Sepakbola Dan Politik

Politik adalah proses pembentukan dan pembagian kekuasaan dalam masyarakat yang antara lain berwujud proses pembuatan keputusan, khususnya dalam negara. Pengertian ini merupakan upaya penggabungan antara berbagai definisi yang berbeda mengenai hakikat politik yang dikenal dalam ilmu politik.

Politik adalah seni dan ilmu untuk meraih kekuasaan secara konstitusional maupun nonkonstitusional.

sumber : id.wikipedia.orgSehingga politik demi mendapatkan kekuasaan dalam masyarakat sudah barang tentu membutuhkan suatu kendaraan atau sarana.

Kata olahraga merupakan kata kerja yang diartikan gerak badan agar sehat. Sedang menurut para pakar olahraga, adalah sebuah aktivitas manusia yang bertujuan untuk mencapai kesejahteraan (sejahtera jasmani dan sejahtera rohani) manusia itu sendiri.

 Kalau kita melihat makna dari masing-masing kata di atas (Olahraga dan Politik) sudah barang tentu mempunyai tujuan yang sangat berbeda, akan tetapi saat ini antara dua kata tersebut bisa dikatakan susah untuk dipisahkan. Apalagi dengan olahraga sepakbola, dikarenakan sepakbola banyak sekali penggemarnya maka akan membikin mata para politikus menjadi ijo, yang membikin para politikus tersebut berlomba-lomba untuk menjadikan sepakbola sebagai kendaraan politik yang efektif.
Pembinaan olahraga seharusnya bertujuan meraih prestasi, bukannya untuk mencari dukungan massa sebanyak-banyaknya. Olahraga dijauhkan dari kepentingan politik. Keduanya jelas tidak sejalan. Kita harus fokus menjaga kemurnian olahraga untuk kepentingan olahraga itu sendiri. Tanpa hal itu, mustahil prestasi yang kita harapkan bisa tercapai. Upaya politisasi olahraga paling jelas terlihat di sepakbola. Pada sejumlah pertandingan Liga dan Copa Indonesia, sering terlihat spanduk, logo, dll dukungan terhadap tokoh daerah yang maju dalam pemilihan kepala daerah. Tetapi dalam praktiknya sekarang ini olahraga diatur oleh Undang-Undang hal ini berarti olahraga mmerlukan politik bukan politisasi olahraga. Jadi artinya politik masih tetap dibutuhkan. Tetapi memang olahraga jangan dijadikan ajang berpolitik
Sepakbola, adalah merupakan jenis olah raga yang paling dan sangat digemari di Indonesia, sehingga akan bisa mendatangkan massa dalam jumlah yang sangat banyak.
Pada akhirnya fenomena ini harus dibahas secara lebih spesifik karena kenyataannya sudah sejak lama PSSI telah ditunggangi oleh para bengis politik yang mengakibatkan timnas kita ambruk tak berprestasi. Sepakbola sebagai olahraga dengan jumlah pemain terbanyak dan menarik minat banyak orang tentu menjadi santapan empuk sebagai sarana untuk ajang cari muka demi mendapatkan popularitas keuntungan politik.
Seperti yang terjadi pada gelaran AFF Cup 2010 ini, terlihat jelas adanya usaha untuk meraih popularitas oleh para elite politik tersebut. Mulai dari presiden yang harus ikut membahas mengenai kericuhan dan kenaikan harga tiket. Apa pentingnya 80 ribu penonton bila dibandingkan dengan penduduk Indonesia seluruhnya yang berjumlah ratusan juta.
Presiden malah terang-terangan membicarakan kenaikan harga tiket dengan memerintahkan PSSI untuk menurunkan harga tiket. Jelas sekali kalau pemerintah kita kerjanya hanya mencari muka demi mendapatkan simpati dari masyarakat. Pemerintah senang mengerjakan hal kecil yang tidak penting agar bisa populer sementara hal yang besar dan penting malah tidak dikerjakan dan seolah pemerintah tidak mau peduli.
