Supporter dan Kriminalitas

Dunia sepak bola tidak bisa di jauhkan dari dunia suporter, akan terasa aneh jika sebuah pertandingan sepak bola tanpa di kunjungi suporter. Sebagaimana pertandingan-pertandingan hukuman yang harus dijalanai suatu tim tanpa suporternya.

Suporter bola yang harusnya mendukung tim kesayangan justru menjadi beban bagi sebuah tim, karena ulah suporter sebuah tim sepak bola harus kena denda ataupun sanksi yang di bebankan kepada tim sepak bola.

Jika hal ini tak disadari oleh para suporter, buat apa mereka mendukung sebuah tim jika hanya sebagai beban.

Nassau – Presiden FIFA Sepp Blatter kembali menyerukan agar keberadaan pagar pembatas di stadion sepakbola dihapuskan. Karena suporter sepakbola bukan kriminal atau binatang buas.

Berbicara di Kongres FIFA di Bahama, Blatter menekankan pentingnya penguatan keamanan untuk mencegah terjadinya insiden. Namun Blatter juga meminta pagar yang memisahkan fans dengan lapangan dihilangkan.

“Siapa yang pantas dijaga di balik pagar? Narapidana dan binatang buas. Apakah pendukung sepakbola termasuk dalam dua kategori ini?” ujar Blatter di hadapan 250 federasi sepakbola dunia seperti dikutip Reuters.

“Tidak mudah untuk langsung melakukannya, namun itu bisa dilaksanakan tahap demi tahap. Orang yang duduk akan tenang,” imbuh lelaki asal Swiss itu lagi.

Blatter memberi contoh Inggris. Dua puluh tahun lalu, 96 orang tewas dalam tragedi Hillsborough. Sesudahnya, tak ada satu stadion pun di Inggris yang berpagar dan ternyata tidak ada kerusuhan terjadi.

“Tak ada lagi pagar di Inggris Raya. Semua stadion bertempat duduk dan tak ada masalah di sana. Bukan berarti tidak ada masalah saat fans pergi ke luar Inggris karena itu cerita yang berbeda,” papar Blatter.

Ok! Berawal dari tulisan diatas, ayas akan mencoba mengulas tentang supporter dan criminal itu sendiri, karena di Indonesia seperti sudah menjadi berita umum apabila ada suatu kelompok supporter tertentu saat melakukan pertandingan away selalu saja bikin masalah yang cenderung dalam tindakan criminal.

Kata Kriminal

Kriminal = berkaitan dgn kejahatan yg dapat dihukum menurut undang-undang
yg berlaku; berkaitan dgn pidana:mencuri atau merampok adalah
perbuatan kriminal
(kamus bahasa Indonesia, 2008)
Kata kriminalisasi berasal dari kata dasar kriminal, yang dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti ” berkaitan dengan kejahatan (pelanggaran hukum) yang dapat dihukum menurut undang-undang; pidana”.

Sementara masih menurut Kamus yang sama, kata kriminalisasi diartikan sebagai ”proses yg memperlihatkan perilaku yg semula tidak dianggap sebagai peristiwa pidana, tetapi kemudian digolongkan sbg peristiwa pidana oleh masyarakat”

Dari penjelasan diatas  kriminalisasi merupakan sebuah kosakata dibidang hukum, dan merupakan istilah di bidang hukum pidana pada khususnya. Karena itu, mari kita lihak arti kata kriminalisasi, atau criminalization dalam bahasa Inggris menurut Black’s Law dictionary sebagai berikut:

Kata Supporter

suporter = orang yg memberikan dukungan, sokongan, dsb (dalam pertandingan dsb)

(kamus bahasa Indonesia, 2008)
Sementara itu menurut akar katanya, kata “suporter “ berasal dari kata kerja (verb) dalam bahasa Inggris to support dan akhiran (suffict) –er. To support artinya mendukung, sedangkan akhiran –er menunjukkan pelaku. Jadi suporter dapat diartikan sebagai orang yang memberikan suport atau dukungan.

The act or an instance of making a previously lawful act criminal, usu. By passing a statute.
Menurut pak Suryanto dari Fakultas Psikologi Universitas Airlngga Surabaya, (http://suryanto.blog.unair.ac.id) makna Suporter itu beda dengan makna penonton biasa. Secara harfiah, istilah “penonton” berasal dari awalan pe- dan kata kerja tonton dalam bahasa Indonesia. Awalan pe- dalam hal ini berarti orang yang melakukan pekerjaan sesuai dengan kata kerja. Bila kata kerjanya tonton, maka penonton berarti orang yang menyaksikan suatu pertunjukan atau tontonan.

