Aremania Dulu, Kini dan Nanti

Aremania sesuatu fenomena yang luar biasa dan sebetulnya menggambarkan banyak tentang Malang.  Dalam waktu agak singkat para suporter Arema mengalami semacam transformasi total.  Mereka mulai sebagai berbagai kelompok yang cenderung ke premanisme dan persaingan brutal.  Aremania muncul karena geng-geng Malang mulai luntur tetapi karena Aremania geng-geng itu tidak muncul lagi.  Aremania pada pertengahan 1990-an mulai misinya menghapus sejarah hitam dan mendorong perkembangan komunitas suporter yang sportif dan atraktif.  Namun tekanan dana atau terhadap musul Aremania telah menjadi suporter teladan Indonesia.  Lagipula mereka termasuk semacam budaya atau komunitas dalam masyarakat Malang yang mendorong persatuan dan kedamaian.  Yaitu pengaruh Aremania lebih luas daripada perkembangan komunitas sepak bola Indonesia.  Aremania sangat mempengaruhi perkembangan masyarakat Malang khususnya selama lima tahun yang lalu.

Aremania dulu : 

Sejarah perubahan total para suporter Arema menarik juga sebagai sejarah Malang bukan sejarah suporter saja.  Sejarah hitam ada, yaitu reputasi buruk yang masih berlaku berasal dari keadaan benar-benar buruk.  Suporter Arema sekarang tidak sama sekali mangagungkan zaman tersebut.  Sebenarnya mereka malu pada masa dulunya.  Mengenai konflik dengan suporter Surabaya mereka masih merasa benci pada mereka.  Aremania sulit menerima Bonek karena mereka masih memenuhi peran provakator.  Namun Aremania sudah berkembang menjadi suporter murni, Bonek itu masih hooligan, yaitu musuh suporter sepak bola.  Dengan suporter lain seperti dari Jakarta,Solo, Makasar, Balikpapan dan lain-lain Aremania sudah bersahabat.  Bersama-sama komunitas suporter murni dibangun.  Aremania mulai berubah lebih dari beberapa tahun yang lalu dan itu mulai diakui.  Lagipula tim kesayangannya bisa mencapai prestasi tinggi karena suporter telah lebih maju.

Aremania saat  ini:

Aremania benar-benar atraktif, sportif dan kreatif.  Ini yang sudah diakui masyarakat Malang dan Indonesia pada umumnya.  Pertandingan Arema itu telah aman dan nyaman untuk ditonton oleh semua kalangan. bahkan dengan kaum hawa yang dulunya takut untuk menonton pertandingan bola, sekarang mereka telah dengan aktif untuk turut serta memberikan dukungan kepada Arema kala bertanding. Kaum hawa telah membentuk kelompok supporter sendiri dalam mendukung Arema, yaitu Aremanita. Dan hal ini pula yang menjadikan Arem sebagai voulentir yang mempunyai kelompok supporter dari kalangan kaum hawa yang pada akhirnya dicontoh oleh kelompok-kelompok supporter dari klub bola yang lain. Seperti The Jack Angel, Bonita dan lain2. Lagipula Aremania itu sekarang menjadi sesuatu yang khas Malang.  Walaupun Aremania benar-benar meniru sesuatu yang telah ada di Eropa, peniruan itu telah disesuaikan dengan konteks Malang sendiri.  Aremania sudah mempengaruhi Malang secara positif.

Slogan “Loyalitas Tanpa Batas” dibuktikan oleh Aremania yang selalu mendukung kemanapun Arema berlaga, sampai tanah papua pun Aremania tetap hadir untuk memberikan dukungan. Cucuran darah pun Aremania persembahkan demi mendukung Arema.

Istilah “Daboribo” (Damai Boleh Ributpun Boleh) yang akan selalu Aremania sampaikan kepada supporter lawan, karena Aremania cinta damai. Akan tetapi jika ada yang menampar Aremania, Aremania bukannya tidak melawan. Aremania juga punya harga diri.

Jargon “Arema tidak kemana tapi ada di mana-mana” telah terbukti. Karena walau Arema tetap ada di Malang, tidak akan pindah ke mana-mana, akan tetapi pendukung Arema telah tersebar di seluruh dunia. Dan mereka selalu bangga dengan Arema-nya.

