Sisi Lain Aremania

Mengantri

Adalah sesuatu yang bagi sebagian orang adalah sangat membosankan dan sangat sangat tidak asyik untuk dilakukan, apalagi dilakukan dengan berdiri dalam suasana panas terik, hujan badai,  kelaparan dan kehausan. Wes talah, pokoknya lengkap penderitaan bagi yang sedang menjalani. Akan tetapi semua ini bukanlah menjadi suatu halangan bagi yang namanya Aremania kala mengantri untuk membeli tiket. Sudah barang tentu hal ini sudah menjadi budaya yang setiap kali Arema maen sudah dapat dipastikan akan terjadi, ngantri tiket mudik aja kalah panjang dengan antrian dari Aremania! Suatu budaya yang perlu dilestarikan.

Budaya mengantri ini memang akan selalu dilestarikan olah Aremania, karena banyak manfaat dan keuntungan yang akan didapatkan. Hal pertama yang akan didapat adalah mengurangi tumbuh pesatnya calo tiket, karena apabila semua yang mau menonton pertandingan mendapatkan tiket dari loket resmi, maka calo tiket akan ndoweh, karena dagangan mereka tidak laku. Ada lagi, denganmengantri maka dengan berdiri bersama untuk mendapat giliran maju ke loket, maka akan terjalin komunikasi antar sesama Aremania, sehingga persaudaraan yang ada akan terasa semakin dekat. Dengan mengantri pula maka semua akan mendapatkan keadilan. Maksudnya tidak ada lagi yang merasa datang belakangan koq masuknya duluan, terus lagi tidak akan ada saling desak2an kala mendaptkan tiket, sudah barang tentu kaum hawapun akan merasa aman dan nyaman dengan budaya mengantri ini. Benul gak?

Malu masuk stadion tanpa tiket

Dalam lingkup aremania sendiri, sejak Aremania menyadari betapa pentingnya hasil penjualan tiket bagi kelangsungan tim Arema, maka dengan perasaan rasa memiliki terhadap Arema itu sendiri, maka Aremania yang mau menonton Arema selalu berusaha membeli tiket, berapapun harganya. Dan bahkan menurut survey yang ada, harga tiket pertandingan Arema adalah yang paling mahal dari pertandingan tim2 lain di Indonesia. Bisa di buktikan ini ker, dan hebatnya………hal ini sudah berlangsung sejak lama, ayas ingat sejak tim lain bertanding masih dengan harga 7.500 rupiah,  Arema kala bertanding kandang harga tiket sudah mencapai 12.000 dolar Amerika. Sungguh fantastis! Hahahaha lebay………

Inovatif dan kreatif

Hal ini sudah tidak perlu dipertanyakan lagi. Yang memulai lagu Padamu Negeri sesaat sebelum Arema bertanding siapa? Aremania. Sekarang hal ini sudah dilakukan oleh semuuuuuuuuuuuaaaaaaaa tim sepakbola di Indonesia kalu mau bertanding. Pengibaran bendera merah putih raksasa pertama waktu Timnas bertanding siapa? Aremania.Yang memulai atraksi bernyanyi dan menari kalau mensupport tim saat bertanding siapa? Aremania.  Yang pertama membentuk korwil untuk mengkoordiniir sesama suporter siapa? Aremania. Sekarang ayas melihat dengan mata, kuping, hidung ayas sendiri kalau bukan cuman supporter bola aja yang punya korwil, club sepeda motor pun punya. Aremania dengan salam satu jiwanya, siapa yang tidak tahu. Dulu mana ada suporter dengan salam khasnya, Aremanialah yang mempopulerkannya. Sekarang? kita tahu Persiba dengan salam satu bangsanya, The Jak dengan salam satu jarinya, ada lagi yang membikin salam satu bancinya.Hehehehe guyon ker……….Dan masih banyak lagi hal2 yang bisa dianggap inovatif dan kreatif lainnya. Tidak bisa bisa disangkal dan dipungkiri oleh supporter lain tentang hal ini. Hehehehe jika ada yang meniru dan tidak mau dianggap pagliat, mereka adalah munafik. Siapa yang seperti itu?

Kompak

Aremania dengan satu jiwanya telah membentuk suatu ikatan kekeluargaan yang kuat. Hal ini tidak lain adalah karena sesama Aremania merasa sudah menjadi satu, satu Aremania. Tidak ada lagi Jodipaners, tidak adalagi Argobel, tidak adalagi GAS. Bila semua sudah masuk stadion maka satu nama yang akan diusung, Aremania. Tarian dan nyanyian puluhan ribu Aremania hanya dengan dipimpin oleh seorang dirigen bisa dengan kompak berjalan. Bahkan seorang kondukter ternamapun (Adi M.S) mengakui bahwa dia belum pernah memimpin dengan orang segitu banyaknya, tapi Aremania bisa.

Sportif

Tugas dari suporter adalah mendukung dan memberikan semangat pada tim kala bertanding, cuma itu. Suporter tidak bisa turut serta untuk menentukan hasil pertandingan, apapun hasil pertandingan, maka suporter juga harus dapat menerimanya. Suporter tidak bisa selalu minta tim untuk menang, karena dalam sepakbola ada anggapan bola itu bundar, siapapun lawannya tim kuatpun bisa kalah dengan tim lemah. Maka bila Arema kalah itu sudah menjadi kewajaran dalam pertandingan, yaitu ada yang kalah dan ada yang menang, Aremania akan selalu dengan sportif menerimanya. Walau sudah barang tentu pulang dengan hati yang mengandung menthol jika Arema kalah.

Mungkin utuk sementara itu sajayang bisa ayas ulas, mungkin nawak2 lain punya hal lain yang bisa dibagi dengan nawak yang lain.

Salam Satoe Jiwa

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Aremania Balikpapan

  • Twitter Terbaru

    • mungkin aku sudah lelah,boyokku sudah terasa peyok.Wayahnya ngasoh sek.futsalan ae wes... 1 day ago
    • Assalamualaikum...sugeng morning. Dipagi yg full barokah ini,more mbois if kita ngopi dulu,biar awet ireng.Lets start the day with ngipok 1 day ago
    • @baguseko60 sakjane anu...yoopo yo? ngene loh.....ngerti kan? 1 day ago
    • @achmdsyahroni93 oalah,baru buka kenek an ron. dijawab opo gak iki? enko jare sombong lek gak dijawab 1 day ago
    • setelah sekian lama tidak buka twitter,kali ini ane mau bikin kicauan. ngene loh kicauane... 2 days ago
  • Follow junedoyisam on Twitter
  • Pendelok

    • 343,417 wong
  • Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

  • My Family