyo (oknum suporter yg tidak terkordinasi) sering membuat onar ketika persebaya dan mitra surabaya tanding di kandang (selesai pertandingan plat N jadi sasaran, mulai musim memalak pengguna jalan,warung dan warga) maupun tandang (memalak,merusak dan ribut dgn suporter lawan terutama saat tanding di jawa tengah). mulailah wartawan jawa pos menamai suporter surabaya ini dgn bonek (bondho nekad). namun sebenarnya pada perjalanan selanjutnya wartawan jawa pos selalu menyebut suporter “Bonek” pada berita-berita kerusuhan suporter yg melibatkan suporter lain selain suporter surabaya di persepakbolaan nasional. puncaknya saat puluhan ribu suporter surabaya yang mendukung mitra surabaya di senayan tret-tet-tet dan bentrok dengan suporter PSM makassar dan Bobotoh bandung raya di semifinal 4 besar Liga Dunhill indonesia II 1995/1996. yang menjadi pendeklarasian suporter suroboyo adalah bonek adalah saat ketika di senayan oknum2 suporter Mitra Surabaya menjarah pedagang-pedagang di senayan untuk makan dan kemudian mengamuk kembali di sekitaran stasiun pasar senen saat pulang ke surabaya. apalagi ditambah saat perjalanan pulang sepanjang jawa barat (jakarta-cikampek-cirebon) dan terutama di jawa tengah mereka mengamuk dengan melempari rumah2 penduduk dan menjarah pedagang di stasiun. maka koran-koran dan media televisi nasional pun langsung mengangkat besar2 berita ini. seputar indonesia RCTI dan Liputan 6 SCTV lagi gandrung berita kerusuhan saat itu,karena cukup jadi top headlines setelah sebelumnya berita kerusuhan antar preman di pasar tanah abang dan kasus 27 juli 1996 menyedot rating pemirsa di nusantara. jadilah idiom bonek diangkat besar2 oleh mereka mengambil istilah koran jawa pos. terutama koran kompas dan bola yg lumayan besar mengangkat tema bonek ini saat itu. setahun kemudian pada liga kansas indonesia III musim 1996/1997 saat persebaya jadi juara idiom bonek ini semakin melekat dan tak bisa dipisahkan lagi terhadap suporter persebaya. karena oknum suporter surabaya kembali bertindak anarkis seperti setahun sebelumnya saat mendukung mitra surabaya di senayan. meski begitu jawa pos (juga harian surya) tetap pada posisi netral, saya ingat mereka tetap menyebut oknum suporter arema yg anarkis dgn suporter “bonek” setahun kemudian di liga indonesia IV musim 1997/1998. yg kemudian rupanya membuat suporter arema marah karena merasa sebutan bonek sudah terpatri pada suporter surabaya lalu membentangkan spanduk besar bertuliskan “arema bukan bonek but the crazy lion” saat pertandingan leg-2 di gajayana melawan persebaya yg berakhir imbang 1-1 kalo saya gak salah ingat. foto terpampang jelas di halaman satu koran surya saat itu. lambat laun arek-arek suporter surabaya pun menjadi akrab pada sebutan bonek, hingga akhirnya di spanduk-spanduk mereka mulai tertera tulisan bonek pada akhir 1990an, dan pada awal 2000an mengikuti trend lahirnya fansclub2 suporter sepakbola di tanah air, suporter surabaya seakan melegalisasikan idiom mereka sebagai bonek ketika saat PON 2000 di jatim, barisan pendukung kontingen jatim diberi nama Bonek 2000. dan meresmikan fansclub mereka sendiri (pendukung persebaya, Mitra Surabaya membubarkan diri) sebagai bonek mania.

    • Lha sampean iki pendukung Persebaya opo bukan seh, kalo mmg mengaku pendukung persebaya harusnya juga sering2 buka webnya pendukung persebaya, saya/aku/ana/ayas menulis ini juga bukan atas dasar pendapat pribadi tanpa bukti, tulisan ini beredar juga berdasar dari sumber yang juga milik pendukung Persebaya mas/cak, gak percoyo?Sampean buka sendiri aja link berikut;

      http://bajulijo.net/2011/06/karena-logo-adalah-kebanggaan/

      Terus terang saya ingat sekali bahwa logo wong mangap itu adalah hasil dari lomba yang dibikin oleh koran jawapos biyen, sayang sekali ayas kesulitan untuk mendapat referensi ttg itu, cuman saya ingat sekali ttg hal itu, lha berhubung ada referensi dari web milik pendukung Persebaya ya saya pikir kebetulan. kalo anda mengingkari sumber ini, maka anda sendiri berarti tidak percaya dengan sejarah itu sendiri

      • hahaha,.jujur saya penggemar jaman dulu cak,. makanya saya gak seberapa mengikuti aksi-aksi web arek2 suporter jaman sekarang baik bonek maupun yg lain karena saya sudah pensiun nonton bola nasional. aku yo gak sengojo nemu web iki. aku dewe isok ngomong karena mengalami sendiri jaman2 itu cak. sekali lagi logo wong mangap itu bikinan ilustrator jawa pos yg akhirnya dijadikan ikon persebaya saat kompetisi perserikatan bergulir di jawa pos halaman olahraga paling belakang. saat akan bergulirnya perserikatan 1989/1990 jawa pos adakan lomba spanduk persebaya dan yg dinilai adalah makna tulisan dr spanduk itu sendiri, banyak yg ambil gambar logo wong mangap itu ,ataupun lambang persebaya sebagai aksesoris di spanduk. pertandingan pembukaan lawan PSM akhir 1989 saya ingat betul pemenang diumumkan. aku iki arek suroboyo cak, pelaku sejarah dan mengalami sendiri masa-masa tersebut sejak 1987, sampean adoh nang malang gak ngerti opo-opo,.. hehe,. salam damai sepakbola sportif tanpa anarkis,…

