Terima Kasih Rumah Sakit Islam Gondanglegi (RSIG) Malang

Semua dimulai dari aku lulus dari kuliah, yaitu di Akper Muhammadiyah Malang bulan november tahun 2001. Jadi aku adalah seorang perawat sekarang, maka aku berusaha untuk mencari kerja sebagai perawat juga, masak mau jadi pilot. Itu sih Jaka Sembung naik ojek, gak nyambung jek. Tapi ternyata setelah aku kirimkan beribu lembar surat lamaran (yaaa nggak segitunya) ke berbagai instansi yang ada hubungannya dengan bidangku, dalam waktu 3 bulanan baru aku mendapatkan satu-satunya (satu-satunya? Parah….!) panggilan untuk interview disebuah rumah sakit yang letaknya ada dipinggiran kota Malang di ibukota Kecamatan Gondanglegi. Kubilang satu-satunya, karena aku memang tidak pernah mendapat panggilan untuk kerja, yaaa mungkin karena nilaiku kuliah condong pas-pasan dan sedikit kurang dari rata-rata (kurangnya sedikit aja lho, ingat!). Rumah Sakit Islam Gondanglegi (RSIG) namanya. Setelah melalui berbagai test calon karyawan, akhirnya aku lulus dan menjadi karyawan RSIG beserta 4 orang lainnya. Salah satunya adalah teman kuliahku satu kelas Toyibah Rosita (Ita) namanya, anak mantan pak camat, dulu tinggal di Blimbing. Pertama kali aku kerja dulu dari rumahku Karangploso sampai Gondanglegi aku pulang pergi dengan menunggangi motor jambret kesayanganku dulu (RX King) boncengan dengan Ita setiap hari. Tapi karena waktu itu gajiku 300rb dan sedangkan untuk minumnya kuda besiku memerlukan bensin 10liter untuk sekali jalan, jadi pulang pergi habis sekitar 20liter, dengan harga bensin waktu itu kalo nggak salah 700 rupiah. Kalo dikalikan 20liter!bangkrut! Yaaa ini karena mesin kuda besiku ini sudah setingan jambret jadi boros. Akhirnya aku putuskan untuk nge kos, kos ku satu rumah ama Ita. Satu bulan waktu itu Cuma 50rb, lumayan lah untuk menekan biaya hidup. Direktur RSIG namanya dr. Ansori, dia sudah tergolong berumur, tapi wibawa dan ketampanannya masih terlihat di raut wajahnya (Ini lho pak njenengan tak elem, he he he ). Di RSIG aku pertama ditugaskan di ruang operasi yang biasa disebut dengan ruang OK. Di ruang OK aku bertugas selama 3 bulan. Di sana aku dines bareng teman yang namanya Rohman, Pak Taji, Rika, Denier, dan kadang ada Yuni kriting yang mbantu. Aku lalu dipindahkan tugaskan ke ruang Unit Gawat Darurat (UGD). Di ruang UGD inilah sejarah dimulai. Di ruang UGD aku di kepalai oleh seorang cewek, dia menurut versi cerita orangnya sih dianggap kethus, cerewet, dan lain-lain deh, pokoknya yang serem-serem kayaknya ada sama dia. Namanya Yuliana Ning Hamamah, disana panggilannya Lilik dan mendapat julukan singonya UGD. Yaaa mungkin karena sangking seremnya, uuuuhhh atut, AUUUUMMM…..! Setelah aku mulai kerja di lingkungan UGD, semua yang orang ceritakan tentang Lilik tak rasakan seperti biasa aja, tidak ada kesan Lilik itu serem, menakutkan, kethus dan lain sebagainya. Malah yang tak rasakan dia suka ngajari tentang kerjaan dan enak diajak komunikasi, pokoknya jauh deh yang orang ceritain. Malah yang bikin aku kagum ama kepala ruangku ini adalah dia bisa memimpin anak buahnya yang nota bene dia adalah kepala ruang yang masih muda, tapi kru UGD ini anggotanya kompak. Contoh aja, kalo ada teman dines yang lagi sibuk, maka yang lain bahkan yang lagi libur turun ke UGD untuk mbantu. Perlu diketahui bahwa kita mbantu ini bukan dengan hitungan kerja lembur atau apa, semua gratis dan sukarela. Karena dari pihak RSIG tidak memberikan fasilitas lembur untuk yang gitu (itu dulu, mungkin sekarang tidak sih). Kru UGD yang ada saat itu ada Yuni kriwul, Khusnul, Islam, Erfan, Ani, dan aku sendiri (mungkin masih ada yang lain yang aku lupa untuk aku sebutin, sorry yaaa). Dengan kondisi ruang kerja yang nyaman, akhirnya aku betah di UGD. Tapi 6 bulan kemudian ada wacana akan ada rolling dinas, jadi aku akan dipindah ke ruang lain, dan aku merasa tidak terima. Akhirnya aku ngomong ama kepala ruangku, kalo sampai aku dipindah aku akan mengundurkan diri saat itu juga. Keesokan