Asal-usul dan Sejarah AREMA

AREMA!Sebagai orang Malang siapa yang tidak kenal dengan klub bola yang satu ini. Sebuah klub bola milik swasta PT Arema Indonesia yang sangat di kagumi oleh warga seluruh Malang raya dan bahkan penggemarnya yang sangat di kenal dengan sebutan Aremania telah beredar di seluruh jagad raya. Akan tetapi, tentang sejarah dan asal usul tim ini mungkin tidak semua orang, bahkan aremanianya pun mungkin juga tidak tahu. Maka kesempatan kali ini saya mencoba mencari referensi yang menuliskan tentang asal usul dan sejarah dari Arema itu sendiri.

Asal-Usul Sejarah AREMA. Nama Arema adalah legenda Malang. Adalah Kidung Harsawijaya yang pertama kali mencatat nama tersebut, yaitu kisah tentang Patih Kebo Arema di kala Singosari diperintah Raja Kertanegara.  Prestasi Kebo Arema gilang gemilang. Ia mematahkan pemberontakan Kelana Bhayangkara seperti ditulis dalam Kidung Panji Wijayakrama hingga seluruh pemberontak hancur seperti daun dimakan ulat. Demikian pula pemberontakan Cayaraja seperti ditulis kitab Negarakretagama.Kebo Arema pula yang menjadi penyangga politik ekspansif Kertanegara. Bersama Mahisa Anengah, Kebo Arema menaklukkan Kerajaan Pamalayu yang berpusat di Jambi. Kemudian bisa menguasai Selat Malaka. Sejarah heroik Kebo Arema memang tenggelam. Buku-buku sejarah hanya mencatat Kertanegara sebagai raja terbesar Singosari, yang pusat pemerintahannya dekat Kota Malang.

Sampai akhirnya pada dekade 1980-an muncul kembali nama Arema. Tidak tahu persis, apakah nama itu menapak tilas dari kebesaran Kebo Arema. Yang pasti, Arema merupakan penunjuk sebuah komunitas asal Malang. Arema adalah akronim dari Arek Malang.Arema kemudian menjelma mejadi semacam “subkultur” dengan identitas, simbol dan karakter bagi masyarakat Malang. Diyakini, Arek Malang membangun reputasi dan eksistensinya di antaranya melalui musik rock dan olahraga. Selain tinju, sepakbola adalah olahraga yang menjadi jalan bagi arek malang menunjukkan reputasinya. Sehingga kelahiran tim sepakbola Arema adalah sebuah keniscayaan.

Kesebelasan Arema (Arema Football Club/Persatuan Sepakbola Arema nama resminya) lahir pada tanggal 11 Agustus 1987, dengan semangat mengembangkan persepakbolaan di Malang. Pada masa itu, tim asal Malang lainnya Persema bagai sebuah magnet bagi arek Malang. Stadion Gajayana –home base klub pemerintah itu– selalu disesaki penonton. Di mana Arema waktu itu ? Yang pasti, ia belum mengejawantah sebagai sebuah komunitas sepakbola. Ia masih jadi sebuah “utopia”.Adalah Acub Zaenal yang kali pertama punya andil menelurkan pemikiran membentuk klub galatama. Jasa “Sang Jenderal” tidak terlepas dari peran Ovan Tobing, humas Persema saat itu. “Saya masih ingat, waktu itu Pak Acub Zaenal saya undang ke Stadion Gajayana ketika Persema lawan Perseden, Denpasar,” ujar Ovan. Melihat penonon membludak, Acub yang kala itu menjadi Administratur Galatama lantas mencetuskan keinginan mendirikan klub galatama. “You bikin saja (klub) Galatama di Malang,” kata Ovan menirukan ucapan Acub. Beberapa hari setelah itu, Ir Lucky Acub Zaenal –putra Mayjen TNI (purn.) Acub Zaenal– mendatangi Ovan di rumahnya, Jl. Gajahmada 15. Ia diantar Dice Dirgantara yang sebelumnya sudah kenal dengan dirinya. “Waktu itu Lucky masih suka tinju dan otomotif,” katanya. Dari pembicaraan itu, Ovan menegaskan kalau dirinya tidak punya dana untuk membentuk klub galatama. “Saya hanya punya pemain,” ujarnya. Maka dipertemukanlah Lucky dengan Dirk “Derek” Sutrisno (Alm), pendiri klub Armada ’86.Harus diakui, awal berdirinya Arematidak lepas dari peran besar Derek dengan Armada 86-nya. Nama Arema awalnya adalah Aremada-gabungan dari Armada dan Arema. Namun nama itu tidak bisa langgeng.

