Asal Mula Bonek (Bondo Nekad)

Bondo nekat (bonek) artinya berbentuk keyakinan yang tinggi tanpa modal yang berarti berani menembus rintangan/tantangan untuk hal-hal yang positif, seperti perjuangan menuju kemerdekaan, karier, kerja, usaha dagang, urbanisasi, bisnis dan mencoba nasib di kota besar. Istilah Bonek sudah dikenal sejak jaman perjuangan kemerdekaan oleh arek-arek Jawa Timur yang membebaskan kota surabaya dari penjajah dengan disebut peristiwa 10 November. Sebenarnya hal ini positif, sebelum diputar balikkan menjadi sesuatu yang menyakitkan oleh sebagian besar supporter surabaya (bonek), dimana mereka mengartikan Bondho nekadnya itu dengan segala sesuatunya selalu mereka lakukan dengan tidak menggunakan modal apapun. Misalnya waktu Bonek pergi mendukung Persebaya tour luar kandang, ke kandang Persib misalnya, maka hanya dengan bermodal keinginan mendukung, dengan tanpa membawa uang untuk modal dalam perjalanan mereka nekad berangkat ke Bandung dengan cara menumpang kereta api dengan tanpa membayar. Dan untuk memenuhi kebutuhan makan mereka, Bonek sering kali melakukan tindakan penjarahan terhadap para pedagang kaki lima disekitar stasiun tempat kereta api yang mereka tumpangi singgah.

ISTILAH BONEK PERTAMA KALI DIKENALKAN OLEH SUPPORTER MALANG

 Tahun 1992 (periode kompetisi 1991/1992) ketika era galatama, Arema bertanding di 10 November surabaya dalam partai final melawan Semen Padang, disana supporter Malang (belum lahir Aremania) membuat ulah di stasiun Gubeng. Akhirnya Kapolda Jatim mengangkut supporter Malang dengan kurang lebih 6 gerbong KA dari pada kerusuhan timbul di stasiun Gubeng. Supporter Malang mengamuk karena timnya kalah dari Semen Padang yang akhirnya SP menjadi juara Galatama. Pada saat itu supporter tuan rumah belum berani menunjukkan giginya seperti sekarang. Akhirnya PS. Arema mendapat sanki dari PSSI karena ulah supporternya tersebut.

 BONEK MENGUASAI SENAYAN 1994 DAN MERAJALELA DI JAKARTA

 Ketika era kerajaan persebaya dibawah Sunarto, didukung media Jawa Pos, bonek meraja lela di Jakarta sejak 1994 berawal dari mendukung Mitra Surabaya dalam final melawan Bandung Raya, hingga puncaknya persebaya Juara.

Perlawanan berarti dari penduduk Jakarta, bonek menjarah di stasiun Senin,merampas, memalak di Jl. Sudirman, sekitar senayan bahkan tega menghabisi korban yang melawan dengan cara mengeroyok. Bonek tidak hanya meresahkan warga, tapi juga membuat malu warga Jatim yang tercemar karena menggunakan kata “bonek” untuk perbuatan tidak terpuji. Saya melihat denga mata kepala sendiri, ketika bonek menjarak, memalak masyarakat yg tidak berdosa di seputar Senayan, namun ketika mereka menolak dikeroyok hingga babak belur.

Sebelum dimulai pertandingan, ada intel yang mengaku masyarakat berjalan diantara bonek, ketika intel tersebut dirampok langsung bonek diringkus dengan memberi shock terapi menembakkan senjata api ke arah kaki bonek.

BONEK MENDAPAT MUSUH SEIMBANG PERTAMA KALI DARI AREMANIA, DIDUKUNG JAKMANIA.

 1996, ketika revolusi baru dunia supporter sepak bola di Indonesia diawali dari AREMANIA dengan mengadakan tour ke kandang bajul ijo dipimpin oleh Letkol Sutrisno (Dandim Malang) yang juga mantan pejabat dilingkungan Kodam

Brawijaya. Inti dari AREMANIA adalah menghapus citra bonek, dengan bertindak santun, sportif, kreatif dan damai namun “tour maut” ke surabaya, di sana tidak mendapat respon positif dari bonek bahkan dilawan, diejek, dihina, diprovokasi, tapi AREMANIA mendapat acungan jempol dari Agung Gumelar, Gubernur Jatim dan petinggi PSSI yang had irsaat pembukaan pertama partai persebaya vs Arema di 10 November surabaya dengan hasil 0-0. Disini sejarah mencatat, bahwa kandang bonek yang terkenal biadab, pertama kali disinggahi oleh supporter era baru AREMANIA. Meskipun secara kuantitas AREMANIA kalah, namun secara kualitas, secara politik AREMANIA telah memenangkan perang melawan kejaliman, 10 Nov surabaya menjadi saksi.

