Merantau

Tahun 2003, tanggal 23 september ayas datang ke Bhumi Borneo Balikpapan dengan tujuan mengikuti tes calon karyawan di Rumah Sakit Pertamina Balikpapan (RSPB). Dengan transportasi pesawat (wuiiiiiiiih……jaman itu sangat keren lho!). Ini adalah sejarah dalam keluarga ayas, yaitu ada anaknya yang merantau keluar pulau, karena biasanya keluarga kami hanya seputaran jawa saja.

Ayas mendarat di bandara Sepinggan, Balikpapan. Dari bandara ayas dijemput pacarnya mbakku (mas Rudy) naik taksi bandara. Di dalam perjalan yang masih dalam taksi ayas bertanya kepada sopir taksi ” Mas, disini di mana gedung bioskopnya?”. Mendapat pertanyaan seperti itu, sopir taksi malah menjawab “Wadoh, nggak tahu mas yaa…kayaknya nggak ada”. Dalam batinku,  wadooooooooh iki kutho ganok beskop e berarti ndeso banget! Dan memang saat itu masih belum ada bioskop, meski pada tahun 2006 kalo gak salah baru ada gedung bioskop yang beroperasi. Lanjuuuuuuuuuuuut……..!

Singkat kata ayas diterima di RSPB. Ayas langsung ngekos. Dengan bantuan Mbak Eka, ayas ngekos di rumah Pak Ngatijo dengan penghuni para perantau semua, diantaranya adalah BasoriGus DurEdoSuradi,Pak polisi Iswanto dll (ternyata sek eleng kabeh nang arek2). Ada satu hal pertama yang membuat ayas kagum dengan Balikpapan, karena menurut teman2ku di Balikpapan masih belum menemukan yang namanya curanmor. Hal ini sangat bertolak belakang dengan kota asal ayas, Ngalam. Dimana sepeda motor bila kita parkir sembarangan, kita tinggal kedip mata aja sudah langsung lenyap disulap oleh maling, he he he sungguh terlalu!

Seminggu kos, datang penduduk baru yang bernama Hadi. Setelah kenalan, teryata sama-sama dari Ngalam. Wes cocok! Ayas ingat, saat ayas berangkat ke Balikpapan waktu itu adalah 1mgg sebelum puasa. Jadi rentang waktu sebulan kemudian sudah lebaran. Jadi pas lebaran, ayas berdua dengan kang Hadi muter2 nyari wartel untuk bisa nelp ke Ngalam (hape masih langka), karena hampir semua wartel tutup. Pas H+2 lebaran, ayas pas libur dinas selama 2 hari.  Cuma berdua dengan kang Hadi pula ayas berada di kosan, karena temen2 yang lain pada mudik.

Setelah ngobrol2 bareng Kang Hadi, kita sepakat untuk jalan-jalan ke daerah Muara Badak, karena disana ada tetangga ayas yang bernama Mbak Mas. Modal nomer telp, ayas dan Kang Hadi berangkat dengan di barengi oleh satu temenku di RSPB (Rudy Cahyadi) menuju Samarinda. Dari Samarinda langsung menuju terminal Lempake. Dari sana naik angkutan umum L-300 menuju muara badak selama +/_2 jam. Nyampe Muara Badak ayas langsung bertemu dengan tetangga ayas. Ternyata Muara Badak  jaman itu masih sepiiii…..apalagi kalo malem, yang ada cuman suara kodok dan jangkrik. Semalam kami menginap di sana. Paginya sang tuan rumah mau pergi ke Tanggarong, sehingga kami bareng menuju arah Loa Janan menuju pulang. Dan dengan menumpang truk terbuka kami berangkat. Dalam perjalan itulah ayas yang seumur2 belum pernah mabok perjalan merasakan juga mabok, wes pokoke loro kabeh awakku!