harinya pas ada meeting antar kepala ruang dangan manajemen RSIG, ada keputusan aku memang akan dipindah keruang lain, akupun komitmen dengan apa yang aku omongkan, hari itu juga aku mengundurkan diri. Waktu aku menghadap ke ruang direktur dan menyampaikan bahwa aku akan mengundurkan diri, ternyata direktur dengan tidak menanyakan lagi alasannya langsung aja menyetujui pengunduran diriku. Waaah pak direktur ternyata sudah bosan dengan karyawan yang satu ini pikirku! Akupun tahu diri, pas deadline tanggal terakhir kerjaku aku langsung kabur. Yang pasti juga aku pamitan, masak kabur begitu aja… Ada cerita satu orang yang telah sangat banyak sekali memberi ilmu dan pengalam kerja. Dia waktu itu menjabat sebagai kepala ruang rawat inap, ruang dahlia. Namanya Pak Boing, kalo nggak salah artinya rebo pahing. Sorry lho pak kalo aku salah mengartikannya, he he he .Beliau waktu aku hari pertama masuk kerja menawariku mau dibikinkan klinik untuk buka praktek, dan aku sangat senang minta ampun sekaligus takut untuk menerimanya. Gimana nggak takut, wong aku baru aja lulus kuliah, jadi yang namanya istilah-istilah medis sangat minim sekali pengetahuanku. Tapi setelah beberapa lama aku ikut beliau waktu buka praktek, akhirnya aku punya sedikit keberanian untuk buka klinik sendiri walau masih dalam pengawasan pak Boing. Dan aku sambil kerja di RSIG aku nyambi buka klinik sendiri di daerah Sepanjang, Gondanglegi. Seiring aku keluar dari RSIG, karirku diklinik juga habis (waduh kayak kerja diperusahaan gedhe aja). Terima kasih untuk pak Boing, karena bimbinganmu aku banyak belajar tentang kemandirian dalam bekerja. Contoh aja, masalah menyunat, menjahit luka dan tentang perawatan pasien geriatric (perawatan para manula), dan masih banyak lagi yang kupelajari dari sampean. Dan khusus minta maafku kalo selama aku ikut sampean banyak hal-hal yang kurasa kurang enak dihati sampean dan mungkin mbak Ida (ini istrinya pak Boing). Jadi total aku kerja di sana sekitar 9 bulanan saja, tapi begitu buanyak kenangan yang tidak dapat aku tuliskan semua disini. Intinya aku mau berterima kasih sebanyak-banyaknya kepada pihak RSIG, baik dari manajemen atau pun teman-temanku yang telah memberiku kesempatan untuk bekerja dan menimba pengalaman disana. Karena RSIG lah yang telah mengajariku bagaimana orang kerja itu. Maklum aku kan juga baru lulus kuliah saat itu. Kalo nggak lupa jajaran pejabat RSIG waktu itu antara lain ; Direktur : dr. Ansori Wadir : dr. Heny SDM : drg Diah Apotik : Nyonya Silvie ethes tur centil, tapi ayu (asli ayu!) Ka. Parawatan: Mbak Eny Wa. Perawatan : Mbak rohmah Ka. Rawat Jalan : Bu Janti Ka. Ruang Kaber : Bu Sekar Ka. Ruang Anak : Bu Sri Wayati Ka. Ruang Dahlia : Mas Andi Ka. Ruag Anggrek : Esti Putri Ka. OK : Pak Taji ada lagi teman-temanku lainnya : Imam Pi’i, Mas Yus, Khusnul menyel (sekarang ada di tengah hutan kalimantan juga), Ida, Mbak Nita (ini konconya mbakku kandung mbak Iza), Mas Wawan dan Mbak Erni (bojonya), Denier (dulu sering digodain dr. kandungan dr, Sar…..), Rohman ndut, Tante Chun, dr. Yuni, Rika, ada lagi jajaran security Pak Ngadiono, Wahibul brengos (sekarang ada di Kalimantan juga dan masih sering nyambangi aku dirumah Balikpapan), dan masih buanyak yang aku sdh lupa nama-namanya, sorry lho yaaa. Habis sudah 6 tahun yang lalu sejak aku menulis ini. Makasih semuanya dan semoga RSIG tetap jaya abadi dan bisa terus berkembang, amiiiieeeeen……. Sebenarnya muasih buanyak yang mau aku tuliskan di sini, akan tetapi karena keterbatasan ingatanku (he he he pikun yaaa?) aku tidak bisa menuliskan semua. Aku berharap ini sedikit dapat mewakili cerita pengalamanku di sebuah rumah sakit yang pertama aku pijak sebagai karyawannya . Posting ini aku buat sebagai bentuk rasa terima kasihku buat RSIG yang telah mempercayai aku sebagai karyawan, padahal aku dulu bisa dibilang orangnya agak brengek. Sekali lagi terima kasih RSIG. Salam Satoe jiwa!

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s