Karena AREMANIA ingin merubah citra Jawa Timur dari tindakan tidak terpuji bonek, hanya dengan merevolusi citra supporter maka kebenaran dapat ditegakkan bonek akan dapat dimusnahkan dari bumi Indonesia. Prinsip Arek Malang, untuk menghancurkan kejaliman tanpa kekerasan ialah dilawan dengan tindakan sportif, maka AREMANIA mendatangi jantung bonek di surabaya sebagai pusatnya.

Pada pertandingan berikutnya di Malang ada spanduk “AREMANIA BUKAN BONEK” dihead line surat kabar SURYA, BHIRAWA, JAWA POS. Disini tingkat permusuhan terjadi pada titik tertinggi karena bonek tidak bisa selamanya berkuasa, sebab ada lawan yang tidak dapat ditundukan. Meskipun demikian AREMANIA tetap dicap sebagai biang keladi tawuran oleh Jawa Pos karena tindakanya mempertahankan diri dari ulah bonek. Saat itu hanya AREMANIA satu-satunya yang berani melawan kebiadaban bonek, meskipun secara politik di Jawa Timur tidak didukung oleh pers terutama Jawa Pos, namun karena tindakan AREMANIA yang terus-menerus melawan citra negatif bonek akhirnya perlawanan ini mendapat dukungan dari media masa nasional (Kompas, Tempo, Media Indonesia).

BONEK 2000, SEBUTAN BARU SAAT PON XV DIADAKAN DI JATIM

 Bonek mencoba memperbaiki citra barunya dengan sebutan Bonek 2000 dengan ikut berpartisipasi pada Pon yang diadakan di surabaya, Gubernur Jatim mengajak AREMANIA, namun ditolak mentah-mentah oleh AREMANIA. Bahkan sebagian AREMANIA garis keras mengancam, apabila ada bonek berkeliaran di Malang meskipun mendukung Tim Jatim, maka akan dibersihkan dari bumi AREMA.

Bonek mendapat nasi bungkus, ticket gratis nonton pertandingan, bahkan meneror tim lawan. Usaha bonek ini tidak cukup berhasil karena ulah mereka masih kampungan dalam mereror tim luar Jatim. AREMANIA tidak terlibat sama sekali PON XV, sebab prinsipnya selama ada bonek disana AREMANIA tidak terlibat.

 BONEK MENDAPAT PERLAWANAN DARI WARGA JAKARTA 2001

Seiring dengan mengkilapnya prestasi Jakarta, dan menyebarnya virus positif yang dibawa AREMANIA kepada JAKMANIA, warga Jakarta mulai bersatu untuk melawan bonek, ditahun ini bonek mati kutu di Matraman dilawan, di Benhil dilawan, di Senin juga mendapat perlawanan dari warga setempat, di Senayan mendapat perlawanan sengit dari pejuang-pejuang supporter cinta damai JAKMANIA. Bahkan, bonek tidak disukai kehadirannya oleh penduduk sekitar rel kereta api jurusan Jakarta-surabaya karena tindakan yang kurang terpujinya. Citra negatif bonek terulang kembali saat merampok pedagang super miskin di seputar stasiun Tegal, hingga saat ini pedagang tersebut meratapi nasibnya tanpa tindakan hukum yang berarti dari pemerintah Indonesia.

 BONEK FRUSTASI

Bonek saat ini merasa kehilangan muka, karena club kebanggaannya degradasi, supporter sejati seperti bonek seharusnya harakiri (bunuh diri) tapi karena tidak punya malu maka dilampiaskan dengan cara mengikuti kelompok supporter lain memakai baju supporter lain, memprovokasi tujuan akhirnya adalah menjarah atau membuat citra supporter yang damai/sportif menjadi rusak.

Bonek sekitar surabaya selatan, Porong, Waru, Gempol, Sidoarjo akan gabung ke Deltamania karena secara geografis lebih dekat kedaerah selatan. Sebenarnya, sebelum di Sidoarjo belum ada club numpang seperti GDP mereka sebagian besar cenderung mendukung persebaya & Mitra Surabaya (almarhum) karena secara geografis lebih dekat. Namun ada juga pendukung Arema di sidoarjo meskipun jumlahnya relatif kecil. Coba perhatikan saat ada perandingan di sidoarjo mereka beramai-ramai ke sidoarjo saat persebaya naik daun mereka juga gampag merubah kaosnya. Ini ciri2 bonek tidak punya “pride”, “dignity”, “self confidence” terhadap diri sendiri dan klub kebesarannya. Fanatiknya semu.

Bonek sekitar Manyar, perbatasan Gresik Sby, akan gabung ke Ultrasmania karena secara geografis lebih dekat ke Gresik. Mereka akan berbaju kuning, tanpa koordinasi dengan korwil, dengan kelompoknya sendiri merusak pertandingan yang berjalan aman dan nyaman dengan melempar dari sisi atas.

LONCENG KEMATIAN BONEK 2002 TERUS BERDENTING.

