“Virus” Bernama Aremania

Virus adalah parasit berukuran mikroskopik yang menginfeksi sel organisme biologis. Virus bersifat parasit obligat, hal tersebut disebabkan karena virus hanya dapat bereproduksi di dalam material hidup dengan menginvasi dan memanfaatkan sel makhluk hidup karena virus tidak memiliki perlengkapan selular untuk bereproduksi sendiri.Virus sangat sulit untuk dibunuh.Penyembuhan penyakit akibat infeksi virus biasanya disalah-antisipasikan dengan penggunaan antibiotik, yang sama sekali tidak mempunyai pengaruh terhadap kehidupan virus. Contoh yang sudah kita ketahui adalah virus HIV (AIDS), virus flu burung, virus hepatitis dan lain lain. Hahahaha bingung kan?Lek bingung gondhelan, ati2 tibo enko’……….gini aja, intinya virus ini mudah menyebar dan susah penyembuhannya, cukup.
Seperti halnya apa yang ayas tulis di atas, bahwa virus ini adalah suatu penyebab penyakit yang susah disembuhkan. Adalah satu virus yang muncul dalam kehidupan persepakbolaan Indonesia yang telah menyebar dengan cepat tanpa ada yang sanggup untuk mencegahnya, akan tetapi virus yang satu ini bukanlah suatu virus yang mempunyai sifat jelek, karena virus ini menyebarkan sikap perdamaian dan kebaikan demi perkembangan persepakbolaan di Indonesia. Virus ini dimulai dari kota Malang yang bersumber dari sebuah tim sepakbola Arema. Virus ini bernama “Aremania”.

Seperti kita ketahui, jaman dahulu kala waktu sepor lempong masih berjalan, yang namanya pertandingan sepak bola itu adalah merupakan suatu momen yang menakutkan bagi sebagian orang. Karena biasanya dalam pertandingan sepakbola selalu akan diiringi dengan adanya suatu keributan dan perkelahian antar kelompok supporte yang mendukung tim yang sedang bertanding. Adalah Aremania muncul sebagai pendukung tim sepakbola Arema. Dengan sifat positif dalam mendukung tim kala bertanding, kreatif, atraktif dan sportif. Aremania memulai kebiasaan menonton dan mendukung pertandingan dengan misi betul-betul untuk mendukung dan memotivasi skuad Arema agar bisa lebih bersemangat untuk memenangkan pertandingan. Bukan sebaliknya.

Dengan mendapatkan tutorial yang berasal dari trio pemian Chile yang tergabung dalam skuad Arema kala itu, yaitu Pacho, Rubio, dan Araya Aremania mulai meniru dan belajar segala hal tentang cara menjadi supporter yang benar itu bagaimana. Mulai dari bernyanyi dan menari yang isinya sudah barang tentu dukungan bagi skuad. Dan juga sikap loyal dan kecintaan pada tim Arema mulai membawa Aremania menjadi supporter yang jauh lebih baik. Dari dulu yang bersifat hooligans telah bertransformasi menjadi lebih baik lagi.

Dan hal ini, persis seperti halnya virus yang benar-benar penyakit Aremania susah untuk dicegah dalam berkreasi dan beraksi, dan dengan mudahnya menularkan hal ini kepada pihak-pihak lain. Sehingga sekarang sudah banyak muncul supporter2 yang telah meniru dengan apa yang telah dilakukan oleh Aremania. Adalah The Jakmania, Slemania, LA Mania, Singamania dan lain-lain yang tersebar di seluruh wilayah di Indonesia tentunya.

Seperti halnya sifat virus yang benar-benar penyakit, Aremania susah untuk dibunuh. Pernah Aremania mendapatkan sanksi dari PSSI atas tragedi di stadion Brawijaya Kediri selama 3 tahun tidak boleh hadir dalam setiap pertandingan Arema dimanapun dengan menggunakan atribut kebanggaan Aremania (warna biru). Akan tetapi dengan kratifnya Aremania tetap saja hadir dalam pertandingan Arema dengan menggunakan kostum yang nyleneh2, sehingga dalam hal ini sanksi dari PSSI seakan2 tidak berlaku. Dan dengan sportifitas yang tinggi, Aremania tetap mejalani sanksi ini selama masa hukuman yang telah diberikan.

Demikianlah sebuah virus yang bernama Aremania, tidak akan bisa dibunuh! Karena loyalitas tanpa batas Aremania telah melekat dalam hati, jiwa juga raga Aremania itu sendiri. Aremania akan selalu menemani Arema dimanapun dia berlaga, karena Aremania ada dimana-mana. Aremania akan selalu melawan apabila ada ancaman, dan Aremania dengan tangan terbuka akan selalu menerima salam perdamaian dari siapapun, dengan salam satoe jiwanya Aremania selalu menyapa, karena Aremania mau damai boleh, ributpun boleh.

Salam Satoe Jiwa

4 Komentar

  1. masalahe nawak2 saiki iku akeh sing misuh2…..isin dw aku lek nonton , masio d tangerang

    • lha yo iku sam, ayas sebagai salah sijine aremania seng mengeluhkan hal ini cuman iso menghimbau lewat tulisan2 ayas ae. mergone gak mungkin ayas iso ngendalekno nawak2 seng sak mono kanyab e. sak jane dirigen nang kene seng luweh berperan. mergo opo seng ono nang lapangan iku gak adoh teko tindak tanduk’e dirigen. sak umpomo ono seng ngandani dirigen mgk sedikit osi ngrubah. mugo2…..amieeeeeen…..

  2. sing rodo genah cangkeme rekkk….suporter misuhan balak’e kenek nang aremaaaa…..

    • Sabar cak, seng penting introspeksi diri masing2 ae. gawe perbaikan diri lah seng bener. ayas gak munafik, aremania juga ono seng seneng misuhan, tapi motivasi memperbaiki diri kudu ono ker! oyi?


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s