  18. kembali ke permasalahan dan tema utama sumber permusuhan arek suroboyo (bonekmania) dan arek malang (aremania), saya sangat sedih pada penulis blog ini dan umumnya pemilik blog2 bertema sepakbola nasional di negeri ini. karena kebanyakan dari mereka baru tau bola dan wawasannya kurang, mengambil informasi dari suatu sumber langsung ditulis tanpa riset. hasilnya banyak tulisan ngawur,tidak benar,tidak ber-fakta,tidak akurat dan valid,bahkan salah dan keliru sehingga membuat bodoh pembacanya yg juga kurang wawasan sepakbola nasionalnya (mungkin karena yg coment masuk kebanyakan ABG). ditulis diatas pada tahun 1967 ada geng pemuda malang di bantai bonek (arek suroboyo) yg memicu dendam membara arek malang. gimana mau mikir tawuran wong jaman segitu makan aja susah. negara lagi gonjang-ganjing G.30.S,.transportasi sulit,.boro-boro mikirin geng-geng-an.apa sudah ada bonek taun segitu. geng-geng pemuda di indonesia itu munculnya era pertengahan 1970an. itupun lebih individualistis (geng motor crossboy) dan kebanyakan di kota besar seperti jakarta. baru pada periode 1980an pertengahan, seiring menjamurnya impor musik rock cadas dan metal ke tanah air, benih-benih gangster muncul. kemudian disebutkan tahun 1984 perang badar bonek vs ngalamania,.seperti kata cak bonek waru di atas, bagaimana bisa bertemu wong persebaya di divisi utama sedang persema di divisi II mungkin atau jangan2 masih di galadesa. dan saat itu suporter pun belum terorganisir,bonek belum ada apalagi ngalamania. penonton saat itu masih santun. bahkan pada era itu kalau niac mitra dan persebaya tanding di tambaksari, banyak arek-arek malang datang ikut mendukung di surabaya. kembali ke topik yang betul itu pada kompetisi nasional perserikatan musim 1982/1983 persema malang promosi ke divisi utama dan tanding melawan persebaya di stadion diponegoro semarang dalam format home tournament. saat itu terjadi tawuran antar pemain kedua tim. sehingga membuat pertandingan dihentikan. persebaya saat itu diperkuat Budi Juhanis,Ferrel Hattu,yongky kastanya,Achmad Thayeb,djudjuk darmanto,hartono dll, persema digawangi maryanto,hartoyo,sugianto,harry ratu dll. namun keesokan harinya saat rombongan kedua tim bertemu kembali disebuah mall untuk berbelanja oleh2, justru guyonan dan keakraban antar kedua kubu yg terjadi. “la iyo rek la wong budal bareng la kok isok tawuran iku loh awakdewe hahaha” (saat berangkat ke semarang kedua tim dilepas gubernur jatim di surabaya). kejadian itupun tidak berpengaruh apapun. orang-orang malang tetaplah pendukung niac mitra dan persebaya saat itu. bahkan orang malang lebih mendukung persebaya atau niac mitra daripada persema. pada perserikatan 1986/1987 masa keemasan persebaya. dahlan iskan pimred jawapos ditunjuk menjadi manajer, maka dahlan pun mulai membuat performance suporter sepakbola surabaya lebih modern. dahlan yg pernah di inggris terinspirasi oleh julukan klub2 di inggris seperti The Reds (liverpool), The Blues (chelsea), The Red devils (MU). maka mulailah beliau menggelorakan di harian jawapos julukan keren squad persebaya saat itu dengan Green Force (kekuatan hijau). juga dimulainya masa pionir istilah tret-tet-tet yg maksudnya mendukung persebaya diluar kandang secara beramai-ramai dan terkordinir. istilah tret-tet-tet diambil dari bunyi terompet pendukung surabaya. saat persebaya lolos ke grandfinal di senayan, koran jawa pos langsung membuka pendaftaran suporter yg ingin ikut berangkat ke senayan mendukung persebaya dengan kolom tret-tet-tet. hal ini mampu mengkordinir secara tertib pendukung surabaya yg sebelumnya selalu berangkat sendiri-sendiri dan menjadi daya tarik yg lebih antusias dari pendukung bola surabaya. menjelang babak grandfinal spanduk suporter persebaya ukuran jumbo terpasang diatas jembatan daerah wonokromo. meniru kreatifitas fans inggris, dahlan iskan melengkapi suporter yg tret-tet-tet dengan kaos hijau,topi hijau dan syal hijau bertuliskan persebaya 87. sayang difinal cak syamsul arifin dkk yg bermain apik kalah dari Ahmad Muhariah,Ribut waidi c.s. arek-arek suroboyo yg lebih mendominasi stadion senayan saat itu sempat emosi, di akhir pertandingan ratusan suporter persebaya sempat mencegat suporter semarang yang ada di tribun atas yg lalu tidak berani turun. (hal ini dipicu gesekan kedua kubu di musim sebelumnya perserikatan 1985/1986 dimana PSIS dianggap sengaja mengalah pada PSM di partai krusial wilayah timur untuk menyingkirkan persebaya agar tidak lolos ke 6 besar di senayan. terlebih menurut pengurus persebaya saat itu yg memantau langsung pertandingan gol PSM lewat bunuh diri bek PSIS Budi utomo sengaja dimasukkan pemain semarang itu sendiri. maka sang pengurus pun mengancam “tunggu tahun depan kalau kita ketemu”). namun koordinasi yang baik antar pendukung dan sosok Dahlan Iskan yg dihormati pendukung persebaya mampu meredam niat anarkis arek2 suroboyo. bahkan suporter persebaya dengan sportif turun ke lapangan dan menghibur para pemain persebaya. tak ada anarkis, justru aksi mendukung persebaya ke jakarta ini jadi seperti hal yg menyenangkan dan bak rekreasi keluarga saja. tentu saja karena banyak orang2 saat itu yg selain fanatisme-nya pada persebaya juga ingin tau jakarta. maklum teknologi informasi dan transportasi era itu belum seperti sekarang. jadi banyak juga orang daerah yg penasaran dgn ibukota. setahun kemudian perserikatan 1987/1988 persebaya mengalami masa puncaknya. dimanajeri duet H.Agil.H.Ali-Dahlan Iskan green force menjadi juara nasional. lewat serangkaian frase-frase krusial (salah satunya sepakbola gajah “balas menyingkirkan PSIS lewat mengalah pada Persipura 0-12 di gelora 10 nopember, juga sepakbola sabun “main mata dengan persija 0-0″ dipartai terakhir babak 6 besar untuk menyingkirkan persib, yang membuat penonton di senayan mengamuk dan meminta uang karcis mereka dikembalikan). difinal kembali tret-tet-tet arek suroboyo menghijaukan senayan menenggelamkan suporter merah persija yg membawa panji2 monas. (suporter persija kebanyakan simpatisan dan artis2 nasional yg dikerahkan pengurus persija saat itu). salah satu spanduk raksasa pendukung persebaya yg menyita perhatian dan selalu setia menemani laga persebaya sejak 6 besar adalah “Biarpun bumi bergoncang kau tetap persebaya-ku”. puluhan ribu arek-arek surabaya dan jawa timur bersuka cita kala itu. namun saat rombongan bus pendukung persebaya yang akan pulang ke surabaya dari jakarta melewati daerah kaligawe semarang, mendadak dicegat dan dilempari batu oleh pemuda setempat. para pendukung persebaya pun turun dari bus dan bentrok tak terhindarkan sebelum dapat diredam aparat keamanan. disinilah mulai tumbuh benih2 hooliganisme pada suporter bola indonesia (juga pengaruh tragedi heysel 1985). jika sebelumnya duel antar suporter lebih ksatria dan lebih individual kini lebih berjamaah. (maka semakin terpatrilah permusuhan surabaya-semarang waktu itu). dilain level pada saat itu di kota malang lahirlah klub Arema malang yg akan berkompetisi di galatama. orang-orang malang yg sebenarnya lebih ber-idiom ke basa kulonan dgn sebutan cah (bocah) malang, mendeklarasikan arema sebagai arek malang. sebuah bentuk penghormatan dan pengaruh budaya arek surabaya yg kuat saat itu yang membuat pemuda malang pun mendefinisikan diri mereka seperti atau mungkin juga sebagai arek suroboyo. pada piala galatama 1989 arek-arek suroboyo yang tret-tet-tet ke stadion sriwedari solo mendukung niac mitra terlibat bentrok hebat dengan penonton lokal solo yg mendukung BPD jateng semarang (rivalitas surabaya-semarang). pada perserikatan musim 1989/1990 tepatnya bulan maret persebaya tampil di final dan akan menghadapi salah satu rival besar Persib bandung. maka tret-tet-tet kali ini pun lebih dahsyat lagi, bahkan arek-arek malang pun ikut ber tret-tet-tet mendukung persebaya. diberitakan lebih dari 10 bus dari malang ikut berangkat ke senayan mendukung persebaya saat itu. ingat spanduk di tribun timur senayan saat final 1990 lawan persib “arema bolone arek suroboyo” yg sempat dimuat di jawapos. seluruh surabaya dan jawa timur berangkat mendukung perjuangan persebaya menghadapi puluhan ribu bobotoh fanatik persib bandung se- tanah pasundan (jawa barat). pertandingan final paling sensasional 120 ribu orang tumpek blek di senayan. pertandingan belum dimulai tawur massal telah terjadi diluar dan dalam stadion, seusai pertandingan yg berakhir dgn kekalahan green force arek-arek suroboyo mengamuk”perang teluk” melawan bobotoh bandung. jaman itu kalau persebaya akan bertanding, bisa dipastikan jalan-jalan dan kampung di kota surabaya akan menjadi lautan hijau karena dipasangi spanduk persebaya pada pagi harinya. pada bulan agustus 1990 ada konser akbar Iwanfals dan Kantata takwa di tambaksari. disinilah awal mula permusuhan arek suroboyo dan arek malang. dimana terjadi gesekan antara pemuda-pemuda arek malang dan arek suroboyo. arek malang dihantam didalam dan luar stadion. bus-bus yg membawa arek malang dihancurkan. bahkan arek malang dikejar-kejar sampai stasiun gubeng oleh arek-arek madura surabaya yg membawa clurit (saat itu lagi musim sikim dan senjata tajam). banyak arek malang yg menjadi korban. arek malang yang tadinya simpatisan berat arek suroboyo (persebaya dan niac mitra) pun menjadi dendam membara pada arek-arek suroboyo setelah kejadian ini.

