Masa Pendirian dan Perkembangan Arema (Sejarah Lagi)

Berbicara tentang Arema dan “klub sepak bola utama”, kita tidak dapat melepaskan diri dari pembicaraan klub amatir dan klub profesional. Menurut konsepnya, klub-klub amatir yang hendak mengikuti kompetisi profesional (Galatama-LI) diharuskan mengubah statusnya lebih dahulu menjadi klub profesional. Kelak, klub-klub itu boleh mengubah namanya, merger, atau bahkan berpindah markas (homebase).

Jayakarta (Jakarta) misalnya, yang merupakan anggota Persija (Jakarta Pusat) membentuk klub profesional untuk mengikuti Galatama. Begitupun UNI (Bandung) sebagai anggota Persib (Bandung) yang membentuk klub profesionalnya. Sejarah pun mencatat bahwa UNI mengubah namanya menjadi Bandung Raya, yang kelak juga merger dengan Masyarakat Transportasi (Mastrans) sehingga khusus untuk LI 1995/1996 bernama Mastrans Bandung Raya. Menurut Ketua Bandung Raya yang juga PO UNI, Syamsudin Curita, perubahan nama itu dimaksudkan agar tidak terjadi kekeliruan nama dengan UNI Perserikatan (Pikiran Rakyat, 4 September 1987). Jika anda merupakan warga Jawa Barat, anda tentu mengingat tulisan Sari Bumi Raya ’76 (amatir) dan Sari Bumi Raya ’79 (profesional) di surat kabar Jawa Barat. Namun, di surat kabar Indonesia hanya ditulis Sari Bumi Raya (tanpa ’76 atau ’79) dalam Galatama I/1979-1980. Sari Bumi Raya (amatir) didirikan pada 10 Juni 1976, sedangkan Sari Bumi Raya (profesional) mengikuti Galatama yang mulai berputar pada 17 Maret 1979.

Ada juga Assyabaab (Surabaya) yang merupakan anggota Persebaya (Surabaya). Klub yang sempat memulainya di Divisi I Galatama 1990 ini melakukan merger dengan “Salim Group Surabaya” pada bulan Juli 1991 sehingga bernama Assyabaab Salim Group Surabaya. Berpindah homebase? Tenang, klub profesional boleh pindah kandang, tetapi klub amatir tetap berada di tempat asalnya, kecuali jika ditentukan lain. Lihatlah Mitra Surabaya (anggota Persebaya) yang tetap berada di Surabaya meski klub profesionalnya pindah ke Kutai Kartanegara dengan nama Mitra Kukar (sebelumnya, Mitra Kalteng Putra). Begitu pun Pro Duta (profesional) yang berpindah ke Sleman, tetapi Pro Duta (amatir)-nya tetap asyik-asyik saja mengikuti kompetisi intern Persib (kini, kompetisi U-15, U-18, dan U-20 Pengcab PSSI Kota Bandung).

Kembali ke kisah Arema, berdasarkan penelusuran informasi (data) NovanMediaResearch, pada bulan Juni 1987 dikabarkan akan dibentuknya klub Galatama Aremada ’86 (Malang) yang diambil dari Arema (Arek Malang) dan Aremada ’86 yang merupakan anggota Divisi I Persema Malang (Pikiran Rakyat, 10 Juni 1987). Dalam perkembangannya, Arema pun menjadi salah satu dari lima klub baru Galatama. Empat klub baru lainnya, yaitu Medan Jaya (Medan), Lampung Putra (Lampung), Bandung Raya (Bandung), dan Palu Putra (Palu). [Pikiran Rakyat, 30 Juli 1987]. Kelak, Pusri (Palembang) mengikuti jejak kelima klub tersebut. Selain itu, sejarah pun mencatat bahwa Arema berdiri pada 11 Agustus 1987.

Sebagai anggota baru Galatama, Arema dan klub-klub lainnya belum tentu diijinkan untuk mengikuti Galatama. Mereka harus diuji terlebih dahulu performa klubnya. Pada masa ini, klub-klub baru Galatama itu diuji coba dalam pertandingan segitiga bersama tiga klub terbawah Galatama 1986/1987, yaitu Semen Padang (peringkat ke-6), Perkesa ’78 (peringkat ke-7), dan Warna Agung (peringkat ke-8). Sementara Tunas Inti yang berperingkat ke-9 dari 9 klub peserta Galatama 1986/1987 telah mengundurkan diri dari Galatama.

Dalam pertandingan segitiga itu, Medan Jaya dan Pusri disatukan dengan Semen Padang (Padang) di Medan (7-9 September 1987), Arema dan Palu Putra disatukan dengan Perkesa Mataram (Yogyakarta) —sebelumnya bernama Perkesa ’78 (Sidoarjo)— di Malang (9-11 September 1987), serta Lampung Putra dan Bandung Raya disatukan dengan Warna Agung (Jakarta) di Bandar Lampung (11-13 September 1987). Kelak, uji coba-uji coba bagi klub-klub baru Galatama periode berikutnya dilakukan di Piala Liga.

Dalam perkembangannya, di Malang sedang diselenggarakan Piala Bentoel 1987. Arema pun turut menjadi pesertanya meskipun tertahan di babak penyisihan. Kejadian ini ternyata membawa berkah. Arema diijinkan secara langsung untuk menjadi anggota Galatama tanpa mengikuti pertandingan segitiga terlebih dahulu. Menurut Administrator Liga (Galatama), Acub Zainal, hal itu cukup memadai sebagai uji coba.

Masa penantian Arema pun sudah di depan mata. Galatama 1987/1988 mulai digelar pada tanggal 3 Oktober 1987. Sayang, dalam debutnya di Galatama, Arema harus mengakui keunggulan Perkesa Mataram 0-1 di Stadion Gajayana, Malang (4 Oktober 1987). Namun demikian, kekalahan itu tidak menyurutkan langkah Arema untuk berprestasi lebih tinggi di Galatama. Arema pun menempati peringkat ke-6 Galatama 1987/1988 dan tercatat sebagai klub baru tersukses dari klub-klub baru lainnya.

Sumber : Aremania Kaskus

Salam Satoe Jiwa

2 Komentar

  1. arema taiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii

    • biar tai masih arema mbak yu…………hahahahaha ngiri ya?


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s