“Salam Satoe Jiwa” nya Aremania telah menyatukan berbagai elemen masyarakat dan pecinta bola, baik antar Aremania maupun dengan kelompok supporter lainnya.

Aremania di Masa Depan: 

Tanggapan buruk terhadap Aremania akan perlu waktu untuk luntur.  Pasti untuk lama ada orang di Malang dan di luar yang akan menganggap Aremania sebagai kelompok brutal.  Namun yang lebih penting adalah bahwa perilaku para suporter sudah berubah.  Proses Aremania mengubah dirinya walaupun sudah lama jalan masih belum selesai.  Aremania harus tetap menjaga nama baiknya.  Reputasinya bisa dirusak dengan provokasi dari kelompok yang iri pada Aremania.  Oleh karena itu misi Arema masih jalan.  Aremania berdasarkan pada keberadaan Arema dan hidup Arema tergantung pada Aremania.  Keduanya tidak bisa dibagi tanpa menghancurkan keduanya.  Karena itu kalau meneliti soal suporter hal klub tidak bisa dihindari.  Arema bisa dapat sponsor besar dan mencapai prestasi bagus, namun kalau itu belum ada Aremania akan selalu mendukung Arema.  Karena semangat itu Aremania untuk lama akan merupakan sesuatu aspek hidup masyarakat Malang.  Mudah-mudahan pada masa depan Aremania bisa berkembang menurut sikap positif yang telah menjai aspek inti suporter Arema.
Ayas sebagai penulis merasa bahwa aremania bukan mengejar kuantitas, tapi kualitas lah yang terpenting. Aremania bukan mau menjadi yang terbaik (karena mau menjadi yang terbaik itu bukan berarti akan baik terus), tapi menjadi yang baik-baik saja.

“Hati, Jiwa, dan Raga kami untuk Arema”, karena kami Aremania……………

13 Komentar

  1. wow…. keren sekali ya aremania

    • terima kasih pujiannya, aremania bukan mau menjadi yang terbaik. tapi mau menjadi yang baik-baik saja.hahahahaha

  2. jempol..like suka sangat sangat suka ayas..

  3. OK lah kalo begitu….

  4. OK lah kalo begitu,,

    • woke thok pokoke………….

  5. i like this jayalaha AREMA kau menjadi kebanggaan negeri ini…

  6. i like this jayalah AREMA kau menjadi kebanggaan negeri ini…

  7. […] kita ketahui, bahwa aremania sekarang bukan aremania yang seperti dulu, yang anarkis dan ngawur. Aremania sekarang adalah merupakan kelompok supporter elite,aktraktif, […]

  8. […] hal-hal itulah yang mengawali perseteruan supporter Malang-Surabaya (sekali lagi, bukan BONEK-AREMANIA) Dan permusuhan itu terus berkembang sampai sekarang.”Melihat ulasan di atas, menurut ayas ada […]

  9. […] hal-hal itulah yang mengawali perseteruan supporter Malang-Surabaya (sekali lagi, bukan BONEK-AREMANIA) Dan permusuhan itu terus berkembang sampai sekarang.” Melihat ulasan di atas, menurut ayas ada […]


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Aremania Balikpapan

  • Twitter Terbaru

    • mungkin aku sudah lelah,boyokku sudah terasa peyok.Wayahnya ngasoh sek.futsalan ae wes... 1 day ago
    • Assalamualaikum...sugeng morning. Dipagi yg full barokah ini,more mbois if kita ngopi dulu,biar awet ireng.Lets start the day with ngipok 1 day ago
    • @baguseko60 sakjane anu...yoopo yo? ngene loh.....ngerti kan? 1 day ago
    • @achmdsyahroni93 oalah,baru buka kenek an ron. dijawab opo gak iki? enko jare sombong lek gak dijawab 1 day ago
    • setelah sekian lama tidak buka twitter,kali ini ane mau bikin kicauan. ngene loh kicauane... 2 days ago
  • Follow junedoyisam on Twitter
  • Pendelok

    • 343,417 wong
  • Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

  • My Family