    • nurkiman sek picek ta matane wakaka eroh ngono tak bedil matane nurkimbut…ada bonek dibunuh saja hahaha…

      • arema,lamongan,sidoarjo deltamania keturunan babu semua,. babune wong jakarta,. gak layak hidup di jawa timur hahahahaha

      • Opo terus bonek iku babune wong Bandung?

      • Opo terus bonek iku babune wong Bandung?hahaha kalo mau ngomong, kumur dulu, biar baunya itu nggak bikin org gilo ndelok cocotmu iku. kita semua wajib ngaca dengan kondisi kita sendiri, sudah benerkah kita ini. beginu menurut mbah ane

      • BONEK itu teman Viking bukan babu … you no

    • ngeri aku moco penjelasane cak green force…pancen sampean bonek lawassssss

  19. NB* setelah promosi ke divisi utama perserikatan PSSI 1982/1983, persema langsung degradasi lagi musim 1984/1985. maka saat itu orang malah pun semakin kuat simpatinya pada persebaya dan niac mitra yang lebih berprestasi dan mewakili nama jawa timur.

    pada perserikatan tahun 1987/1988 syal pendukung persebaya dari jawa pos bertuliskan “persebaya kami haus gol kamu”

  20. NB* setelah promosi ke divisi utama perserikatan PSSI 1982/1983, persema langsung degradasi lagi musim 1984/1985. maka saat itu orang malang pun semakin kuat simpatinya pada persebaya dan niac mitra yang lebih berprestasi dan mewakili nama jawa timur.

    pada perserikatan tahun 1987/1988 syal pendukung persebaya dari jawapos bertuliskan “persebaya kami haus gol kamu”

  21. yo wes, lek bonek gak gelem damai . Aremania gak pernah mundur dari arena…………Salam satu jiwa.

