Sejak Awal Edy Rumpoko Memang Berniat Mengelola Arema

Pak Edy Rumpoko (ER), saat ini beliau menjadi buah bibir dari kalangan seluruh nawak2 Aremania. Karena beliau saat ini sedang sibuk untuk mengurusi Arema. Akan tetapi ada kubu lain yang juga mengklaim sebagai pengurus Arema yang resmi, dan kubu tersebut tidak lain adalah dari sang pendiri Arema, Sam Lucky. Akan tetapi sebenarnya dahulu beliau berdua ini juga sempat memperbicangkan tentang untuk pengambil alihan Arema oleh pak ER, dan sam Lucky sangat setuju akan hal ini. Berikut ayas mendapat referensi tentang hal ini yang diberitakan tahun 2009 yang lalu.

Edy Rumpoko Siap Ambil Alih Arema

MALANG-Arema dilanda ketidakpastian. Dalam pertemuan antara pihak yayasan, manajemen, dan perwakilan Aremania di sekretariat klub, Jl Panderman 2A, Malang, kemarin, belum didapat kejelasan apakah ”Singo Edan” bubar atau diambil alih pihak lain.

Wali Kota Batu Edy Rumpoko telah menunjukkan minatnya. Dia merespons krisis di tubuh juara dua kali Copa Indonesia itu dalam kapasitasnya sebagai pribadi.

Pertimbangannya, selain manajemen bersedia melepas Arema, mereka juga siap memberi bantuan  separo dari biaya operasional yang dibutuhkan dalam mengikuti kompetisi Superliga.

Biaya operasional untuk musim depan diperkirakan Rp 15 miliar.  Manajemen bersedia membantu Rp 7 miliar. Namun Edy berharap, yayasan menambah sehingga total menjadi Rp 10 miliar. Jumlah itu diharapkan tercapai, karena dirinya merasa tidak sulit mencari tambahan Rp 5 miliar.

”Beberapa waktu lalu memang saya ditawari Bupati Malang Sudjud Pribadi untuk mengambil alih Arema,” katanya. Namun, alasan yang juga membuat dia tertarik adalah karena  peduli dengan kelangsungan hidup klub.

Terlebih Edy ikut menjembatani proses take over dari pemilik lama Lucky Acub Zainal ke Bentoel pada Januari 2003. Awalnya Arema didirikan oleh ayahnya yang pernah menjadi wali kota Malang, Sugiyono, dan ayah Lucky, Acub Zainal.
Markas Tim Kalau bisa mengambil alih, dia berharap tim bermarkas di Batu. Namun, karena stadion di Kota Batu belum representatif untuk kompetisi Superliga, maka partai kandang tetap dimainkan di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang. Wakil Bupati  Rendra Kresna telah memberi lampu hijau soal penggunaan Kanjuruhan.

Lucky mendukung sepenuhnya keinginan Edy. Apalagi, dia melihat  ketidakmungkinan Pemerintah Kota Malang mengambil alih, karena mereka sudah memiliki Persema. ”Persema sekarang sudah masuk ke Superliga. Persiapannya juga matang. Manajer, pelatih, dan sederet pemain telah dimiliki,” lanjutnya.

Namun, Sekretaris Yayasan Satriya Budi Wibawa justru menyatakan respon paling positif terhadap penawaran yang diberikan Arema datang dari Pemkot Malang.

Dia mengakui penawaran telah dilakukan kepada beberapa investor dan pemerintah daerah. ”Siapa pun bisa jadi pengelola, asal lebih profesional dibanding pengurus sebelumnya. Selain itu, Arema diharapkan  tetap berada di Malang,” kata Satrija usai tatap muka dengan Aremania. (14 Juli 2009)

Sumber dari sini

Tapi mengapa sekarang mereka menjadi dua kubu yang bersebrangan ya?  Ayo lah bapak2 berdua, demi kelangsungan Arema, kami mohon saling bekerja sama saja,karena dengan begitu Arema akan menjadi lebih joss!

Salam Satoe Jiwa

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s