Seiring dengan lonceng kematian persebaya, tentu diikuti oleh lonceng kematian bonek. Secara real bonek tidak akan muncul di ligina tahun depan karena tidak ada alasan untuk mengibarkan bendera bonek sebab persebaya terlempar dari kompetisi paling bergengsi di tanah air. Namun demikian perlu diwaspadai bonek akan menyaru ke supporter yang sedang tumbuh besar seperti GPD yang secara geografis, budaya, politis supporter GPD adalah club numpang, tidak punya sejarah di Sidoarjo, dimana awalnya sebagian besar supporter GPD dulunya juga pendukung persebaya.

Perjuangan supporter cinta damai belum selesai selama tindakan supporter brutal masih terus berlansung dinegeri ini terutama yg terjadi di Jawa Timur.

Sumber : Internet dan Koran, MIlis2 dari Aremania Semua

NB : mohon di catat dan di simpan untuk keperluan sejarah.

Salam satu DJIwa SUpoRter Indonesia…^_^

44 Komentar

  1. mana sejarah kata BONEK nya….?!
    itu mah sejarah gmna AREMANIA sama BONEK musuhan….

    judul sama isi ga nyambung….

    • Terima kasih koreksinya mas/mbak. Judulnya ayas ralat sedikit…..

    • Istilah bonek muncul secara tiba-tiba, nama besarnya pun ada karena media massa. Pada awalnya nama bonek mempunyai reputasi bagus, namun dalam perkembangannya lebih berkonotasi negatif. Berawal dari sebutan populer untuk suporter Persebaya (kala itu “Green Force”). Antusias tak hanya dari kota Surabaya, namun dari kota-kota besar di Jatim. Begitu antusiasnya Jawa Pos sampai dalam head line news tertulis “Hijaukan senayan” dan sambutan masyarakat Surabaya dan Jatim pun luar biasa. Modal tekad menghijaukan senayan begitu menggebu. Yang punya duit pas-pasan masih punya cara menggandol truk secara estafet dari Surabaya-Jakarta sambil ngamen. Bahkan ada yang berangkat jauh-jauh hari ke Jakarta (meski Persebaya belum tentu masuk final) dengan menumpang kereta pertamina yang jalannya bak keong…, yang penting sampai Jakarta. Semangat positif dan antusiasme tanpa ANAKRKIS dan KERUSUHAN dengan melibatkan massa banyak itulah yang mendapatkan acungan jempol banyak kalangan di Indonesia kala itu. Sebagai catatan: – Menghijaukan senayan dengan 110 ribu penonton dari Surabaya dan Bandung. Jumlah suporter persebaya sekitar 40%. Ini merupakan rekor jumlah penonton yang barangkali rekor ini hingga kini belum terpecahkan. – Semangat heroik suporter Persebaya yang memanjat dan merayab sampai atap senayaan yang berbentuk lingkaran hanya untuk membentangkan spanduk super raksasa yang berwarna hijau bertuliskan “Merah Darahku Putih Tulangku Bersatu dalam Semangatku”. Semangat dengan berbagai cara yang HALAL untuk datang mendukung Persebaya ke senayan membuat beberapa media massa, terutama Jawa Pos sebagai pelopornya mengistilahkan BONEK (Bondo Nekad), bahwa semangat hidup dan semangat untuk maju manusia perlu punya modal tekad yang kuat. Namun kini, modal tekad atau bodo nekad atau BONEK, tidak ditunjukkan oleh generasi bonek-bonek saat ini yang justru nekad dalam arti menghalalkan segala cara. Kesalahan terjadi karena: – bonek sebelumnya yang tidak meninggalkan warisan. – media massa yang kadang mengompori dan cenderung membenarkan. – salah kaprah tekad dan modal nekad serupa tak sama. Tekad lebih ke semangat untuk melakukan tindakan, sedangkan nekad lebih ke tindakan yang dilakukannya. Seharusnya Bondo Tekad, bukan bondo nekad, namun untuk kemudahan pengucapan lebih cenderung BondoNekad alias BONEK. Jadi, tidak terlalu salah jika sekarang penduduk sepanjang rel yang dilalui Bonek menjadi ws-was, bahkan melempari kereta yang ditumpangi Bonek dengan batu. Sungguh suatu yang ironi!

  2. tambah maneh wong goblok nang indonesia…
    lag gak ngerti opo” tentang sejarahne iku gak usah nulis opo” lah,,malah ngetoki goblok’e…
    sakno aku karo arema,,kok nduwe suporter wes goblok,,keminter pisan…

    SALAM SAKIT JIWA…..

    • Hahahaha dengan berbesar hati ayas masih mau menampilkan komen sampean cok………eh cak. Karena sebenarnya orang yang pinter itu adalah orang yang mau dan mampu untuk memperbaiki kesalahnnya, bukannya orang yang ngotot untuk mempertahankan sesuatu yang dia anggap benar, padahal hal itu salah. lak ngono a cok…….eh cak.
      Salam Satoe Jiwa

      • lah iki opo maneh.. tindakan provokasi, ckckckckck
        katanya suporter santun dan damai, lah koq menunjukkan kejelekan sesuatu.. tidak ingat apa yang dilakukan Aremania di Kediri beberapa tahun lalu, stadion milik Persik dirusak…

      • Sampean woco juga posting seng judule Mengenang Tragedi Stadion Brawijaya Kediri (bag 1-5), kami aremania bukannya sengaja mau menghancurkan stadion Brawijaya, akan tetapi kami yang di dzolimi oleh wasitlah yang akhirnya memprovokasi kami untuk melakukan hal itu………saya atas nama pribadi (mungkin nawak2 aremania yang lain juga mau melakukan hal ini) mohon maaf atas kejadian Stadion Brawijaya Kediri….
        kalau sampean merasa terprovokasi, gak usah diwoco cak artikel iki.