Dilihat dari kedua pengertian di atas jelaslah apabila antara ‘penonton’ dan ‘suporter’ memiliki makna, tujuan dan konteks yang sangat berbeda, terlebih lagi apabila kata tersebut digunakan dalam persepakbolaan. Penonton adalah orang yang melihat atau menyaksikan pertandingan sepakbola, sehingga bersifat pasif. Sementara itu suporter adalah orang yang memberikan dukungan, sehinga bersifat aktif. Di lingkungan sepakbola, suporter erat kaitannya dengan dukungan yang dilandasi oleh perasaan cinta dan fanatisme terhadap tim.

Ada dua istilah yang dipakai untuk menggambarkan suporter yang tidak sportif dan membuat kerusuhan: suporter brutal dan hooligan. Artinya dua istilah hampir sama. Perbedaan antara dua istilah itu hanya soal konteks. Istilah hooligan itu berasal di luar konteks Indonesia dan bersifat perbandingan. Istilah suporter brutal lebih sering dipakai dalam konteks Indonesia. Hooligan sama dengan suporter brutal karena yang jelas kegiatannya berdasarkan pada egoisme buruk. Seorang hooligan mau membuat kerusuhan dan kekerasan untuk membesarkan egonya. Seorang hooligan tidak ikut pertandingan untuk menikmati sepak bola tetapi untuk membuat kericuhan. Seorang Hooligan adalah musuh perkembangan sepak bola apalagi komunitas suporter murni.

Kita ambil beberapa contoh kasus yang ada di Indonesia yang berkaitan dengan hal ini. Setelah ayas googling dengan judul bonek rampok, bonek criminal baru ayas langsung mendapatkan referensi. Tapi kala ayas coba googling dengan judul Aremania/Viking/The Jak rampok ataupun Aremania/Viking/The Jak criminal ayas tidak mendapatkan hasil yang ayas harapkan bisa dipakai untuk referensi (bukan mengada-ada, tapi asli, coba ae kalo gak percaya):

  1. Suporter Persebaya, Bonek atau ‘Bondo Nekat’ mengamuk saat timnya menjamu Arema Malang, di leg II babak perempatfinal Copa Dji Sam Soe Indonesia di Stadion Gelora 10 November, Surabaya, Senin (4/9/22006). Bukan hanya di dalam lapangan namun di luar stadion Bonek menghancukan beberapa mobil termasuk dua unit truk yaitu milik ANTV dan truk Nissan dengan peralatan pemancar siaran via satelit milik PT Telkom yang digunakan melakukan siaran langsung . “Ini sangat fatal mereka sampai membakar mobil. Semua sudah di luar koridor sepakbola. Kejadian tersebut sama sekali tidak ada hubungannya dengan sepakbola,” ungkap Sigit Nugroho saat dihubungi detiksport, Selasa (5/9/2006).
  1. Kamis, 29 April 2010 10:18 WIB Metrotvnews.com, Semarang: Ratusan pendukung fanatik Persebaya Surabaya alias bonek (bondo nekat), menjarah barang pedagang di Stasiun Poncol, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (29/4) dini hari. Mereka juga merusak gerobak pedagang.
    Bonek masuk Stasiun Poncol, dalam dua gelombang: sekita pukul 02.00 WIB dan 04.00 WIB. Usai menjarah, mereka berniat melanjutkan perjalanan ke Yogyakarta dengan menumpang bus buat mendukung Persebaya melawan Persik Kediri.
    Yekti, pedagang, mengaku ketakutan begitu mengetahui barang dagangan berupa makanan, minuman, dan rokok dijarah bonek. “Waktu itu saya sedang tidur di dalam gerobak, tiba-tiba bonek langsung menjarah semua barang dagangan hingga habis,” terang lelaki 40 tahun itu.
    Belakangan puluhan bonek ditangkap saat kongkow di depan Kantor Pos Besar Semarang, tepatnya di kawasan Johar. Beberapa di antara mereka mengaku terpaksa menjarah karena kehabisan bekal di perjalanan.
    “Kami tidak berani menuju Kota Yogyakarta melalui Kota Solo karena pernah terlibat bentrok dengan warga setempat,” kata salah seorang bonek.

Ayas cuma mengambil contoh dua kasus saja, karena ayas kalo mau mengambil contoh kasus-kasus lainnya, bakal penuh halaman ini. Mungkin karena terlalu banyaknya tuan oknum supporter tersebut bikin masalah.

Sekarang kita bisa singkronkan pernyataan dari Blatter “Siapa yang pantas dijaga di balik pagar? Narapidana dan binatang buas. Apakah pendukung sepakbola termasuk dalam dua kategori ini?”

Ayas kira semua bisa menyimpulkan sendiri seharusnya diapakan supporter yang berbuat tindakan criminal itu. Kalo memang tidak mau dikatakan binatang buas, minimal mereka layak disebut narapidana, bukan supporter. Karena sama sekali tidak sesuai dengan arti kata supporter itu sendiri. Oyi gak nawak?

Salam Satoe Jiwa

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s