Bagaimana terlihat dengan jelas presiden begitu semangat untuk mencari muka dengan ikut menonton langsung pertandingan timnas baik itu semifinal maupun final. Kehadiran presiden yang mengakibatkan orang-orang yang sudah membeli tiket tidak bisa menonton di stadion karena wilayahnya harus disterilkan untuk dilakukan pengamanan terhadap presiden yang sedang cari muka dan melakukan politik pencitraan yang menjijikkan dengan sempurna.
Begitu pula dengan salah satu pimpinan elite partai yang mengundang timnas untuk hadir di rumahnya. Kasihan timnas kita telah dijadikan arena untuk mendapatkan popularitas demi kepentingan politik. Kalau olahraga dijadikan sebagai alat untuk mendapatkan kekuasaan maka jangan heran sepakbola Indonesia hanya menjual harapan tanpa pernah berprestasi. Persis seperti janji kampanye para calon pemerintah yang langsung dilupakan begitu mereka menang pemilu.
Dalam tim sepakbola tercinta ayas, Arema juga pernah menjadi bahan mainan politik. Seperti dalam kasus  Majalah Tempo Edisi 24-30 Januari 2011 dengan judul Korupssi Priit…! Banyak sandiwara di lapangan bola. Dalam artikel yang beritakan oleh Tempo tentang Arema, banyak sekali berita yang sangat tidak benar. Bila nawak2 sudah pernah membacanya di wearemania.net pasti tahu tentang apa itu.
Dalam persepakbolaan nasional sebagai orang Indonesia juga sudah pasti tahu tentang berita terbaru tentang pemberitaan pemecatan sepihak oleh PSSI terhadap Alfred Reidl. Mantan pelatih Timnas Indonesia ini dipecat dengan alasan dia dikontrak oleh perorangan (dikontrak oleh pihak Bakrie Grup), itu alasan PSSI. Sedangkan kepengurusan PSSI yang terbaru didapatlah ketua umum PSSI yaitu Bapak Djohar Arifin Husein, yang menurut banyak pihak beliau ini adalah merupakan boneka dari Arifin Panigoro (penggagas LPI).  Sedangkan antara kubu Bakrie dan Arifin Panigoro ini sudah menjadi rahasia umum mereka ini saling bersebrangan dalam urusan yang ayas sendiri tidak paham (hehehehe sok nggak ngerti ae ayas). Sehingga ayas menilai tindakan PSSI dalam pemecatan Alfred Reidl ini bukan murni karena faktor olahraga, akan tetapi koridor politiklah yang paling dominan. Meski tujuan utama adalah untuk memajukan sepakbola, koq ayas sendiri risih dengan dicampur adukkannya urusan politik dan olah raga ini.  Karena ayas menilai prestasi dalam olah raga itu penting, akan tetapi sportifitas itu lebih penting.
Sebenarnya masih buanyak contoh2 lain yang bisa ayas sampaikan yang memberitakan tentang hubungan antara sepakbola dan politik, nawak2 mungkin banyak tahu koq. Jadi kesimpulannya…………? Emboh wes! Hahahahahaha
Salam Satoe Jiwa

2 Komentar

  1. betul yang diatas, menarik juga blog ini

    andre

    • Taripnya berapa sekali narik?


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Aremania Balikpapan

  • Twitter Terbaru

    • mungkin aku sudah lelah,boyokku sudah terasa peyok.Wayahnya ngasoh sek.futsalan ae wes... 1 day ago
    • Assalamualaikum...sugeng morning. Dipagi yg full barokah ini,more mbois if kita ngopi dulu,biar awet ireng.Lets start the day with ngipok 1 day ago
    • @baguseko60 sakjane anu...yoopo yo? ngene loh.....ngerti kan? 1 day ago
    • @achmdsyahroni93 oalah,baru buka kenek an ron. dijawab opo gak iki? enko jare sombong lek gak dijawab 1 day ago
    • setelah sekian lama tidak buka twitter,kali ini ane mau bikin kicauan. ngene loh kicauane... 2 days ago
  • Follow junedoyisam on Twitter
  • Pendelok

    • 343,417 wong
  • Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

  • My Family