Si Bengal Rodriguez “Pacho” Rubio & Si Tukang Sihir “Joao Carlos”

Rodriguez “Pacho” Rubio

Si Bengal!  Sampai saat ini belum ada striker impor Arema yang bisa menyamai performa dan totalitasnya di lapangan. Yupz!! Rodriguez “Pacho” Rubio … Striker berkebangsaan Chili ini begitu cepat beradaptasi dengan sepakbola Indonesia dan tidak butuh waktu lama baginya untuk menyatu dalam permainan khas Arema karena baginya karakter orang Malang dan Arema hampir mirip dengan karakter orang Chili kebanyakan. Tipikal striker yang cerdik, skillful, pemilik tendangan keras terarah, dingin di kotak penalti tetapi meledak-ledak saat lawan mengasari dan wasit tidak mengambil keputusan apa-apa. Tidak salah kalo kemudian Aremania menjadikannya pujaan sekaligus icon bagi Arema.
Sampai sekarang pun, mayoritas Aremania masih mendambakan pemain seperti dia untuk hadir di Malang, kalo pun tidak, mereka mengharapkan striker Arema mempunyai jiwa singa seperti apa yang Pacho tunjukkan. Sayang Pacho tidak lama di Malang. PSSI memberikan cap striker bengal dan kerap membikin ulah di lapangan sekaligus melarang dia tampil di Indonesia karena dikhawatirkan akan membawa citra buruk bagi persepakbolaan Indonesia. Tetapi hal itu tidak menyurutkan publik Malang yang sudah terlanjur memujanya. Pacho adalah jaminan ancaman bagi gawang lawan bersama sang pelayan, Rodrigo Araya. Dalam posting ayas yang berjudul The Bad Boy’s Of Arema (bag-1) ayas membahas bagaimana “kenakalan” Pacho kala membela Arema.

Joao Carlos

Tukang Sihir … julukan itulah yang disematkan pada diri pria Brazil satu ini. Joao Carlos atau yang akrab dipanggil Jo, merupakan sosok gelandang yang memadukan jogo bonito dan kemenangan. Filosofi sepak bola yang kental dianut di negara kelahirannya. Passing terukur, visi permainan yang tajam, pandai merancang pola serangan dan diakhiri dengan through pass tajam adalah sebagian nilai plus yang ada pada adik kandung Carlos de Melo, mantan gelandang Petrokimia Gresik. Salah satu hal yang membuat ayas kagum dan menjadikannya sebagai inspirator adalah kelihaiannya memberikan passing tanpa melihat (no look pass) kepada temannya. Skill yang mampu membuat lawan terkecoh karena sering lawan lebih memperhatikan gerak tubuh dan arah pandangan matanya. Sangat wajar kalo Benny Dollo (Bendol) langsung merekomendasikan namanya ke manajemen Arema untuk segera mengontrak Jo. Satu kebiasaan Bendol yang sangat jarang ditemui pada saat menilai pemain seleksi Arema saat itu. Bendol begitu terpikat skill dan visi permainannya, yang tidak dia temui pada pemain seleksi sebelumnya. Jo pun langsung menjadi sosok yang diagungkan di Malang dan langsung dibayar lunas dengan mengantarkan Arema juara divisi I dan 2 kali Copa Dji Sam Soe. Torehan prestasi tersebut ternyata tidak menjadi pertimbangan Miroslav Janu (pelatih Arema setelah Bendol) untuk mempertahankannya. Janu mencoret Joao di awal putaran kedua Liga Indonesia 2007. Aremania pun berang dan menganggap Janu sebagai orang yang akan menghancurkan Arema. Reaksi itulah yang membuat Jo tidak bisa melupakan Arema dan bertekad tidak akan membela Persebaya yang notabene merupakan musuh abadi Arema. Baginya itu adalah pengkhianatan. Pada pre season Liga Djarum Indonesia 2008, Arema melakukan sparring partner melawan Persisam Samarinda, klub Jo sekarang. Sayang sekali Jo tidak dalam kondisi fit dan memilih tidak bermain. Mungkin inilah sikap seorang ksatria yang memilih tidak bermain melawan klub yang membesarkannya dan ini bernilai setingkat diatas profesionalisme.

Salute buat anda berdua, jasa dan kebesaranmu saat di kota Malang akan selalu Aremania ingat.

Salam Satoe Jiwa

7 Komentar

  1. Nang endi yo Joe Carlos Saiki rek.?
    kangen no 22 ne

    • wonge saiki dadi takmir masjid nang nggonku sam, tukang adzan. Hahahahaha…………
      Kabar e ayas durung itreng sam, enko lek ono kabartak kandani……..

    • jo skrng kmbli k brazil dluw dy maw main d persija tpi pemain asing persija sdah lengkap jdi jo g jdi gabung dg persija…
      skrng jo bikin SSB d kota malang yg d dirikn oleh mntan pemain arema cloudio de jesus n joao charlos….

      • Info sipiku sam, lek itreng infone SSBne nang endi olehe latihan? ayas seh mek sering itreng Claudio Jesus sering futsalan nang MOG kono…….

  2. hii guys..iyah joao udah balik ke brazil 2 thn lalu,saya manager dan agen dia sekarang tapi susah untuk masukin dia ke klub2 disini lagi…mungkin kalian bisa bantu kumpulon fans2nya joao utk referensi saya..makasih ya

    • mas denny,kalo masalah masukin Joao ke klub kita sebagai fans nggak bisa berbuat banyak. tp semoga dan kami berharap bisa masuk ke Indonesia lagi mas si penyihir satu ini. Semoga sukses mas

  3. terkenang jo “no look pass” carlos, visi bermain sangat luar biasa blum ada pemain asing yg mempunyai skill spt dia, kapan jo gabung ke arema lagi…


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Aremania Balikpapan

  • Twitter Terbaru

    • mungkin aku sudah lelah,boyokku sudah terasa peyok.Wayahnya ngasoh sek.futsalan ae wes... 1 day ago
    • Assalamualaikum...sugeng morning. Dipagi yg full barokah ini,more mbois if kita ngopi dulu,biar awet ireng.Lets start the day with ngipok 1 day ago
    • @baguseko60 sakjane anu...yoopo yo? ngene loh.....ngerti kan? 1 day ago
    • @achmdsyahroni93 oalah,baru buka kenek an ron. dijawab opo gak iki? enko jare sombong lek gak dijawab 1 day ago
    • setelah sekian lama tidak buka twitter,kali ini ane mau bikin kicauan. ngene loh kicauane... 2 days ago
  • Follow junedoyisam on Twitter
  • Pendelok

    • 343,417 wong
  • Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

  • My Family