    • lagi-lagi isokke mbajak tapi jago klaim,..mbiyen pemaine niac mitra sing dibajak mulai donny latuperissa,jo goehera dll karo arema jaman galatama 1987/1988,.trus gaya suporter suroboyo sing ditiru suporter arema era 1990an, lalu M.Basri yo dibajak teko Mitra Surabaya pas galatama 1992/1993,. lalu mbajak lagune suporter chile lewat juan rubio diakon-akon sebagai kreativitas aremania,.saiki lagune dan salam khas power metal group rock asal suroboyo “salam satu jiwa” sing dibajak,… hahahaha,..aku salam satu hati satu rasa ae wes IwanFals Saklawase hahahahaha,..

      • YA… ini saya lagi dengarkan satu jiwa punya ppppppppppoooweeeer mmmettaaalll…….
        cobak aremania tanyakan bagaimana kesan ovan tobing slama mc konser di tambaksari….arek sby nguwongno bung ovan…
        satu lagi….lagu terbaru arema salam stu jiwa itu bukannya background musik di film2 hollywood…coba anda dengarkan seksama maka akan mengerti….intinya tu bukan karangan sendiri…nada dan syairnya sudah ada..hanya menambahi aransemen musik dan lirik….wwwwwaaakssss…..njiplak lagi…tp tak akui sampean arema pancen atraktif

    • DAMAI KARO AREMA IKU H.A.R.A.M COK….. SATOE NYALI WANI

      • Wani……………lariiiiiiiiiiiiiii…………..

      • nurkiman sing picek matane iku yo opo saiki,wes ketam ta?eroh ngono tak bedil matane nurkimbut rek rek..ada bonek di bunuh saja wakakakakaka

      • di sana bonek di sini SMM di mana2 qt sodara….. di sana arema di situ the jak ayo teman bonek bunuh mreka la la la lalala lalalala lalalala

        Bonek SMM one heart wani

  22. ayo cak dahlan kami rindu kehadiranmu di tengah2 kami……….

  23. terlalu banyak kisah atau kenangan kami ,,,utk diceritakan kpd kalian, sahabat sahabatku aremania…entah itu pahit atau manis…yang membahas sepak terjang arek suroboyo dalam pentas persepakbolaan indonesia……forza persebaya…bravo arema…

  24. arek suroboyo adlah sejarah….arek suroboyo adlah perjuangan….. arek surobiyo adalah harga diri…..arek suroboyo never die…!!!!

  25. Alaah ojok kakean cangkem tok cok. ! Koen ngomong lek aremania iku cinta damai ! Koen ngomong lek bonek iku perusuh ! Kabeh ngerti lek aremaleng iku provokator.! Kabeh arek sidoarjo ngerti lek Gobes taek iku dibayar karo jancok malang gawe ngadu domba bonek delta.
    SAVIDIKU SINYALMU !
    Jawab en lek koen dudu banci pegunungan !

    • iyo cak…aku sedih arek sidoarjo musuh suroboyo saiki…padal dulur cedek…tp tak akoni ancen dirijen sing jenenge gobis iku provokator…tp arek2 bonek harap instropeksi diri sek …iki semula gara2 boneka urang raksasa ditumpaki boneka bajol cilik pas main nok darjo lek gk salah.. tolong delta bonek awk dewe dulur ceket,ojok sampek diadu domba lebih parah….salut gawe arek2 waru,,arek candi..dlll …

    • piye kabar’e pemainmu sing picek matane sopo jeneng’e nurkimbut wakakakakaka wes matek ta nurkiman hahahahahaha..ada bonek dibunuh saja wakakakakaka..

      • brooo nek ngmong yo di pikir opo bisa mu kui omongn elek tokkkkk ??????

        Bonek SMM 1 hati wani

  26. dasar wong malang senengane memutar balikan fakta lek gak ero iku ojok kemero cok dasarane ndeso ndeso ae cok…..

    • ada bonek dibunuh saja wakakakaka…

  27. kata pak ustad yg mengutip di ALQUR’AN, setan itu hanya menginginkan manusia selalu bermusuan agar setan banyak temannya di neraka kelak, ih serrem…!, ayo rek berdamai..!

  28. dino sabtu 12 mei 2012 aku perjalanan teko kediri blitar lewat malang mulih nang suroboyo.kebetulan mari onok pertandingan antar arema vs persisam digor kanjuruhan arema unggul 1-0 atas persisam.tapi gak aku duga buyaran suporter arema pas lewat dalan sing tak lewati,tepate jalan ngebruk konvoi arema tumpek blek nang dalan mobil avanza sing tak gawe pun tak inggirno gawe ngekeki kesempatan konvoi arema lewat.tapi hal yang tak terduga kedaden salah sijine gerombolan arema provokasi montore bonek….pentungan,jejekan sikil mendarat nang mobil avanza sing tak tumpaki.penyok beret nang body mobil,contoh iki sing nggarai bal-balan gak iso maju suportere isoe mung gawe rusuh.pesenku cak dadio suporter sing gila bola ojok gila sing nang jobone lapangan.cukup aku ae cak sing dadi sasaran nang embong teko suportere arema.

  29. AREMA IKU JANCOK COK JANCOK

    • Cok dewe! hahahaha

    • bonek gembel wakakakakakaka..ada bonek di bunuh saja wakakakakaka..

      • matamu cok yo raimu seng tak pateni

      • bonek AsU+GatheL

      • bin maten yeh jago beeng yeh tapor!!!!!! hidup bonek

    • surabaya degradasiii ,

  30. AREMA NDESOOOOOOOOOOOO

    • kenob ndesooooo..piye nurkiman sek picek ta matana wakakakakaka..ada bonek di bunuh saja hahahahaha

    • Bonek seng ndesoo boyo ompoong isone mek menang bacot dari atas sampai bawahhhh

  31. gendeng kabeeeeeeeeeeeeeeh ……………… forza milan!!!!!!!

    • forza INDONESIA coyyyy hahahahaha

  32. BONEK JANCOOOKK !!
    AREMA JANCOK PISAN !!

    • hahahahahahaha,.. hidup persipura,…

    • wkwkwk hidup malaysia (lhoh)

  33. bonek GateL

    • wes tow ojo podo tukaran opo ngene kui sifat aremania sing gawe ne misuh2

      Bonek SMM 1 hati wani

  34. aremanyg masih muda akan berjaya.. hidup pemuda(AREMA)

    • JANGAN MENCETAK PEMUDA DENGAN WARNA BIRU AREMASU YANG KELAK MEMPUNYAI MENTAL TEMPE

  35. salam satu nyali…

  36. ayas iki wong malang.sak’jane ayas iku malez ndelok arema – bonek iku tawur terus ae.opo untung’e bro…????wez ojo dibahas maneh seng biyen2.kabeh duwe pendapat masing2(g ono seng gelem ngalah).intine malang karo suroboyo iku kan indonesia.dadi g usah mungsuh2an mas bro.arema karo bonek iku kan 2 klompok suporter besar di indonesia(dadi panutan suporter liyane).keras g masalah bro tapi kan harus dalam batas sportifitas.

