PROFIL: Lucky Acub Zaenal, Sang Pendiri Arema

Lucky Acub Zaenal, matanya sudah tak bisa melihat lagi. Tapi masih saja setia menonton laga Arema, langsung dari Kanjuruhan. Jika dulu dia bisa berteriak, memberi semangat, mudah bertatap muka dengan setiap pemain dan Aremania, sekarang hal itu tidak mungkin lagi.

Lucky sapaannya, hanya bisa duduk termenung di kursi khusus yang disediakan panpel. “Saya hanya bisa mendengarkan. Namun saya bisa merasakan atmosfer laga Arema,” katanya.

Sudah banyak usaha untuk mengobati sakit matanya itu. Tak terhitung berapa biaya yang sudah dia keluarkan. Namun visrus CMV (cytomegalovirus) yang ada di tubuh, telah merusak fungsi retina mata. “Hampir 13 kali saya keluar masuk rumah sakit, tapi Allah berkehendak lain.”

Meski kondisi tubuhnya tidak lagi sempurna, Lucky tetap dicintai. Terutama oleh Aremania. Pria yang belakangan aktif sebagai pembicara di seminar narkoba itu tetap dianggap sosok yang berjasa besar.

Ada beberapa pemain yang biasanya minta restu kepada dirinya. Musim ini, M.Noh Alam Shah, M.Ridhuan, dan Pierre Njangka selalu berpamitan sebelum bertanding. “Arema dan Aremania sudah menjadi batin saya,” katanya.

Totalitas Lucky Acub Zaenal untuk Arema hingga saat ini tidak ada duanya. Selama 16 tahun (dari 1987 hingga 2003), dia bergelut dengan klub muasalnya bernama Arema 86 itu.

Berkat tangan dinginnya, Arema menjadi salah satu klub papan atas negeri ini. Juga telah menjelma menjadi subkultur dengan identitas, simbol dan karakter bagi publik Malang.

Pada 2003, keputusan berat harus dia ambil. Arema dijual PT.Bentoel. Keputusan ini sempat disayangkan banyak pihak. Tapi Lucky merasa inilah keputusan yang terbaik buat Arema.

Ketika diambil PT.Bentoel, Lucky tak bisa berbuat banyak. Namun ketika perusahaan rokok itu melepasnya pada tahun 2009, dia turun gunung. Arema Indonesia dimiliki oleh PT Arema Indonesia. Lucky punya saham di yayasan tersebut meski kecil. “Hanya 7 persen,” aku dia.

Pasang surut perjalanan Arema dalam mengejar prestasi tak bisa dipisahkan dari sosok Lucky Acub Zaenal. Sayangnya, pendiri tim berjuluk Singo Edan itu sementara waktu tidak bisa melihat tim kesayangannya berlaga di tanah air. Saat Arema Indonesia meraih juara Superliga Indonesia 2009/10, Lucky hanya bisa terdiam dan menangis. Bukan karena Lucky tak lagi sayang pada Arema, namun ketidakhadirannya itu karena cobaan yang tengah menderanya.

Masih bisa merasakan Arema kembali juara, batin Lucky terasa penuh. Membuatnya menjadi makin nyaman menikmati waktu luang di hari tuanya yang bergumul dengan perkebunan kelapa dan buah-buahan di Tulungangung, Jawa Timur.

Nama: Lucky Acub Zaenal

Lahir: Malang, 1960

Karier: Pembalap Nasional 1980/90-an

Pendiri dan Pengurus Arema (1987-2003)

Sam Ikul, panjenengan adalah orang tua bagi Aremania. Jasamu dan nama besarmu akan selalu menjadi legenda bagi kami, sampai kapanpun.
Artikel terkait :
1. Yuli Sumpil
2. Djohar Arifin Hesein
3. Roman Chmelo
4. Ovan Tobing

Salam Satoe Jiwa

4 Komentar

  1. SAVE AREMA…..!.

  2. […] hari setelah itu, Ir Lucky Acub Zaenal –putra Mayjen TNI (purn.) Acub Zaenal– mendatangi Ovan di rumahnya, Jl. Gajahmada 15. Ia […]


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s