Tidak Ada Istilah “AREMANIA PUSAT”

Jargon “Arema Tidak Kemana-mana. Tapi Ada Dimana-mana” selalu dibanggakan oleh semua nawak-nawak aremania di seluruh Indonesia, bahkan dunia. Istilah ini memang sangat melekat dalam setiap insan Arema (Arek Malang), karena seperti kita ketahui bahwa Arema (tim sepak bola) adalah merupakan tim sepak bola yang hanya ada dan akan terus berada di Bhumi Malang tercinta, sehingga dia tidak akan kemana-mana. Akan tetapi seperti juga banyak orang ketahui bahwa Arema (Arek Malang= Orang Malang) telah menyebar diseluruh penjuru dunia. Mereka menyebar dalam rangka ada yang sedang mencari nafkah, ada yang mencari ilmu, ada yang ngluyur, ada yang telah pindah domisili, ada yang………….wes sak karep e wong-wong iku kate lapo ae nang penjuru dunia. Dan bagi mereka tersebut selalu always bangga dengan ke-Malang-annya itu, sehingga dimanapun mereka berada pasti mereka menyebut dirinya Arema. Dan orang Malang apabila ditanya “Apa sih tim sepak bola kenggaan mereka?” jawabannya 99% pasti menyebut nama “Arema”. Sehingga mereka disebut dengan nama Aremania.
Aremania terdiri bukan hanya dari orang-orang Malang saja, banyak Aremania yang nota bene berasal dari luar wilayah kota Malang, dan bahkan mereka ada yang sebagian belum pernah menginjakkan kaki di Bhumi Arema Malang. Ada Aremania Pekan Baru, ada Aremania Sorong, ada Aremania Jepara, ada Aremania Ayabarus, ada Aremania Balikpapan dan lain-lain.
Untuk lebih dapat mengkoordinir sekian banyaknya pendukung Arema tersebut, maka dibentuklah korwil(koordinator wilayah). Mereka dibentuk berdasarkan masing-masing wilayah, dan mereka ada layaknya hanya sebagai suatu kumpulan aremania-aremania yang terkoordinir saja, bukan sebagai suatu bentuk organisasi. Hal ini seperti kita contohkan seperti halnya kumpulan orang sholat, mereka sholat di Masjid di Samarinda, ada yang di masjid Merauke, ada yang di masjid Amsterdam, ada yang di masjid kongo, dan lain lain. Dan dalam jamaah sholat tersebut tidak ada ketua, yang ada adalah seorang Imam yang sangat dihormati, sehingga siapapun yang memenuhi syarat sebagai Imam, maka dia bisa menjadi seorang Imam yang tentu tanpa memalui suatu acara pelantikan layaknya seperti pelantikan sorang ketua suatu organisasi . Sehingga dalam aremania tidak akan mempunyai ketua, mereka hanya mempunyai koordinator, aremania juga tidak mempunyai kantor, apalagi yang namanya kantor pusat, yang ada adalah sekretariat.
Memang sudah wajar apabila konsentrasi jumlah Aremania itu ada di Kota Malang, akan tetapi Malang hanya sebagai basis jumlah Aremania terbanyak, bukan berarti Kota Malang adalah dianggap sebagai Aremania pusat. Hal ini karena “TIDAK ADA YANG NAMANYA AREMANIA KORWIL PUSAT”, yang ada adalah Korwil Klojen, Korwil Stasiun, Korwil Turen dan korwil2 lannya. Dan juga seperti yang ayas tuliskan tadi, bahwa Aremania tidak punya kantor, yang ada adalah sekretariat. Jadi sekali lagi ayas menyebutkan wong kantor aja nggak ada, apalagi kantor pusat.  Maka dari itu, ayas dapat menyimpulkan, Aremania tidak punya atasan, Aremania tidak punya Ketua, Aremania tidak punya pimpinan yang akan membuat keputusan dengan atas dasar kekuasaan dan kepemimpinannya itu. Aremania hanya punya koordinator, yang hanya bisa mengkoordinir dan mengaspirasikan suara nawak2 Aremania yang lain. Betul gak nawak?
Jadi apabila ada yang menganggap ada Aremania pusat, mereka ini perlu mengupas lebih dalam lagi tentang Aremania sebenarnya, dan kalau perlu maka dia perlu dipertanyakan ke-Aremania-annya. Seperti slogan “satu jiwa”, bahwa apabila salah satu nawak Aremania tersakiti, maka secara otomatis rekan Aremania yang lain akan merasa tersakiti juga. Yang tentunya hal ini tidak secara otomatis akan selalu kita buat sebagai alasan untuk secara langsung kita jadikan sebagai dasar untuk dengan mudah memusuhi pihak lain tanpa klarifikasi terlebih dahulu. Tapi ayas tekankan sekali lagi, apabila pihak lain tersebut sudah sering kali dan berulangkali menyakiti Aremania tanpa ada alasan yang jelas, maka Aremania tidak akan lari! Aremania bukan pengecut! Prinsip Daboribo akan Aremania teriakkan.

Kalau menurut ayas, pada dasarnya pusat Aremania itu ada dalam “Hati” Aremania itu sendiri, karena dalam hati, jiwa dan juga raga Aremania yang ada hanya “Arema”. Mereka ini lah yang disebut dengan Aremania Sejati.
Posting ini adalah ungkapan hati ayas yang, karena terinspirasi oleh pernyataan dari oknum yang menyatakan adanya aremania pusat. Kalo nawak-nawak punya pendapat yang mungkin lain, monggo dishare. Seng penting ojo gontok-gontok’an lho yoooooo……..
Salam Satoe Jiwa

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Aremania Balikpapan

  • Twitter Terbaru

    • mungkin aku sudah lelah,boyokku sudah terasa peyok.Wayahnya ngasoh sek.futsalan ae wes... 1 day ago
    • Assalamualaikum...sugeng morning. Dipagi yg full barokah ini,more mbois if kita ngopi dulu,biar awet ireng.Lets start the day with ngipok 1 day ago
    • @baguseko60 sakjane anu...yoopo yo? ngene loh.....ngerti kan? 1 day ago
    • @achmdsyahroni93 oalah,baru buka kenek an ron. dijawab opo gak iki? enko jare sombong lek gak dijawab 1 day ago
    • setelah sekian lama tidak buka twitter,kali ini ane mau bikin kicauan. ngene loh kicauane... 2 days ago
  • Follow junedoyisam on Twitter
  • Pendelok

    • 343,417 wong
  • Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

  • My Family