      • hahahaha,,lahir tahun piro sam(pah) ???
        eling tahun 89 gak pas bonek nge-ijo-no senayan…

        lag pancen wong’e pinter pasti aku ngomong pinter (sekalipun iku aremania),,tapi koyokane gudug sampeyan wonge…

        aku wes tau ngerti artikel iki ket SMA,,lah kok malah dicopy paste nang kene….

        kenek virus sakit jiwa anyaran yo….

      • lha iyo cak, nang bagian isore kan yo wes ditulis, iki teko sumber seng nang internet juga.gak moco tah?
        terus perkoro aku lahir tahun piro iku opo urusane?lek ndelok gambar nang samping komentar iki seh paling umurku durung sampek 2 tahun hare, wes iso internetan berarti lak asli pinter a………..

    • adminnya kok gak dewasa blaz, namanya admin harusnya ya obyektif dong dan justru gak gampang ikut2an terprovokasi dan memprovokasi,.hahaha,.. arema-arema,..ketg biyen pancet ndeso ae,..

      • lha wong iki blok yo blokku dewe, yo sak karepku tah

  3. Yo sejarah seng kliru ngene iki nggarai perang antar sporter.goblok g ero sejarah ae atek kminter.cok g ero isin raimu.
    Salam rmah sakit jiwa sumber porong

    • Trus sejarah sing bener iku yok opo bos?

      • sing nggarai ikue arema….
        lak misal`e arema gagh ngetapel motone pemain persebaya sampai picek gak ngarah musuh…
        prinsip`e arek bonek yo…..
        luka bales luka…
        nyawa balest nyawa…

      • seng nggarai rueet iku yoo arek seng g eroh opo opo,…..kabeh rumongso bener,…..
        koyok seng gawe brita nang duwor iku
        koyok taeeek,…

  4. kick off racism in the football…

  5. sejarah sing bener iku ngene loh…
    1. kalo aremania ngklaim sing ndisiki perkoro mbonek yo jls2 salah….arema kan tour ke sby th 92. lha psby ket jaman gk enak 60an,70an,8oan arek2 sby wis nglurug jakarta.
    2.prkoro aremania isok teko nang sby th 95-96 pas pmbukaan liga dunhill 2,iku scra garis besar atas undangan bapake arek2 sby alm cak narto…plus hub cak narto dan dandim malang yg sm2 gila bola memuluskan langkah aremania.dan terlebih aremania mndapat kawalan super2 ketat dr aparat keamanan.hal ini yg prlu digaris bawahi bhw arek2 sby iku sportif.spanjang prtandingan tdk ada sdktpun gangguan dr sporter psby,mungkin hny lemparan2 gelas air mineral,itupun oknum bonek yg nglempar langsung disamperin dn dhajar dg rotan aparat. stlah tour arema inilah yg mmbuat aremania sombong dn mmbanggakan kbraniannya tlah dtg k sby. dan di putaran kedua banyak arek2 sby dtg mndukung di malang,tetapi jstru mndapat balasan yg tdk setimpal(dsni sy tdk prlu mnjelaskan)…inilah yg mmbedakan arek2 sby dan mlg. arek2 sby lemah dlm koordinasi alias liar brgkat ke mlg.sdangkan arek mlg tak akui pandai mngkoordinasi dn melobi-lobi.bhkan sjak th 70an,80an,arek sby udah gk kehitung dtg k mlg klo lawan persema.tp jaman dulu suporter msh liar,seragam jg liar. beda dg jmn skrg.jadi intinya arek2 sby ae wani teko masio gk di undang,masio gk dikawal..sampe skrg pun hny skitar 10% bonek yg trkoordinir slebihnya 90% liar kalo laga tour tandang.aq harap smpean ngerti,wis gk usah sombong dn iri dengki dg bonek. bonek nang situs gk pernah ngurusi aremania,apalagi postingan ini jg njelek2kan bonek,ibaratnya wes gak usah ngrusuhi rmh tanggane uwong. aq jek enom mas , jek 26 th,tp aku ket TK WES SOBO GELORA. CERITO2 JMN BIYEN AQ EROH KABEH…GK USAH KEMINTER BAHAS AREK SBY..URUS AE AREMAMU!!!!

  6. balesen komentare vesha…
    lapo mbidek cangkemu..
    salam satu nyali WANI…
    hidup bonek..