  37. onok sing nduwe ide gak rek nek nggawe syal AREMA-BONEK
    itung2 gae awal perdamaian arema bonek

  38. pancet ae sing di bahas,bosen sam

  39. AYAS WONG MALANG YO PENGEN AREMA – BONEK IKU DAMAI. . . TAPI LEK SETIAP ORNG G ISO BERFIKIR DEWASA YOK PODO AE GORO..

    MANUSIA IKU SLING MEMBUTUHKAN SAM,CAK. . ELENG G ONOK SENG ABADI NDK DUNIA..

    DAMAI IKU INDAH BROOO… GIMANA MAU MAJU SEPAK BOLA INDONESIA KALO PSSI,SUPORTER,CLUB TIDAK SEJALAN..

  40. ASSALAMUALAIKUM WR.WB.

    AYAS WONG MALANG YO PENGEN AREMA – BONEK IKU DAMAI. . . TAPI LEK SETIAP ORNG G ISO BERFIKIR DEWASA YOK PODO AE GORO..

    MANUSIA IKU SLING MEMBUTUHKAN SAM,CAK. . ELENG G ONOK SENG ABADI NDK DUNIA..

    DAMAI IKU INDAH BROOO… GIMANA MAU MAJU SEPAK BOLA INDONESIA KALO PSSI,SUPORTER,CLUB TIDAK SEJALAN..

    WASSALAMUALAIKUM WR.WB.

    • ., sam ngenh iku gc ngarang damai* nek kn ngurusi egoismu dewe

      Hanya utas kata yg mewakili semua kata ” indah ” jika AREMA & BONEK berjabat tangan

      Ok ta’ nawak

  41. bagus…. damai bermanfaat ditulis oleh pelaku sejarah sepakbola dewasa , bukan seperti sekarang didominasi abg yg pengen konfrontasi , jadi tau sejarahnya . maju terus surabaya , maju terus malang … tanpa konfrontasi

    • seppppp ????

      broooooo say no to showdown

      Bonek SMM 1 hati wani

  42. salam satu jiwa

    THE JAK

  43. arema 87?
    anti bonek jancok.,.,,,.,,.,,.,.,,

    • AGHNI VIKING ANJING

    • aremASUUU……….., singo gendeng yang tak punya taring alias gigis…. beraninya d kandang sendiri…. ..

  44. gak kesel a ker gelut terus? deloken saiki bal2an nasional lg amburadul sakjane momentum apik gawe rekonsiliasi seluruh suporter la kok iki sek mbangga2no jaman lawas ae. gak kiro onok marine iki ker, kabeh pendapatmu iku subyektif dan bias. masio awakmu onok d lokasi kejadian (konser rock, pertandingan, dll) yo pancet ae gak mungkin puluhan ewu wong sing d kono pikirane podo karo awakmu. mesti ae bonek mbanggano suroboyo + persebaya, aremania mbanggano malang + arema.
    masio ayas ancen suporter generasi muda, pengalaman e sek ganok opo2ne dibanding dulur2 sing wes lawas, tp ayas ngajeni nang dulur2. tp iki ganok marine lek podo nostalgia kabeh. yo’po saiki lek kabeh bersatu ae, madep ngarep nyelametno bal2an nasional sing tambah gak karu2an iki. timbang mbangga2no tau ngantemi suporter liyo (mboh knp kok iso bangga dadi korak) mending saiki mbangun bal2an indonesia cek iso berprestasi d dunia cek onok sing pantes dibanggano. gak isin a ker karo negoro2 liyo, mosok negoro 200juta wong kok prestasine 0. oyi ya ker? SASAJI!

    • isin aku karo komen arema yg satu ini …mantap cak

    • ngono yo iso…. Bonek SMM ae 1 hati

  45. salam satu jiwa …aremania kediri barat

  46. bonekkkk jancoxxx by rafly tasik (AREMA TASIK)

    • arema ompong jancoooooxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx!!!!!!!!!!!!!!!!

      • gk bonek zg jancok ah…………?????????

  47. Memang rese BONEK…

    • bonek dihati
      arema dikaki

  48. Viking viking persib

  49. arema danco
    arema asu

    • sepppp ???

      broooooo

    • bonek asuuuuuuuuuuu dancok
      ndesoooooooo puol

  50. KAMI ADA KARNA PANGGILAN JIWA..BUKAN KARNA SALAM SATU JIWA…..BONEKPERSIKONEHEART

    • bukannya karena gorengan? Hahahaha

  51. tuku bakso ne ….ned

    • iki dodolan abab ayas jess, gak dodolan oskab.hahaha

      • dodol abab wes sikatan ta…ned,wkwkwkwk

  52. aremania slalu da di dadaku
    persebaya slalu ada di pantatku
    fuck untuk semua bonekmania

  53. cumah bisa nyimak……tapi yang jelas secara tidak langsung kalian telah mewariskan permusuhan ini pada kami…padahal kami tidak tahu apa2…dan mau tidak mau harus dihadapkan dengan kondisi permusuhan ini…yg sebenarnya tidak kami inginkan…entah sampai berapa generasi lagi perseteruan ini akan berhenti (aremanialicekvoice)

  54. arema itu masih belum sadar aja
    saingan kok sama surabaya
    surabaya itu kota besar banyak gedung2 tinggi
    malang banyak gubuk2 peyot

    • iya, tapi disurabaya banyak para penjarah gorengan

      • Bukan gorengan yg dijarah bro, tp oskab ngalam yg dijarah hahahaha

  55. I love your blog.. very nice colors u0026 theme.
    Did you make this website yourself or did you hire someone to do it for
    you? Plz reply as I’m looking to construct my own blog and would like to find out where u got this from. cheers

