Fanatisme Dalam Sepak Bola?

Supporter – Fanatik adalah suatu suatu keadaan seseorang atau kelompok yang mempunyai paham, baik melalui culture, Agama, atau apaupunlah yang lebih bersifat etnosentrisme, melihat sesuatu melalui kaca mata pribadinya sendiri. dan dalam konteks keseharian Fanatik itu bisa disebut juga dengan “Tergila-gila”. Fanatik biasanya terbentuk berawal dari pribadi diri sendiri dan kemudian menjadi kepercayaan mayoritas atau menjadikan suatu komunitas.

Suporter sepak bola yang fanatis, merupakan sekumpulan kelompok (Komunitas) yang mempunyai sikap “kegila-gilaan” pada tim yang didukungnya, atau bisa dibilang mempunyai perasaan emosional tersendiri, setiap kali tim dukunganya bertanding.  Kelompok itu akan membela atau mendukung timnya dengan sepenuh emosi dan energi yang dimilikinya dan meluapkan hal itu melalui atribut baik pernak-pernik aksesoris ataupun lagu-lagu mars tim yang di dukungnya.

Dalam hal ini jika di kaitkan dengan psikologi yang berhubungan dengan konformitas, konformitas mempunyai arti proses bagaimana perilaku seseorang terpengaruh atau dipengaruhi oleh orang lain didalam suatu kelompok, cara seseorang terpengaruh.  sehingga menimbulkan sikap bagiamana mayoritas itu berperilaku.

Demi kecintaan dan kefanatikannya terhadap tim sepakbola, tidaklah berlebihan bagi suporter tersebut rela berkorban harta, bahkan nyawanya pun mereka korbankan. Banyak kejadian di luar negeri, brazil misalnya. Seperti halnya di Indonesia, antar suporter sepakbola di sana juga sering terjadi bentrokan antar suporter yang berujung timbulnya korban nyawa. Bahkan pernah wartawan sebuah televisi Internasional yang meliput kegiatan suporter Brazil yang terjebak dalam baku tembak ( pake senjata api lho ker) antar suporter. Untung saja wartawan tersebut tidak mengalami luka atau terkena sejata tersebut, sehingga dia bisamelanjutkan kegiatan liputannya.

Di Indonesia? Kalau saja di Indonesia dibebaskan adanya peredaran senjata api mungkin sudah banyak lagi korban nyawa yang melayang akibat benturan atau bentrokan antar suporter bola. Lha wong nggak ada senjata apipun sudah tidak terhitung korban nyawa yang melayang. Seperti kita ingat kejadian penculikan suporter lamongan kala mereka melakukan sweeping terhadap suporter Persebaya Surabaya, Bonek. Saat itu naas bagi 2 oorang LA Mania yang tertangkap oleh Bonek, dan dengan sadisnya mereka di masukkan ke dalam gerbong yang penuh oleh penumpang yang Bonek semua, dan 2 orang LA Mania tersebut di aniaya yang kemudian di lempar keluar gerbong yang akhirnya 1 orang dinyatakan meninggal. Kalau perkara yang seperti ini sebenarnya menurut ayas sih bukan masalah dukungan yang mereka lakukan, akan tetapi lebih kepada tindakan kriminal dan kekerasan yang sebenarnya dalam dunia olahraga sifatnya adalah haram. Sungguh ayas miris mendengarnya. Dan masih banyak kisah lain tentang korban nyawa yang telah berjatuhan (jangan lagi hal ini terulang kembali, itu harapan ayas).

Kalau perkara harta saja, suporter Indonesia ini sudahlah, ayas mungkin nggak ada habisnya menceritakan apa yang telah suporter Indonesia berikan demi mendukung timnya kala bertanding. Ayas pernah mendapatkan cerita bahwa mereka demi bisa menonton Arema bertanding, salah seorang Aremania rela dan tidak takut mendapat ancaman adanya pemecatan dari perusahaan tempat dia bekerja.  Suporter juga rela melakukan perjalanan jauh sekali demi menonton tim mereka bertanding. Adalagi kisah Aremania yang menempuh perjalanan Malang ke daerah ujung timur Indonesia, tanah Papua. Dengan bondo duwek mereka meski jauh, tetep aja berangkat ke Papua, hanya untuk menonton Arema bertanding selama 2×45 menit perjalanan yang dilakukan bisa sampai berhari2.
Itulah yang disebut fanatik. Demi tim sepakbola mereka rela berkorban. Tapi demi alasan fanatisme, janganlah kau dibutakan olehnya, karena fanatisme buta akan menjadikan kita tidak terkontrol dan malah bisa merugikan tim yang kita bela. Seorang suporter akan berusaha untuk menghidupi tim, bukan mencari penghidupan dalam tim tersebut. Seorang suporter juga hanya terfokus terhadap tim yang dia bela, tidak terpengaruh oleh apapun. Siapapun pemainnya, siapapun pengurusnya, siapapun sponsornya, siapapun pe,iliknya seorang suporter hanya fokus terhadap tim, bukan individu atau profil tertentu.

Pemain dan pengurus dalam tim bisa saja silih berganti, datang dan pergi. Akan tetapi tim tersebut tetap hanya satu, maka dari itu “Aremania hanya akan mendukung tim Arema, bukan individu atau profil tertentu”

Salam Satoe Jiwa.

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s