    • hahahaha dadi wong iku mbok seng sabar cak, makane wingenane sempat ono bonek paten patenan, yo mergo wong koyok koen iki………hahahaha sek ayas tak ngguyu disek ae yoooo……..lagian seng jenenge vesha iku sopo?seng endi seh komentare?matamu melek’o talah! ojo ndlilek nang wong dodol gorengan iku!

      • btul bang juned,ayas kera ngalam slalu mndukungmu dari para bonek sialan itu.lagian bonek akal2 salam satu nyali taek,tirok2 salam satu jiwa ae.bonek ga kreatif.salam satu jiwa AREMA INDONESIA!

      • la winginane yo onok arema yo mateni arema gara-gara nang bengkele onok sepeda montor plat L,..

  7. trs?????? inti dari ceritae sampean iki opo cak???

    • lha iki kansejarah, mosok sejarah iku perlu golek intine

      • @juned: cak2 smpean iku ojok sok tau po’o tentang sejarahe bonek. urusono aremamu ae lho lapo ngurusi bonek iku. Wong malang iku GOBLOK2 tulisan wes bener yo di wolak walek.
        contoh:
        kawan2 (nawak2)
        arek (kera)

        opo gk goblok cobak.

        skian dan trimakasih

      • Hust,arek cilik gak oleh ngawur lek komeng,diseneni mbokmu enko.lek gak eruh sejarahe osob kera Ngalam juga ojo ngilokno, sotoy….

  8. klo orang bicara pada sesuatu yg g disuka pasti yg di bicarain tentang kejelekanya ya dan hanya menonjolkan kejelakan sesuatu dan hanya memanggap dia yg paling benar memang liat diri sendiri paling sulit dari pada liat diri orang lain intinya liat diri sendiri wahai aremania tak selamanya kemunafikanmu akan bertahan

    • Inti apa yang sampean katakan itu adalah, ngaca dulu! kami nggak menampik ttg kejelekan yg mungkin pernah Aremania lakukan. apapun itu. kalo sampean punya record ttg hal itu, monggo di share di sini. Ayas selalu terbuka dengan apapun dan siapapun. tapi tentu kami juga punya hak menjawab atas apa yg mgk telah terjadi. Begitu kan adil…….

      • nulis ditulis rapi dipuji-puji dewe yo iku Aremania

  9. Prestasi Persebaya Surabaya

    Written by Redaksi PersebayaFC.com
    Tuesday, 28 April 2009 10:59
    TAHUN KEJUARAAN DAN PRESTASI

    PERSERIKATAN
    1938 – Runner-up, kalah dari VIJ Jakarta
    1942 – Runner-up, kalah dari Persis Solo
    1950 – Juara, menang atas Persib Bandung
    1951 – Juara, menang atas Persija Jakarta
    1952 – Juara, menang atas Persija Jakarta
    1965 – Runner-up, kalah dari PSM Ujungpandang (sekarang PSM Makassar)
    1967 – Runner-up, kalah dari PSMS Medan
    1971 – Runner-up, kalah dari PSMS Medan
    1973 – Runner-up, kalah dari Persija Jakarta
    1977 – Runner-up, kalah dari Persija Jakarta
    1978 – Juara, menang atas PSMS Medan
    1981 – Runner-up, kalah dari Persiraja Banda Aceh
    1987 – Runner-up, kalah dari PSIS Semarang
    1990 – Runner-up, kalah dari Persib Bandung

    LIGA INDONESIA
    1994/1995 – Posisi ke-9, Wilayah Timur
    1995/1996 – Posisi ke-7, Wilayah Timur
    1996/1997 – Juara
    1997/1998 – dihentikan
    1998/1999 – Runner-up
    1999/2000 – Posisi ke-6, Wilayah Timur
    2001 – ?
    2002 – Degradasi ke Divisi Satu
    2003 – Juara Divisi Satu, Promosi ke Divisi Utama
    2004 – Juara
    2005 – Mundur dalam babak 8 besar (awalnya diskorsing dua tahun, namun dikurangi menjadi 16 bulan, dan kemudian dikurangi lagi menjadi degradasi ke Divisi Satu)
    2006 – Juara Divisi Satu, Promosi ke Divisi Utama
    2007 – Posisi ke-14, Wilayah Timur (Tidak lolos ke Super Liga)

    LIGA CHAMPIONS ASIA
    1998 – Babak pertama (masih bernama Piala Champions Asia)
    2005 – Babak pertama

    • ayas adalah salah satu penggemar Persebaya (jaman dulu)