    • thanks for the visit and compliment, this blog is my own wake after 2 years of self-taught, and this theme also I can be free of the themes in wordpress, but after that I modified it again, so it looks to be like this. if you are willing to learn, must be able to make a blog like this too

  56. cox a ngilok”no arema??
    Boso walik’an iu bosoku,,
    Darahku iu darah biru,,
    Legk ncen bonek wani kok’ g’ ng markas arema ae??
    Bonek jancok

  57. arema jancokkkkkkkkkkk bonek tetap jaya

  58. BONEX JANCOX!!
    Kalah’an ae gaya,, hahahahaha..
    #SALAM SAK JIWO SAK PEDOTE NYOWO SOKO ROGO

  59. Wes talah sam/cak masio kene bedo werno bedo kuto tapi tolong lek endonesa maen mbok yo di tinggalno biru karo ijone dewe2 opo salae kene iso rukun pas dukung endonesa, aku aremania koncoku bonek yo akeh tapi kene gag tau masalahno,

  60. saran kulo.seng garis keras kumpul o dek perbatasan malang suroboyo,paten paten ono sak legomu.seng garis damai kompol kompol cangrukan bareng,guyon bareng lak enak.

  61. bonek jancox keparat anjink najisss,,

  62. koq mata nurkiman yg kena ketapel aremania gak ditulis ya?padahal itu yg membuat permusuhan semakin menjadi….karena pembiaran terhadap pelaku….yang bijak donk klo mw nulis….

    • baca yang lengkap jess, sampek komen2nya dibaca biar jelas infonya

  63. cuma pengen aremania n bonek bersatu n damai………jadilah supporter yang cerdas n berpikiran dewasa.
    apa untung nya kita bermusuhan sesama jatim……..jangan mengandalkan fanatisme buta……inilah penyebab prestasi bola jatim hancur.kalian telah di adu domba brow.sadarlah kawan….renungkanlah sekali lagi……damai itu indah brow….

  64. bubar ae bal2an,gak taek2an.

  65. q arek suroboyo yg cnta damai q ingin bonekku dan teman2 arema saling berpelukan buat citra damai dijawa timur dendam membawa petaka q yakin kalian bisa buat ap nmer satu tp sll berseteru berjuanglah persebaya dan arema bangkitkan kedamaian…..

  66. ASUUUU aremaLING,.,.,.

    G taw diri raimu C0k

  67. sing ngarai bonek_arema tawur iku arek mbilar la bonek e arek meduroo>>>>>yok opo nek arema bonek sweeping arek meduro karo arek blitar>>>>>>>>.

    • provokatrok maneeeeeeeeeh……..

  68. jancok matamu…….nek g onok bonek …paling makmu saiki dadi balonn’e kompeni cokkk…..ngertia raimu cok…..

    • jaman biyen memang jiwa pahlawan mereka bisa diakui dunia, karena musuh mereka satu, belanda, bukan aremania. ganok hubungane dengan jaman sekarang. pahlawan jaman dulu jika melihat kondisi penerus mereka menjadi seperti saat ini ayas yakin mereka juga menyesal.
      Fanatisme brutal mereka saat ini yang membutakan mereka sehingga menjadi seperti ini. Bonek (jaman biyen ganok bonek), ayas adalah salah satu pengagum Persebaya, ayas adalah salah satu penyuka green force, tapi tidak dengan “bonek”, kenapa, karena mereka dengan segala kelakuannya ayas telah menganggap mereka brengsek!

      • green force iku jaman biyen cok….saiki iku bonek….raimu ngerti opo….bonek2 nang ndhi2 g butuh d kawal….persebaya maen yo mesti onok bonek….koen ate koment opo ae g ngoros cok….bonek asli duwe id card cok…nek koen g seneng bonek gara2 seneng gae rusuh.. iku dudu bonek cok…iku oknum seng ngaku2 bonek…

      • percoyo lek oknum cok……eh cak…..oknum berjamaah……..contone pas nang kediri iku yoh, oknum berjumlah 146 ekor boneng seng upacara nang kantor polisi kediri

  69. 1996, ketika revolusi baru dunia supporter sepak bola di Indonesia diawali
    dari AREMANIA dengan mengadakan tour ke kandang bajul ijo dipimpin oleh
    Letkol Sutrisno (Dandim Malang) yang juga mantan pejabat dilingkungan Kodam
    Brawijaya. Inti dari AREMANIA adalah menghapus citra bonek, dengan bertindak
    santun, sportif, kreatif dan damai namun “tour maut” ke surabaya, di sana
    tidak mendapat respon positif dari bonek bahkan dilawan, diejek, dihina,
    diprovokasi, tapi AREMANIA mendapat acungan jempol dari Agung Gumelar,
    Gubernur Jatim dan petinggi PSSI yang had irsaat pembukaan pertama partai
    persebaya vs Arema di 10 November surabaya dengan hasil 0-0. Disini sejarah
    mencatat, bahwa kandang bonek yang terkenal biadab, pertama kali disinggahi
    oleh supporter era baru AREMANIA. Meskipun secara kuantitas AREMANIA kalah,
    namun secara kualitas, secara politik AREMANIA telah memenangkan perang
    melawan kejaliman, 10 Nov surabaya menjadi saksi.

    Karena AREMANIA ingin merubah citra Jawa Timur dari tindakan tidak terpuji
    bonek, hanya dengan merevolusi citra supporter maka kebenaran dapat
    ditegakkan bonek akan dapat dimusnahkan dari bumi Indonesia. Prinsip Arek
    Malang, untuk menghancurkan kejaliman tanpa kekerasan ialah dilawan dengan
    tindakan sportif, maka AREMANIA mendatangi jantung bonek di surabaya sebagai
    pusatnya.
    >
    Pada pertandingan berikutnya di Malang ada spanduk “AREMANIA BUKAN BONEK”
    dihead line surat kabar SURYA, BHIRAWA, JAWA POS. Disini tingkat permusuhan
    terjadi pada titik tertinggi karena bonek tidak bisa selamanya berkuasa,
    sebab ada lawan yang tidak dapat ditundukan. Meskipun demikian AREMANIA
    tetap dicap sebagai biang keladi tawuran oleh Jawa Pos karena tindakanya
    mempertahankan diri dari ulah bonek. Saat itu hanya AREMANIA satu-satunya
    yang berani melawan kebiadaban bonek, meskipun secara politik di Jawa Timur
    tidak didukung oleh pers terutama Jawa Pos, namun karena tindakan AREMANIA
    yang terus-menerus melawan citra negatif bonek akhirnya perlawanan ini
    mendapat dukungan dari media masa nasional (Kompas, Tempo, Media Indonesia).