Beberapa bulan kemudian diganti menjadi Arema`86. Sayang, upaya Derek untuk mempertahankan klub Galatama Arema`86 banyak mengalami hambatan, bahkan tim yang diharapkan mampu berkiprah di kancah Galatama VIII itu mulai terseok-seok karena dihimpit kesulitan dana. Dari sinilah, Acub Zaenal dan Lucky lantas mengambil alih dan berusaha menyelamatkan Arema`86 supaya tetap survive. Setelah diambil alih, nama Arema`86 akhirnya diubah menjadi Arema dan ditetapkan pula berdirinya Arema Galatama pada 11 Agustus 1987 sesuai dengan akte notaris Pramu Haryono SH–almarhum–No 58. “Penetapan tanggal 11 Agustus 1987 itu, seperti air mengalir begitu saja, tidak berdasar penetapan (pilihan) secara khusus,” ujar Ovan mengisahkan. Hanya saja, kata Ovan, dari pendirian bulan Agustus itulah kemudian simbol Singo (Singa) muncul. “Agustus itu kan Leo atau Singo (sesuai dengan horoscop),”imbuh Ovan. Dari sinilah kemudian, Lucky dan, Ovan mulai mengotak-atik segala persiapan untuk ewujudkan obsesi berdirinya klub Galatama kebanggaan Malang. Segala tetek-bengek mulai pemain, tempat penampungan (mess pemain), lapangan sampai kostum mulai diplaning.Bahkan, gerilya mencari pemain yang dilakukan Ovan satu bulan sebelum Arema resmi didirikan.Pemain-pemain seperti Maryanto (Persema), Jonathan (Satria Malang), Kusnadi Kamaludin (Armada), Mahdi Haris (Arseto), Jamrawi dan Yohanes Geohera (Mitra), sampai kiper Dony Latuperisa yang kala itu tengah menjalani skorsing PSSI karena kasus suap, direkrut. Pelatih sekualitas Sinyo Aliandoe, juga bergabung.Hanya saja, masih ada kendala yakni menyangkut mess pemain. Beruntung, Lanud Abd Saleh mau membantu dan menyediakan barak prajurit Pas Khas untuk tempat penampungan pemain. Selain barak, lapangan Pagas Abd Saleh, juga dijadikan tempat berlatih. Praktis Maryanto dkk ditampung di barak. “TNI AU memberikan andil yang besar pada Arema,” papar Ovan.Sempat ada kendala, yakni masalah dana –masalah utama yang kelak terus membelit Arema. “Kalau memang tidak ada alternatif lain, ya papimu Luk yang harus mendanai,” jelas Ovan saat mengantarnya ke Bandara Juanda.

Sepulang dari Jakarta, Acub Zaenal sepakat menjadi penyandang dana.Prestasi klub Arema bisa dibilang seperti pasang surut, walaupun tak pernah menghuni papan bawah klasemen, hampir setiap musim kompetisi Galatama Arema F.C. tak pernah konstan di jajaran papan atas klasemen, namun demikian pada tahun 1992 Arema berhasil menjadi juara Galatama. Dengan modal pemain-pemain handal seperti Aji Santoso, Micky Tata, Singgih Pitono, Jamrawi dan eks pelatih PSSI M.Basri, Arema mampu mewujudkan mimpi masyarakat kota Malang menjadi juara kompetisi elit di Indonesia.Sejak mengikuti Liga Indonesia, Arema F.C. tercatat pernah 3 kali masuk putaran kedua atau 8 besar. Yang pertama pada musim kompetisi Liga Indonesia ke II tahun 1995 , pada musim kompetisi Liga Indonesia ke VI tahun 2000 dan musim Liga Indonesia ke VII tahun 2001, Arema kembali mengulangi suksesnya masuk putaran 8 besar yang berlangsung di Jakarta.Walaupun berprestasi lumayan, tapi Arema tidak pernah lepas dari masalah dana. Hampir setiap musim kompetisi masalah dana ini selalu menghantui. Sehingga tak heran hampir setiap musim manajemen klub selalu berganti. Pada tahun 2003, Arema mengalami kesulitan keuangan parah yang berpengaruh pada prestasi tim. Hal tersebut yang kemudian membuat Arema FC diakuisisi kepemilikannya oleh PT Bentoel Internasional Tbk pada pertengahan musim kompetisi 2003.Meski demikian, keberadaan Arema tetap tidak terselamatkan sehingga harus degradasi ke Divisi I. Tak lama kemudian, dengan materi dan dana dari pemilik baru, Arema berhasil menjadi juara Divisi I Liga Indonesia 2004 dan kembali berlaga di Divisi Utama pada musim kompetisi 2005.