  10. Bola.net – Persatuan Sepak Bola Surabaya (disingkat Persebaya) adalah tim sepak bola yang bermarkas di kota Surabaya, Jawa Timur, Indonesia.
    Persebaya didirikan oleh Paijo dan M. Pamoedji pada 18 Juni 1927 dengan nama Soerabhaiasche Indonesische Voetbal Bond (SIVB). Pada tanggal 19 April 1930, SIVB bersama dengan VIJ Jakarta, BIVB Bandung (sekarang Persib Bandung), MIVB (sekarang PPSM Magelang), MVB (PSM Madiun), VVB (Persis Solo), PSM (PSIM Yogyakarta) turut berperan besar membentuk Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI). PSSI dibentuk dalam suatu pertemuan yang diadakan di Societeit Hadiprojo Yogyakarta.
    Pada tahun 1943, SIVB diganti namanya menjadi Persibaja (Persatuan Sepak Bola Indonesia Soerabaja). Saat itu Persibaja yang diketuai Dr. Soewandi, berhasil menjadi juara pada tahun 1950, 1951 dan 1952.
    Tahun 1960, Persibaja berganti nama lagi menjadi Persebaya (Persatuan Sepak Bola Surabaya). Dalam era yang masih perserikatan tersebut, Persebaya sukses menjadi juara di tahun 1978 dan 1988.
    Kesuksesan itu terus terjaga ketika klub Perserikatan dan Galatama disatukan PSSI dalam wadah Liga Indonesia sejak 1994. Persebaya menjadi juara Liga Indonesia pada tahun 1997. Persebaya mencetak sejarah dengan menjadi tim pertama yang dua kali menjadi juara Liga Indonesia, ketika tahun 2005 kembali menjadi juara. Namun Green Force juga sempat merasakan pahitnya terdegradasi di tahun 2002.
    Data:
    Nama lengkap: Persatuan Sepak Bola Surabaya
    Julukan: Bajul Ijo, Green Force.
    Prestasi:
    1. Perserikatan: 1950, 1951, 1952, 1978.
    2. Liga Indonesia: 1996/1997, 2004.
    3. Liga Indonesia Divisi Satu: 2003. (wik/bola)

  11. KINI telah tumbuh gerakan pencerahan di kalangan arek-arek Bonek. Jaringan itu menyebar di Surabaya, Jogjakarta, dan Jakarta. Mereka adalah anak-anak muda yang berusia antara 20 sampai 30 tahun. Mereka tidak rela arek-arek Bonek selalu dipojokkan dalam konotasi negatif.

    Sebelum landing ke Bandara Bonek, kami ingin menjelaskan mengapa beberapa tulisan kami di sportjatim.com bertemakan Bonek?

    Pertama, Bonek adalah pelopor gerakan tret-tet-tet ke Senayan Jakarta era Green Force Persebaya Divisi Utama PSSI Perserikatan 1986/1987 silam. Waktu itu, belum ada satu kubu suporter pun yang tret-tet-tet secara terorganisasi mengiringi tim kesayangannya melakoni babak Enam Besar Divisi Utama Perserikatan. Waktu itu, hanya Bonek yang go to Senayan dengan mengenakan busana kebesaran berupa kaos warna hijau dengan gambar atau logo Wong Mangap (orang berteriak penuh semangat dan keberanian).

    Memang, waktu itu belum ada julukan Bonek. Mereka dikenal dengan nama para suporter Green Force Persebaya. Pelopor dari gerakan tret-tet-tet ini adalah Jawa Pos, lebih tepatnya adalah Pak Dahlan Iskan yang sekarang menjadi Big Boss Jawa Pos & Group.

    Waktu itu, Jawa Pos membuat ribuan kaos berlogo Wong Mangap, dan dijual dengan harga murah. Seingat kami pada 1987 itu seharga Rp 1.000 per potong kaos. (Harga rokok Gudang Garam kretek isi 10 masih Rp 300 per pak). Pendek kata, Senayan dihijaukan oleh arek-arek Suroboyo. Mereka membentang spanduk raksasa yang digantungkan di atas tribun timur dan barat. Luar biasa! Sayang, di final Persebaya kalah 0-1 oleh PSIS Semarang. Namun, semuanya berjalan tertib, tidak ada kerusuhan apa pun.

    Usai final, beberapa suporter Green Force menyalami Syamsul Arifin dan kawan-kawan. Ada yang bilang: ’’Ojo sedih Cak. Tahun ngarep insya Allah Persebaya juara!’’

    Tembusnya Persebaya ke babak final pada 1986/1987 sudah merupakan gebrakan yang luar biasa. Sebab, pada musim kompetisi 1985/1986 Persebaya terpuruk di peringkat ke-9 dari seluruh (10) klub Divisi Utama. Raihan terburuk sepanjang sejarah Persebaya kala itu. Itulah sebabnya Pak Dahlan Iskan, waktu itu masih Pemimpin Redaksi Jawa Pos, mengundang parar tokoh sepak bola Surabaya untuk merumuskan solusi kebangkitan kembali Persebaya. Bang Moh – sapaan akrab Mohammad Barmen, Pak Tiyanto Saputra dan tokoh-tokoh lainnya sarasehan di ruang redaksi Jawa Pos, di lantai 2 Kantor Jawa Pos di Jalan Kembang Jepun. Setelah itu Pak Dahlan pergi ke Inggris untuk mengamati Premier League Inggris, termasuk perilaku para suporternya. Sepulang dari Inggris itulah ide tret-tet-tet dengan kaos kebesaran dan slayer suporter Green Force Persebaya muncul! Logo Wong Mangap kali pertama diciptakan oleh Mister Muhtar, desainer grafis Jawa Pos. Loga pertama bercorak ekspresionis. Kemudian diubah pada musim kompetisi 1988/1989 dengan Wong Mangap bercorak naturalis seperti yang kita lihat sampai sekarang. Dan, sejak itu pula julukan Bonek dilansir oleh redaktur olahraga Jawa Pos, termasuk oleh saya sendiri sebagai redaktur olahraganya.