    • lucu moco tulisan2e arek malang jaman saiki. Penuh propaganda, sombong, congkak dan selalu akon-akon. Arema satu2nya yg berani melawan kebiadaban bonek..? Wong arema jaman iku suporter kecepit nang jatim. Aku asli jombang. Gak ada ceritanya bro arema bisa mengalahkan suroboyo. Suroboyo iku dimiliki dan dicintai rakyat se-jatim. Sedang arema hanya se-malang raya. Jaman biyen nek 6 besar ng senayan arek malang mesti teko dukung persebaya. bengok2 aku arek malang cak, aku dukung persebaya cak..!

      • iku lak jaman biyen a cak?saiki?

  70. korban arek malang ancen akeh waktu sobo suroboyo pas acara2 konser, soale seng budal iku arek gank2,ora dadi sak rombongan. wajar lek dadi bulan2an ndek kono,jelas kalah jumblah karo kompak e, wong ndek malang dewe bacokan antar wong malang sek rame,podo kocar kacir e.mek saben acara konser ndek sby, masio bentrok bolak balik, tetep akeh seng ladub. dadi omongane greenforce iku setengah bener,tapi iku lak versi dek e. korban arek sby dewe yo akeh bos ndek gubeng iku,ayas eruh lha wong ayas duwe dulur ndek gubeng airlangga.konser hallowen iku arek malang bukan ga wani teko, tp ndek malang dewe kultur rock wes ga tenar maneh, ga koyo suroboyo. ndek malang wes rame musik british. dadi ojo salah tanggap bhw arek malang ga wani oket, tp ancen akeh seng ga minat. ndek pulosari ae pusat e acara rock wes dadi kumpul e arek british.

  71. sudah sodara jngan ribut, kiamat sudah dekat

  72. gae bonek, tolong telponen aku saiki, g usah kakean cangkem, ketemuan ae karo aku,paten patenan karo aku ae, percuma ngmng dowo ndk kene yo mek wani selet wedi rai iku jenenge, ketemuan ae ambek aku, sak karep njaluk ktmuan ndk ndi, ndk suroboyo yo monggo, ndk ndi wes sak karepmu,pokoe g ndk malang, soale malang bukan tempat kotor,malang kota suci,iki nomerku
    085755738340

    • le,.le,. digolekki makmu le,. kono sikatan sik le,.. ambek ojok lali nimbo banyu,..soroh mungsuh cah ndeso gak tau sekolah iki ancene hahahaha,…

      • salam bonek nusantara>>>>di ingatkannn untuk aremaa>>>>tdk ada sejarah sampai kini jiwa2 lu itu sbagai pemimpin di nusantaraa<<<<<<mafia bawah tanah>>>>>tak aakan [ernah kau munguasai suroboyo…..ingatttttt >>>>.i love suroboyo>>>>>.malang kota provokatorrrrrrr>>>>>>

  73. Di tahun 80 -90 an, Yang tret tet tet bayar namanya Suporte Green Force. Yang sebagian kecil tidak dikoordinasi nekat dengan modal pas2an berangkat ke Jakarta nggandol sepoor, itu namanya Bonek. Jawa Pos yang menamakan itu.

  74. pokok yang namanya bonek kalah dari segi apapun dengan yang namanya aremania…. hwakakakakaka….

    • hahaha,. lucu-lucu anak-anak desa cah malang kuwi,. sekolah sik le sing pinter cek gak primitif ya,..

  75. I don’t leave a response, but after reading through a lot of responses on Sumber Permusuhan Aremania vs Bonek (Others Version) | Kosim Junaedi. I actually do have 2 questions for you if it’s okay.
    Could it be simply me or does it seem like a few of
    these comments come across like they are left by brain dead visitors? :-P And, if you are posting at additional online social sites, I’d like to follow anything fresh you have to post. Would you post a list of every one of your social networking pages like your Facebook page, twitter feed, or linkedin profile?

    • happened to my blog is about the world of supporters, so natural that a lot of interaction going on here. do not be surprised, therefore studied Indonesian, let me understand what we are discussing here

  76. I think everything wrote was actually very reasonable.
    However, think on this, what if you added a little information?
    I am not saying your content is not solid, but suppose you added a post
    title that grabbed folk’s attention? I mean Sumber Permusuhan Aremania vs Bonek (Others Version) | Kosim Junaedi is a little boring. You could look at Yahoo’s front page and see how they create article headlines to grab people
    interested. You might try adding a video or
    a related picture or two to get readers interested about everything’ve written. Just my opinion, it might bring your blog a little livelier.

    • in my blog which is a free-based memory certainly has limitations, so I was a bit limiting any video or images. thanks for the suggestion critique

  77. Menurut analisa saya, blog ini :
    1. Mencari Sensasi
    2. Menguak Sejarah
    3. Membanggakan salah satu daerah
    4. Ingin Laku
    5. Yang nulis pengangguran
    6. Yang komen juga (termasuk saya)
    7. Karena Lapar
    8. Tiak punya uang
    9. Cari pacar
    10. Cari gebetan

    • helloooo……mas brow, anda bisa melihat profil ane di halaman depan, ane bukan pengangguran mas, ane kerja, uang?hehehe gak sombong, blog ane free, utk internetan ane pake provider yang juga ane bayar pribadi. sembrangkangan menuduh ente……….