Nb: artikel ini saya kutip dari http://www.aremastore.com

Tahun 2005 selain berlaga di Divisi Utama, Arema juga berlaga di piala Copa Indonesia yang juga merupakan kompetisi yang baru pertama kalinya digelar. Di bawah kepelatihan Benny Dollo waktu itu, Arema bisa menjadi juara piala Copa Indonesia. Masih dengan pelatih Benny Dollo, sepertinya Arema sulit dibendung untuk dapat mempertahankan status juara piala Copa Indonesia, Yang memang pada akhirnya Aremalah yang menjadi juara kompetisi piala Copa Indonesia pada tahun 2006.
Pada tahun-tahun berikutnya Arema yang notabene adalag satu-satunya tim sepabola yang bukan merupakan tim independen, dan tidak mengandalkan dana dari APBD setiap pergantian musim selalu mengalami satu masalah klasik, yaitu dana. Sehingga hal ini mengakibatkan Arema seperti susah untuk dapat bersaing di liga, ataupun kompetisi Copa Indonesia (yang akhirnya dirubah menjadi piala Indonesia).
Datanglah masa kompetisi tahun 2009-2010, dimana Arema mengawali musim kompetisi dengan ancaman tidak dapat mengikuti kompetisi dikarenakan tidak mempunyai dana. Hal ini akibat PT Bentoel yang selama ini selaku sebagai pemilik klub sepak bola Arema mengalami pergantian manajemen dengan jajaran manajemen yang baru dan mempunyai kebijakan untuk melepas kepemilikan PT Bentoel terhadap Arema, sehingga Arema tidak lagi mendapatkan dana lagi dari PT Bentoel untuk operasional tiap tahunnya. Akan tetapi untuk musim kompetisi ini, PT Bentoel masih memberikan dana hibah kepada Arema senilai 7,5M, dan PT Bentoel tidak meminta haknya untuk sebagai sponsor, ini dana murni hibah.Dan dengan dana awal yang Cuma 7,5M Arema sepertinya tidak akan mempunyai kans untuk mengikuti kompetisi, karena dana yang dibutuhkan untuk sekali musim kompetisi minimal adalah sekitar 15M. Akan tetapi dengan kebersamaan seluruh elemen persepakbolaan yang ada di Malang khususnya aremania yang dengan slogan loyalitas tanpa batasnya, bertekad akan memberikan Arema kekuatan sokongan dana dengan melalui pembelian tiket masuk pertandingan, penjualan marchendise dan lain sebagainya.
Dan Aremapun mengontrak seorang pelatih asing dari negeri Belanda (mantan pemain Ajax Amsterdam) Mr Robert Rene Albert yang sebelumya aktif di klub sepak bola di Malaysia Selangor FC, disertai dengan mengontrak pemain-pemain muda yang mungkin bisa dibilang anak kemarin sore karena rata-rata usia pemain Arema adalah yang termuda di seluruh tim yang ada, seperti Juan Revi, Ahmad bustomi, Dendi Santoso, Zulkifli Sukur, kiper Kurnia Mega Hermansah (yang akhirnya menjadi pemain terbaik Indonesia musim itu)………dan lain-lain, disertai 5 pemain asingnya, diantaranya : Noh Alamsyah, M Ridwan, Loundry (yang pertengahan musim digantikan oleh Esteban Guillen Tejera) Pierre Njanka, dan Roman Chamelo.
Sejak musim kompetisi Juara Liga Indonesia Super Musim 2009-2010/Indonesian Super Leagua 2009-2010 ini jugalah satu tonggak sejarah dimulai, karena nama Arema Malang yang sudah melekat selama ini, melalui usul berbagai elemen yang ada, dirubah menjadi AREMA INDONESIA , Setelah musim kompetisi berjalan setengah musim, Arema mendapat ancaman serius dari pemain yang akan melakukan eksodus, ini akibat dari pembayaran gaji dan kontrak pemain sekaligus pelatih yang tidak sesuai (akibat dana yang terbatas). Didasari kejadian ini, Aremania tidak tinggal diam. Dikomando oleh sang Dirijen Yuli Sugianto (Sumpil), aremania sejagad raya di bantu dengan situs jejaring social Facebook, melakukan aksi penggalangan dana demi membantu krisis keuangan yang terjadi, hal ini ditempuh dengan cara mengamen, dan memberikan donasi atau bantuan berupa uang melalui rek bank saat itu, dan masih banyak lagi cara yang digunakan oleh aremania untuk berusaha mendapatkan dana segar bagi Arema. Setelah sedikit ada dana segar untuk Arema, kompetisipun berlanjut sampai akhir musim. Dengan materi pemain yang tidak meyakinkan, dan dana yang terbatas, hasil akhir yang didapatkan adalah Arema mampu menjadi Juara Liga Indonesia Super Musim 2009-2010/Indonesian Super Leagua 2009-2010 untuk pertama kalinya sejak liga Indonesia dimulai, dan Arema menjadi Runner Up Piala Indonesia tahun 2010.
Hasil yang sungguh sempurna!
SALAM SATOE JIWA AREMA I N D O NE S I A !

4 Komentar

  1. kapan aku bisa ketemu dengan para pemain arema yachhhh????
    gak ada hbis’a dech kl ngmngin AREMA.

  2. Blog yg kereeeen…
    Tulisanya dirapikan dikit dunk!

    • hahahaha oyi, tengkyu masukane


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s