Setelah beberapa minggu di Balikpapan, ayas kenal dengan tetangga kos yang sama-sama kerja di RSPB. Aris danIrawan. Mereka kos di rumah seorang mbah2 yang gaul, namanya Mbah Siti. Bahasa hari-hari mereka adalah boso jowo, lha! ini yang ayas cari. Pertama kenalan ama Aris, dia aseli produk Penajam, dengan bapak dari Sleman dan ibuk aseli Penajam. Kemudian Irawan, dia adalah made in aseli Lampung, dengan bapak dari Tulung Agung dan ibuk dari Sunda. Kami sangat dekat dan akrab, saking akrabnya mereka sudah aku anggap sebagai  saudaraku di Balikpapan, Jadi bapak mereka adalah bapakku juga, ibuk mereka adalah ibukku juga. Aris dan Irawan sangat sayang ama Mbah Siti, begitu pula sebaliknya, tiap pagi dibikinkan kopi dan sarapan oleh Mbah Siti………….ha ha ha……..sweet memories with Mbah Siti.  “Hey! ojo nesu yoooo…..tak kandani, sikilku iki loro” Kalimat itu hanya kami bertiga yang tahu……..ha ha ha………indahnyaaaaaaa……….Dan masih banyak lagi kisahnya! (aku berharap dengan seharap-harapnya bahwa  persaudaraan kita tidak luntur hanya karena kesibukan dan dunia kita masing2).

Tahun 2004 ayas mendapat fasilitas utangan dari koperasi RSPB senilai 10juta, awalnya uang ini mau ayas pake untuk usaha, tapi karena satu dan berbagai hal akhirnya gagal! Dengan uang segitu banyaknya, ayas mikir kalo masih tak pegang bakalan habis percuma. Akhirnya alternatif uang itu ayas pake untuk beli tanah di daerah Penajam senilai 7 juta. Sisa uang ayas pake untuk membeli sebuah sepeda motor Suzuki Shogun tahun 2007. Sepeda motor inilah yang menemani ayas selama kerja.

Seiring waktu, ayas bekerja di RSPB sebagai karyawan kontrak tahunan. Tahun 2005, ayas yang punya genda’an kera Ngalam (Yuliana Ning Hamamah)  juga akhirnya tak minta untuk kerja di Balikpapan, karena ayas punya planning untuk memarriednya. Akhirnya tanggal 23 september 2005 ayas memarriednya di Bhumi Arema dengan salah satu mas kawinnya berupa uang senila Rp 230.905 (menandakan tanggal pernikahan 23 09 05).  Dimulailah bahtera rumah tangga kami. Akhir tahun 2006 kami membeli rumah di Perumahan Taman Bukit Sari VIP II.  Pada tahun 2007 ayas diterima sebagai status karyawan RSPB, yang pada akhirnya SK yang ayas terima langsung ayas pake sebagai jaminan untuk akad kredit dengan bank atas rumah yang ayas beli. Ha ha ha SK baru dua hari sudah langsung sekolah.

Setelah melalui tahap renovasi, rumah kamipun kami tempati hingga sekarang ini. Home sweet hooooooooome…………!

Ini bukan seperti film merantau yang telah rame ditonton orang, ini hanya sebuah kisah merantau yang dilakoni oleh seorang Juned beserta istri tercinta Yuliana Ning Hamamah.

From Malang With Love!

Salam Satoe Jiwa

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Aremania Balikpapan

  • Twitter Terbaru

    • mungkin aku sudah lelah,boyokku sudah terasa peyok.Wayahnya ngasoh sek.futsalan ae wes... 1 day ago
    • Assalamualaikum...sugeng morning. Dipagi yg full barokah ini,more mbois if kita ngopi dulu,biar awet ireng.Lets start the day with ngipok 1 day ago
    • @baguseko60 sakjane anu...yoopo yo? ngene loh.....ngerti kan? 1 day ago
    • @achmdsyahroni93 oalah,baru buka kenek an ron. dijawab opo gak iki? enko jare sombong lek gak dijawab 1 day ago
    • setelah sekian lama tidak buka twitter,kali ini ane mau bikin kicauan. ngene loh kicauane... 2 days ago
  • Follow junedoyisam on Twitter
  • Pendelok

    • 343,417 wong
  • Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

  • My Family