“Arema Indonesia” Menjadi Merek Global

Perubahan nama dari Arema Malang menjadi Arema Indonesia memberi dampak yang cukup signifikan bagi semua yang terlibat dalam klub yang didirikan oleh almarhum Mayjen TNI ( Purn) Acub Zainal, seorang jenderal yang kebetulan menjabat pengurus administrator Galatama dan Ketua III PSSI era Ketua Umum Syarnubi Said.

Kini Arema Indonesia tak hanya menjadi aset warga Malang Raya, namun telah menjadi aset Indonesia di kancah global. Teknologi memungkinkan jalan menuju kancah dunia ini begitu ringkas. Internet memungkinkan Arema Indonesia lebih dikenal.

Bila dulunya kisah atau artikel tentang Arema banyak diakses melalui blog atau media online seperti ongisnade.net, manajemen Arema Indonesia akhirnya meluncurkan website resmi mereka.

“Kami akan kembangkan website ini menjadi media televisi online dan radio online. Pake teknologistreaming-lah. Untuk saat ini masih berupa website korporat dulu dengan dilengkapi statistik,” jelas Sudarmaji, Media Officer Arema Indonesia.

Pengusaha luar Malang turut berkompetisi

Perubahan-perubahan tak hanya dilakoni dan dialami oleh manajemen, para Aremania juga mengalami hal yang sama. Dulunya, industri kecil yang memproduksi kaos dan berbagai atribut Arema hanya ditekuni beberapa orang saja. Kini ratusan produsen telah menikmati lezatnya pasar suporter dan simpatisan Arema Indonesia.

“Bahkan ada juga pasokan kaos dari luar daerah Malang, seperti dari Bandung, Jakarta, Tulungagung, dan daerah luar Malang lainnya. Sekali datang bisa memasok satu truk trailer kaos,” ungkap Amri, seorang pengusaha garmen di Malang.

Pasar kaos dan atribut Arema Indonesia, menurut dia, sangat besar sebab Arema telah menjadi merek nasional, bahkan global. Pemakai kaos dan atribut tak hanya kalangan orang dewasa, anak kecil usia 4 tahun juga sudah banyak yang memakai kaos-kaos bergambar kepala Singa ini.

“Pembelinya, tak hanya orang yang tinggal di Malang atau sedang berkunjung ke Malang. Banyak pembeli yang memesan secara online dan kami kerap berkomunikasi melalui telepon seluler,” ungkap Galih, produsen kaos Ongisnade.

Media komunikasi para Aremania, simpatisan, dan produsen ini tak hanya website, tapi juga melalui forum di internet seperti Kaskus. Belakangan saat media sosial online seperti facebook dan twitter merebak, mereka berbondong-bondong `nongkrong` disana.

Galih yang kini diperkuat oleh 10 orang karyawan untuk produksi kaos, mengungkapkan dampak melubernya pasokan atribut ini membuat persaingan semakin sengit. Namun pengusaha lokal Malang sendiri tak risau dengan desakan produsen luar Malang ini.

Apalagi dia dan kawan-kawannya di Ongisnade tak hendak bersaing di produk massal. Persaingan sengit, menurut Galih, terjadi di kalangan produsen yang memproduksi kaos dan atribut secara massal yang ujung-ujungnya bersaing menekan harga jual.

“Sementara Ongisnade bermain di segmen ekonomi dan sosial [SES] A dan B. Produk ongisnade dibuat dalam jumlah terbatas dan kami mengedepankan desain minimalis yang kreatif. Makanya, harga jual kami lebih mahal daripada produk-produk massal,” tutur pria berusia 26 tahun ini.

Bermain di segmen ini, Galih mengaku penjualannya cukup stabil dan tak terpengaruh serbuan produk luar Malang. Omzet yang diraihnya pada 2009, mencapai Rp150 juta. Ditargetkan omzet tersebut menembus Rp500 juta pada akhir 2010 mendatang.

Konsumen Galih yang tersebar di seluruh dunia, meliputi Singapura, Taiwan, Hongkong, Singapura, Malaysia, Amerika Serikat, Swedia, dan Abu Dhabi tentu telah sadar kualitas sehingga dia tak sembarangan dalam menghasilkan sebuah produk.

Penjualan ongisnade didukung oleh keberadaan media online ongisnade.net sehingga konsumen Galih tak hanya melakukan jual-beli, namun juga bisa mengikuti perkembangan Arema Indonesia terkini.

Dalam situs tersebut, dicantumkan bahwa untuk sms center, para pembacanya bisa menghubungi no 085790812202. Rupanya disamping mengandalkan kiriman artikel melalui surat elektronik (e-mail), singoedan.net juga mengharapkan kecepatan penerimaan informasi dari para pembaca, simpatisan, atau konsumennya melalui jaringan seluler IM3 tersebut.

Respon yang cepat ini menjadi bentuk layanan dari Galih dan kawan-kawan saat dia pernah menerima pesanan kaos-berpasangan (pria-wanita) yang akan dimasukkan dalam seserahan pengantin. Padahal stok kaos itu telah habis terjual. Dia terpaksa berepot-repot ria membeli kembali kaos dari teman-teman terdekatnya demi memenuhi permintaan tersebut.

Sementara itu, Fendy menegaskan bahwa kualitas kaos luar Malang lebih jelek. Kainnya tipis, sablonannya mudah luntur. “Saya hanya kulakan sekali, setelah itu berhenti. Saya lebih memilih membeli dari produsen lokal Malang,” jelas Fendy yang menjual kaos dengan harga antara Rp30.000 hingga Rp50.000 ini.

Omzet yang diraup Fendy setiap harinya bisa mencapai Rp2 juta per hari. Setiap empat hari sekali, dia langsung menyetor uang hasil penjualan kepada para produsen kaos atau atribut tersebut.