  78. malang Gak ndue isin Yo persebayaVspersema Suporter E malang Di Sambut karo Bonek Apik Apik Saiki air Susu dibalas dengan air aki Pass persemaVspersebaya lak2 Bonek Wez Teko nang Stadiun ne Malang Saiki Ndi Buktine Bonek Gk Di sambut apik Blas

    Kalo Siang Aremania Kalo Malam arek Waria AremaJancok Di Bunuh saja

    • hust, anak kecil gak boleh mesoh2…….sudah pulang dulu sana, mandi, cuci tangan cuci kaki bobo……

  79. mas, sampeyan juga kalau bikin berita lebih baik jika lebih netral.
    saya lihat di tulisan diatas lebih banyak yg njelek2an bonek ataupun persebaya

    • kalo bonek sudah kayak gitu masak mau di jelek2an lagi………
      Mana judul postingku yang menjelekkan persebaya?

  80. sing nggawe berita arek wingi sore sing sek umbelen. ngawur cok

    • Masalah buat lo? Hahaha….masio rek,sumosi yoh sumosi,tp lek komeng mbok yah yang pas.mau lihat propil pemilik blog,silahkan lihat secara detail,ada biografinya koq.

  81. semula aku fans club AREMA. tidak aku sangka pada suatu saat aku mau nnton arema d kanjuruan .. aku d hadang sama2 suporter arema d bendungan selorejo, . aku kira mereka mau jalan bareng sama kami yang dari BLITAR.. eh tidak di sangka ternyata mereka malah memalak saya.. dompetku pun melayang begitu saja d tangan suporter yang memakai kostum biru spertiku
    … sontak dalam hatiku mengatakan ” JANCOK…. TAG KIRO LAG PODO AREMA DULUR, TIBAKNO ASU, DULUR APUS-APUS TAEK DANCOK, AKU LORO ATI KARO AREMA, ZONGALAH , TIBAKNE SEDULURANE AREMA KUI POD SEDULURANE ASU ”
    langsung ae aku ngobong klambi sing tak gawe nang perbatasan blitar-malang kui amargo kekecewaanku.. lan saiki aku dadi bocah BONEK, SING NGERTI MAKNANE SEDULURAN, SING ENDI LORO SIJI WAE, KABEH NGRASAAKE, LAN PENAG SIJI PODO KARO PENAG E KABEH”., aku terharu karo sedulurane BONEK, nang endi-endi wae POKOK IJO BONEK MESTI SEDULURAN, ORA KOYO aremASU SING SEDULURANE KOYO KEWAN (AREMA JANCOK) GREEN FORCE KANGGO aremASUUUUUU

    AKU ISO NGRASAKNE SEDULURAN SOLID LAN LOYALITAS TANPO WATES NANG SEDULURANE BONEK

    • Hahaha tangi hoi,ojo ngipi ae.masio koen ngoceh model manuk kaceren kabeh mesti ngerti,seng kelakuane model ngono iku yoh sopo. Boneeeeeng……

  82. sing nggawe blog iki kerungu” sarjana, tapi sarjana kok gak ketok blas nek arek pendidikan. iki sarjana kentir, cangkeme arek” ABG kok yo diladeni. oalah dasar orang” desa,..

    • sek talah mas berow, seng ketok emange apane? terus ada yang salah dengan posting ayas ttg sumber permusuhan Aremania dan Bonek? perasaan semua juga adalah data dan fakta yang bisa dipertanggung jawabkan? kalo iri monggo, tp jangan skeptis mas brow.

  83. .aku bonek. .masio aku bonek,tapi aku ra pegel karo aremania. .aku pengen bonek aremania damai. .seng salah seng endi,seng bener seng ndi,ora usah nyalahne siji”. penak’e damai ae. .gak usah geger”an cak. .dijotos loro. .masio geger menang ojo bangga. mergo seng kalah bakale nyelok bolo seng akeh. ben iso ngalahne seng menang. .lek ezt ngono kwi urusane maleh kedowo”. .uwes tow Cak gak usah geger”an maneh. .kabeh enek pener’e. yow kabeh onok salahe. .

    “DAMAI LEBIH BAIK”

    .maaf bila ada kata” yang menyinggung Bonek atau Aremania. saya minta maaf. sekali lagi saya minta maaf…

    • setubuh cak brow…..mbois pikir riko

      • .suwon cak juned…

  84. BONEK JANCOK,,,DIBUNUH SAJA

  85. gimana arek bonek harus damai ama arewaria djancok,klau banyak suppporter bonek yang dibunuh oleh arema djancok, lo ingat bonek mau nyerah gitu aja, bagi gue arema itu supporter paling djancok di seluruh indonesia, dasar asu?

  86. halah munafik orang malang bisanya cuman wani selet coook
    kapan tau away ning tambak sari. taek ta…
    coook ketoro nek ndabbrus…..
    virus damai taeeeek pots mu koyo jancoook aluuus tapi biadab asuuu koen coook

    • arema jancok mas bro

      by=bogem

  87. jaya persebaya ku , maju tanpah mundur

  88. haha.. BONEK MEMANG JANCOK.. VIKING ANJING..! AREMANIA ! SASAJI..

  89. aq bonek sak matek’e

  90. bonek iku gag tau malu sadar blok2

  91. hahaharemaa !!

  92. arema ancene mboneancok

  93. bonek slalu menang dan gugh akan kalah lgie

  94. arema gugh taw malu


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Aremania Balikpapan

  • Twitter Terbaru

    • "@FaktaGoogle: Waktu yang dibutuhkan lemak untuk mencapai pinggang setelah makan adalah 3 jam." 13 hours ago
    • Waktu yg tepat minum teh adalah 2-3 jam setelah makan besar. Minum teh langsung setelah makan besar adl salah satu penyebab kekurangan gizi. 13 hours ago
    • Kata 'school' berasal dr bhs yunani yaitu kata 'skhol',yg artinya waktu senggang.Di Indonesia berasal dari kata sekul yg artinya sego/nasi 16 hours ago
    • @FaktaGoogle:Di Islandia ada museum penis (Icelandic Phallogical Museum).Tahukah Anda,hampir 60 persen pengunjung museum penis adalah wanita 17 hours ago
    • "@FaktaGoogle: Di desa Kreung, Kamboja, seks pra-nikah adalah suatu tradisi.Bahkan setiap Ayah membangun gubuk khusus mesum untuk putrinya." 17 hours ago
  • Follow junedoyisam on Twitter
  • Pendelok

    • 302,166 wong
  • Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

  • My Family

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 245 pengikut lainnya.