Profil Brigadir Jenderal TNI (Purnawirawan) Acub Zaenal (Alm.) Mantan Gubernur Irian Jaya Pelopor Berdirinya Arema

Arema, sejarah dan kisahnya seakan tidak habis untuk dibahas. Kali ini ayas mencoba menulis tentang ebes Acub Zaenal sang pelopor berdirinya Arema.

Acub Zainal merupakan Gubernur ketiga setelah menggantikan Frans Kaisiepo pada 1973-1975. Meski hanya dua tahun memimpin Provinsi Irian Jaya tetapi banyak gebrakan yang dibuat oleh mantan Pangdam XVII Cenderawasih ini.

Acub Zainal dengan pangkat terakhir Brigadir Jenderal TNI (Purnawirawan) pergi dalam usia 81 tahun–lahir pada 19 September 1927–dan meninggalkan empat orang anak, yaitu Reinny, Iwan, Lucky, dan Happy.

Mantan Kapten Persipura Hengki Heipon mengatakan Acub Zainal merupakan salah satu tokoh yang turut pula memajukan olahraga dan khususnya sepak bola di Papua, sebab saat beliau menjabat Gubernur Provinsi Irian Jaya dan Pangdam olahraga di Papua mulai bangkit.

“Saya salut kepada beliau karena pertama kali memugar stadion Mandala menjadi stadion milik KONI Papua yang bagus dengan memiliki tribun,” üjar Heipon kepada Jubi belum lama ini saat membawa Perseru Yunior ke Jayapura.
Ditambahkan kecintaannya terhadap sepak bola hingga pernah menggelar kejuaraan sepak bola antar kabupaten se Papua merebut Piala Acub Zainal atau Acub Zainal Cup. Agaknya tidak berlebihan pendapat Hengki Heipon karena Mayjen TNI(Purn) Acub Zainal adalah salah satu tokoh yang berhasil membangun dan merobah wajah Kota Jayapura.
Setelah dilantik jadi Gubernur Provinsi Irian Jaya pada 1973 lalu yang pertama kali dikerjakan adalah merombak Kantor Gubernur Provinsi Irian Jaya, memugar stadion Mandala dan membangun Gedung Olahraga (GOR) di APO Kota Jayapura.
Pasca Acub Zainal belum ada perubahan yang berarti tetapi hanya tambal sulam dan memperbaiki bangunan bangunan peninggalan Acub Zainal. Bukan hanya itu saja, dibidang sepak bola sang Jenderal ini punya pengaruh yang besar sekali.
Salah satunya adalah membina olahraga mulai dari sepak bola, atletik dan juga angkat besi dan bina raga. Fasilitas bina raga dan angkat besi yang saat ini dimiliki Pengda PABSI Papua merupakan warisan Acub Zainal.
Bagaimana dengan sepak bola, Acub Zaenal, mantan Pangdam XVII Cenderawasih dan mantan Gubernur Provinsi Papua ternyata sangat memahami dan meyakini potensi sepak bola di Papua. Hingga tak heran kalau beliau dengan sekuat tenaga terus membenahi Persipura Jayapura.

Ia pernah menggelar kejuaraan sepak bola antarkabupaten se-Papua yang memperebutkan Piala Acub Zaenal. Setelah dilantik menjadi Gubernur Irian Jaya pada tahun 1973, agenda pemerintahannya yang pertama adalah merombak Kantor Gubernur Irian Jaya, memugar Stadion Mandala, dan membangun GOR Jayapura.
Walau saat itu, tim Mutiara Hitam Persipura sudah menjadi langganan delapan besar PSSI bersama PSMS Medan, Persija Jakarta, Persib Bandung, PSM Makasar, PSIS Semarang, Persema Malang dan Persebaya Surabaya belum pernah juara nasional. Acub Zaenal terus menata Persipura dengan mendatangkan pelatih Cho Seng Que asal Singapura, hanya dalam tempo dua tahun, Persipura menjadi sebuah kesebelasan elit yang mampu menjadi juara PSSI pada 1975/1976.
Selain itu dalam kejuaraan antar club memperebutkan Soeharto Cup, Mandala Jaya dengan materi pemain mayoritas dari Persipura, berhasil empat kali juara berturut-turut. Bahkan Persipura yang mewakili PSSI pada sebuah turnamen di Saigon, Vietnam Selatan, Persipura bisa masuk final namun kalah tipis 1-2 dari tuan rumah Vietnam Selatan.
“Kami pernah mewakili Indonesia ke Kings Cup di Bangkok dan melawan club Jepang Hitcahi di stadion Gelora Bung karno,” ujar Hengki Heipon mantan pelatih dan kapten Persipura.
Bukan itu saja beliau juga pernah mendatangkan pelatih dari Bandung Pomo Suratmo untuk melatih tim Persipura. Para pemain seperti Timo Kapisa, Yafet Sibi, Hengky Heipon, Hengky Rumere, Tinus Heipon, Fred Imbiri, Yacobus Makanwei, Mettu Duaramuri, Alberth Pehelerang, Yakobus Mobilala, Panus Korwa, Roby Binur, Benny Yansenen, Jimmy Pieters, Yohanis Auri dan pemain lainnya menjadi langganan PSSI dan menjadi rebutan berbagai klub di Indonesia.
Acub Zainal juga mendirikan club Perkesa 78 (cikal bakal tim Arema) dengan mayoritas pemain anak anak asal Papua tercatat Yafet Sibi, Saul Sibi, Ony Mayor, Stepanus Korwa, Bertus Tamnge, Agus Ohee, Nico Ramandey dan masih banyak lagi pemain asal Papua. Sayangnya club ini bubar dan Acub Zainal sangat kecewa karena masalah non teknis dalam Perkesa yang bagi sang Jenderal tak bisa diterima.

Acub Zaenal adalah ayah dari pembalap dan pesepakbola nasional,  Ir. Lucky Acub Zaenal sang pendiri Arema setelah mendapat mandat dari sang ayah.

Artikel terkait:

Salam Satoe Jiwa

1 Komentar

  1. […] Acub Zaenal yang kali pertama punya andil menelurkan pemikiran membentuk klub galatama. Jasa “Sang […]


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Aremania Balikpapan

  • Twitter Terbaru

    • mungkin aku sudah lelah,boyokku sudah terasa peyok.Wayahnya ngasoh sek.futsalan ae wes... 1 day ago
    • Assalamualaikum...sugeng morning. Dipagi yg full barokah ini,more mbois if kita ngopi dulu,biar awet ireng.Lets start the day with ngipok 1 day ago
    • @baguseko60 sakjane anu...yoopo yo? ngene loh.....ngerti kan? 1 day ago
    • @achmdsyahroni93 oalah,baru buka kenek an ron. dijawab opo gak iki? enko jare sombong lek gak dijawab 1 day ago
    • setelah sekian lama tidak buka twitter,kali ini ane mau bikin kicauan. ngene loh kicauane... 2 days ago
  • Follow junedoyisam on Twitter
  • Pendelok

    • 343,417 wong
  • Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

  • My Family