    Istilah Bonek, seperti yang kami singgung dalam tulisan sebelumnya, dimaksudkan untuk mewarisi karakter pejuang nan pemberani dan pantang menyerah dari kakek moyang arek-arek Suroboyo pada tahun 1945. Peristiwa heroik dan bersejarah yang melahirkan Hari Pahlawan 10 Nopember! Semangat berani karena benar, pantang menyerah, tali duk tali layangan, awak situk ilang-ilangan itulah yang harus menitis dalam jiwa dan perilaku Bonek sepanjang zaman!

    Bahwa kemudian dalam perjalanannya terjadi berbagai kerusuhan yang disebabkan oleh ulah Bonek, sungguh hal ini sangat memprihatinkan bagi seluruh warga Surabaya. Karena itu, sekarang bukalah lembaran sejarah baru: Bonek yang pro fair play, yang cinta damai, anti anarkisme, dan pembela sejati Green Force Persebaya!

    Itu tadi secuil flash back perjalanan sejarah Bonek.

    Kedua, kami melihat adanya ketidakadilan dari perlakuan media massa terhadap Bonek. Prinsip-prinsip cover both side dan balancing sepertinya telah diingkari oleh media massa. Barangkali, kami bisa dikatakan melakukan pleidoi (pembelaan) terhadap arek-arek Bonek. Maka, kami pun akan menjawab: ’’Ya!’’

    Ketika arek-arek Bonek melakukan kerusuhan, beritanya diposisikan sebagai head line (HL) dengan foto besar-besar. Padahal, sebenarnya kita belum tahu persis siapa yang memicu kerusuhan. Misalnya saling lempar antara Bonek dengan warga Jawa Tengah. Siapa yang bisa membuktikan bahwa pelempar awalnya Bonek, atau sebaliknya pelempar awalnya warga Jateng.

    Betapa pun, kita semuanya yang mencintai Persebaya tetap prihatin terhadap kejadian yang sangat tidak diinginkan itu. Di dalam hati kita berdoa: ’’Semoga Allah SWT membimbing arek-arek Bonek menjadi suporter sejati yang layak jadi panutan suporter Nusantara. Jauhkanlah mereka dari tindakan-tindakan emosional yang merugikan nama besar Bonek dan Persebaya. Kembalilah pada semangat Bonek seperti musim kompetisi divisi utama perserikatan 1986/1987. Kobarkanlah kembali heroisme para pejuang kemerdekaan 1945 di Surabaya yang luhur dan mulia itu. Amin.’’

    Kerusuhan sebenarnya sudah ada pada 1987/1988 yang dilakukan arek-arek Bonek yang di luar koordinasi Jawa Pos. Kejadian saling lempar dalam perjalanan kereta api yang mengangkut Bonek dari Jakarta pulang ke Surabaya. Waktu itu Jawa Pos pun membayar kerugian yang dialami PJKA sekarang PT KAI sebesar Rp 50 juta.

    Nah, ketika belakangan arek-arek Bonek melakukan gerakan pencerahan, menjalin hubungan damai kembali dengan Pasoepati – julukan suporter Persis Solo, gerakan ini tak diberitakan sama sekali. Ketika Arema juara ISL 2009/2010, dan Aremania melakukan pesta juara di Malang, ada sejumlah oknum Aremania yang merusak mobil-mobil berplat L. Tapi, tak lama kemudian, sejumlah Aremania lainnya menghajar sendiri oknum-oknum Aremania yang berbuat rusuh itu.

    Keesokan harinya, arek-arek Bonek mencegat mobil-mobil berplat N. Mereka sama sekali tidak melakukan kerusakan, malahan sebaliknya memberikan bunga kepada sang sopir. Firman, yang di akun facebook bernama Bonek Pinggiran Kota menceritakan, waktu itu sopir dan penumpang mobil berplat N sempat ketakutan. Namun, setelah mereka disapa ramah dengan pemberian bunga tanda cinta damai, mereka pun tersenyum.

    Peristiwa ini pun sama sekali tidak diberitakan oleh media massa.

    Ketiga, secara tidak sengaja kami berkomunikasi dengan sejumlah Bonek. Ada yang dari Jakarta antara lain Andhi Bonek Jakarta, Sawoenggaling Soerabaja, ada yang dari Jogja antara lain Fajar Junaedy, 28 tahun, dosen broadcasting Universitas Muhammadiyah Jogjakarta yang juga Bonek. Ada Dyota, Bonek Pinggiran Kota, Yudha Bonek, Dedy Ambon dari Surabaya.

