Kufur Nikmat ; Sudahkah Engkau Kehilangan Rasa Hormatmu???

Astaghfirullah hal adzim, batin saya seakan terhenyak melihat 1-2 fanspage di facebook dipenuhi caci maki Aremania kepada salah satu pendiri Arema, Sam Ikul.

Entah setan apa yang melingkupi benak mereka sehingga harus meninggalkan akal sehat untuk sementara dan meletupkan emosi begitu saja. Tak sadarkah mereka, siapa yang mereka caci, mereka maki, dan mereka hakimi tanpa tahu duduk persoalannya.

Berawal dari sebuah pemberitaan mengenai dualisme Arema, 1-2 orang Aremania masih berbesar hati dengan mengingatkan orang-orang yang terlibat konflik untuk meninggalkan kepentingan pribadi/kelompok demi Arema, namun tidak selang berapa lama komen-komen bermunculan menjadi ajang caci maki.

Tidak jarang beberapa diantaranya meluapkan caci maki dengan (maaf) menghina kekurangan fisik yang diderita salah satu pendiri Arema beberapa tahun terakhir ini. Ayas tidak sentimen berat terhadap mereka, namun sebagai Aremania sudah menjadi tugas kita bersama untuk saling mengingatkan sesama dulur Aremania, terlebih sekarang ini masih memasuki bulan Ramadhan.

Kepada nawak yang masih merasa nyaman dengan meluapkan caci maki kepada salah satu pendiri Arema kita, Hei..hey.. Nawak, tidak sadarkah kalian ‘siapa’ yang umak caci maki?

Arema sudah berusia 24 tahun, dan dua pertiga diantaranya hidup dan bertahan dengan upaya dan keringat Sam Ikul!

Arema sudah berusia 24 tahun, tidak terhitung berapa harta pribadi yang digelontorkan Sam Ikul untuk menghidupi Arema, bandingkan dengan yang lain?

Tahukah Umak, setiap jengkal bagian yang kita duduki di Stadion Gajayana Malang, tidak terhitung berapa pengorbanan Sam Ikul yg ia berikan untuk ikut membangunnya?

Nawak, saya tidak bermaksud sama sekali mengajak umak menjadi pendukung Sam Ikul. Tapi tahukah Umak, ketika umak mencaci maki seorang pendiri Arema, itu sama saja umak mencederai sejarah Arema?

Nawak, apakah engkau sudah berbuat sesuatu hal yang istimewa dibanding Sam Ikul, sehingga umak leluasa dengan bibir dan lidah umak sendiri keluarkan untuk mencacinya?

Nawak, sudahkah engkau termanjakan oleh manisnya suatu pemberitaan yang belum tentu benar adanya dibandingnya pahit deritanya Sam Ikul untuk menjaga Arema hanya untuk survive, hanya untuk bisa bertanding 2×45 menit saja?

Nawak, sudahkah engkau melupakan pahitnya perjuangan Arema di masa lalu hanya untuk digantikan 30 Miliar saja?

Nawak, sudahkah engkau melupakan beberapa orang yang telah berjuang puluhan tahun bersama Arema dibandingkan beberapa orang yang hanya berjuang beberapa tahun saja, dengan pengorbanan yang jauh lebih kecil dari Sam Ikul, dan pernah mencederai Arema kita?

Apakah sudahkah engkau berpaling dari Arema kita yang mulia, untuk digantikan sesuatu yang baru yang justru membutakan mata batinmu?

Nawak, Arema kita yang dulu bisa hidup meski rezeki yang diterima jauh dari sekarang dan jauh dari musim lalu.

Nawak, Arema kita yang sekarang bisa lestari karena Arema yang dulu bisa hidup dan berlanjut hidupnya hingga sekarang ini.

Namun tahukah nawak, sesungguhnya tiada beda antara Arema yang dulu, sekarang dan masa depan. Keduanya dibangun atas dasar pondasi yang sama, siapa yang dulu memprakarsai berdirinya Arema, siapa yang membangun dan siapa pula yang konsisten merawatnya?

Almarhum Ebes Acub, Ebes Sugiyono, Sam Ikul, Bung OT, Pak Mislan, dll tidak memelihara Arema untuk menjadi wadah berselisih.

Nawak, janganlah engkau melupakan sejarah dan mengingkari nikmat yang Tuhan dan beliau anugerahkan kepada kita?

Salam Satoe Jiwa

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s