Dinamika para produsen atribut Arema Indonesia ini sebagaimana berlaku dalam bisnis di sektor lainnya, akhirnya terbelah antara yang memproduksi barang industri secara massal dan yang memproduksi produk fashion.

Bila Jager Collection menghimpun karya-karya produsen produksi massal, maka Ongisnade memilih untuk menjadi trend setter dan lifestyle.

Fendy mengaku penjualannya yang cukup banyak –mencapai 50% dari total penjualan– adalah kaos setelan dengan celana pendek untuk anak-anak. Harga produk laris itu di kisaran Rp30.000.

Sementara Galih menyebutkan bahwa produk yang paling digemari di outletnya adalah yang tipe Polo Shirt. Jenis ini, menurut dia, lebih fleksibel sebab semi formal.

Bila Fendy masih belum mengenal penjualan online, maka Galih mengandalkan penjualan secara online dan offline melalui outlet. Meski berbeda dalam karakter bisnisnya, tapi kedua pengusaha ini memiliki impian yang mirip terhadap Arema Indonesia: Arema Indonesia menjadi tim juara yang profesional!

Kesamaan lainnya adalah mereka sama-sama siap memberi kontribusi kepada tim Arema Indonesia dengan membayar royalti atas segala macam atribut atau merchandise yang mereka jual.

Kini, Galih tengah meretas impian mendirikan Official Merchandise Ongisnade yang tak hanya menjadi toko penjualan atribut Arema Indonesia, tapi digabungkan dengan kafe yang lebih membidik anak muda.

“Dulu kami [Galih dan Zulfikar] mengawali dari ongisnade.net, lantas berkembang dengan memproduksi kaos dan atribut lainnya. Kini berkembang menjadi toko dan café. Kedepan kami akan melebarkan sayap bisnis dengan mendirikan Lapangan Futsal,” jelas Galih sembari menggarisbawahi bahwa benang merah dari semua bisnisnya adalah kegemarannya pada olahraga sepakbola.

Galih, sang Milanisti, telah membuktikan impiannya membangun outlet. Sementara Fendy telah mewujudkan impiannya untuk merangkul rekan-rekannya yang masih pengangguran untuk turut serta dalam bisnisnya berdagang merchandise Arema Indonesia.

Mereka terus meraih mimpi

“Tujuan kami awalnya untuk memberi kesibukan pada teman-teman yang masih pengangguran. Alhamdulillah sekarang sudah banyak teman yang bergabung membantu kami di Jager. Kami memimpikan ada yang membantu menyediakan tempat berjualan,” jelas Fendy.

Saat ini, tempat dia berjualan seperti PKL. Saat pagi, Fendy dan kawan-kawan menggelar tenda dagangannya di sisi utara jalan MGR Sugiopranoto. Namun bila malam menjelang, maka beramai-ramai mereka mengusung tendanya ke sisi timur jalan tersebut. Maklum tenda mereka berada di tikungan jalan.

Kisah memandirikan diri dari cap pengangguran oleh Fendy dan kawan-kawan ini senafas dengan lantunan J-Rocks tentang meraih mimpi bersama IM3 Indosat. Bahkan impian itu semakin dekat saat layanan internet IM3 Indosat dimanfaatkan oleh mereka untuk menuju kancah global.

Dari manapun, kapanpun Arema Indonesia senantiasa bisa dijangkau hati para penggemarnya. “Fasilitas yang disediakan IM3 membantu kami untuk saling berkomunikasi antar Aremania. Baik yang di Kota Malang maupun yang di Hongkong,” ujar Anang, Aremania asal Kecamatan Sukun, Malang.

Berawal dari komunikasi inilah, pelanggan baru dirangkul, pelanggan lama bisa dirawat, dan tak terbatasi jarak. Anang mengaku kerap memperoleh pesanan merchandise dari para Aremania yang tinggal di Sulawesi, Kalimantan, dan beberapa daerah lainnya.

Jadilah kisah Arema Indonesia sebagai roman tentang jejeran impian yang dipancang bersama-sama dan rapat sehingga tampak sebagai sebuah impian besar yang solid serta kokoh.

Sumber dari kabarbisnis

Apakah dengan disahkannya “Arema” yang baru yaitu Arema malang Nusantara akan merubah image yang sudah terbentuk? Kita tentu tetap berharap hal itu tidak berubah. Karena ayas yakin loyalitas nawak2 Aremania tidak hanya terbatas oleh adanya nama. Seperti ungkapan apa arti sebuah nama. Demikian kata sastrawan kenamaan Inggris, William Shakespeare (1564-1616). Apapun nama yang akan terdaftar dalam kompetisi yang diikuti oleh Arema, Aremania akan selalu tetap setia mendampinginya. Karena loyalitas Aremania kepada Arema adalah loyalitas yang tanpa batas!

Salam Satoe Jiwa

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Aremania Balikpapan

  • Twitter Terbaru

    • mungkin aku sudah lelah,boyokku sudah terasa peyok.Wayahnya ngasoh sek.futsalan ae wes... 1 day ago
    • Assalamualaikum...sugeng morning. Dipagi yg full barokah ini,more mbois if kita ngopi dulu,biar awet ireng.Lets start the day with ngipok 1 day ago
    • @baguseko60 sakjane anu...yoopo yo? ngene loh.....ngerti kan? 1 day ago
    • @achmdsyahroni93 oalah,baru buka kenek an ron. dijawab opo gak iki? enko jare sombong lek gak dijawab 1 day ago
    • setelah sekian lama tidak buka twitter,kali ini ane mau bikin kicauan. ngene loh kicauane... 2 days ago
  • Follow junedoyisam on Twitter
  • Pendelok

    • 343,417 wong
  • Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

  • My Family