    Ketika berkontak ria soal sepak bola, kami pun terkejut. Ternyata kalimat-kalimat dan pemikiran mereka cerdas. Mereka mencintai sepakbola dan menyayangi klub Persebaya dengan wawasan yang luas.

    Di situ kami baru tahu, mengapa mayoritas Bonek lebih pro Persebaya 1927. ’’Kami sebenarnya membela kedua-duanya, baik Persebaya 1927 maupun Persebaya Divisi Utama. Tapi setelah Persebaya Divisi Utama bermain di kandang dengan bantuan penalti-penalti palsu, didukung dengan tindakan wasit yang tidak fair, kami pun kecewa berat. Karena itu sekarang hampir semua Bonek pro Persebaya 1927,’’ kata Yudha Bonek.

    Pecahnya Persebaya menyadi Persebaya 1927 dan Persebaya Divisi Utama itu sendiri adalah korban dari pertarungan elite sepak bola nasional. Hanya Persebaya yang terbelah dua! Karena itu, arek-arek Bonek mendambakan kembalinya SATU PERSEBAYA!

    Kini, tumbuh lapisan baru arek-arek muda Bonek yang gencar melakukan gerakan pencerahan. Mereka berjuang keras menegakkan kedamaian. Bahkan arek-arek Bonek Jakarta dan Jogja kini sedang membikin Buku Sejarah Bonek. Fajar Junaedy dari Jogja juga membuat VCD Sejarah Bonek. Dia telah mewawancarai pencipta logo Wong Mangap, yaitu Mister Muhtar dan Budiono, termasuk kami sendiri dan beberapa saksi sejarah tret-tet-tet 1986/1987. Mereka adalah anak-anak muda intelek, kreatif, mempelajari berbagai pengetahuan tentang sepak bola dengan rajin membuka situs. Mereka berdebat dengan rasional dan dengan hati yang dingin. Semoga gerakan pencerahan arek-arek Bonek ini menemukan puncak yang gemilang. Hal ini ditandai dengan semakin ramah dan sportifnya arek-arek Bonek di mana pun berada.

    Perlu diingat, soal kerusuhan suporter bukan hanya Bonek yang melakukan. Berbagai fakta menjadi bukti. Kubu-kubu suporter lain pun melakukan kerusuhan. Mungkin lebih tepat disebut oknum-oknum, bukan kubu suporter secara keseluruhan. Bahkan suporter di negara yang maju dan menjadi nenek moyangnya sepak bola pun, kerusuhan suporter masih saja ada. Semoga pejuangan lapisan muda intelektual Bonek itu menuai hasil gemilang. Amin.*

    • mugo2 apa yang diharapkan bakal terwujud, Bonek bakal sadar, nggak njarah lagi, gak mbunuh jualan es degan lagi, gak merampok toko lagi, masuk stadion mbayar. Amieeeeeeen…….optimis ae ajalah.

    • msuk ,, Bnek ikhu Pancen Oyee .

      Salam satu Nyali Wani ..
      Jancok Suroboyo ..
      Ojk direbot karo malang Seng Uassuu .

  12. SUMBER PENCERAHAN BONEK sportjatim.com

    • Suroboyo Bergetar ,, Bonek (Salam Satu Nyali Wani)

      Salam Bonek Jambangan ( Bonjam)

      -Bonek_Loading-

  13. sakno rek, cah-cah malang iki suwe-suwe keblinger temen. sampek akon -akon sing ngenalno istilah bonek barang, hahahahaha,.. ambek akon-akon nek sing isok ngimbangi bonek pertama iku arek malang hahaha, sakno-sakno kumpulan ronjot bakso lan ndeso iki rek, wes jarno ae ancen pengen ngetop kok wong malang iki hahahahaha,..

  14. nek persebaya,Niac utowo mitra maen nang senayan, rombongan artis-artis asal jatim rame-rame melok ndukung nang senayan mulai Ratno Timur,Mus Mulyadi,Srimulat Suroboyo,Frangky Sahilatua,Ucok AKA,Doyok-Kadir,Yopie Latul dll,..

  15. heheheh Jarene PINTER2 LHA KOQ PLAGIAT YO WONG MALANG IKI…!!!

  16. ahh ngarang iki aremania jancok..

    • intine ket bien wong malang iku iri mbek bonek.. Mangkane ngatok mbek polisi, mbek pejabat.. Ngelek2no bonek..
      Yoo ngene iki suporter munafik

  17. BUKA DULU TOPENGMU….!!!! (AREWARIA)

  18. raimu iku arek wingi gak ero sejarahne bonek.. wes menengo ae cangkemmu.. ojok kakean cangkem… gk usah sok pinter.. asu…!!!!

  19. arek malang = pasukan ngathok nyempak gak nduwe prinsip,.
    arek malang = pasukan maju tak gentar membela yg mbayar
    semoga kostumnya gak ganti kuning, hahaha,
    hidup aburizal bakrie,…!!!


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s