Sepakbola Alat Pemersatu Bangsa

Insan sepakbola di tanah air sangat berharap tim nasional dapat meraih medali emas pada Sea Games yang juga diadakan di Indonesia pada tahun 2011 ini sebagai obat atas penyakit miskin gelar dan prestasi di berbagai ajang kejuaraan regional maupun internasional. Medali emas yang berhasil diraih adalah 20 tahun yang lalu tepatnya di tahun 1991 di Manila jadi sudah barang tentu kerinduan itu sangat menggelora di seluruh dada insan pecinta olahraga ini.

Sebagai sebuah negara yang memiliki level kompetisi yang teratur dengan jumlah klub peserta yang mencapai ratusan, wajarlah bila target tersebut didengungkan sejak sekarang ini. Kita warga Sumatera Utara khususnya sangat menginginkan adanya sebuah prestasi karena sang pemimpin di induk organisasi sepakbola PSSI yang menjabat sebagi ketua umum adalah putra Medan asli yaitu Profesor Djohar Arifin Husein. Keberhasilannya juga duduk di kursi ketua umum menjadikan Indonesia dapat terbebas dari ancaman sanksi FIFA.

Sepakbola juga sudah merupakan bahasa universal dan menyatukan bangsa ini yang terdiri dari beragam suku, bahasa, adat-istiadat. Semboyan “Bhineka Tunggal Ika” sangat tercermin dalam timnas sepakbola kita. Ada Ismed Sofyan dari Nanggroe Aceh Darusallam, Markus Horison anak Medan, Ferryl Rotinsulu dari Sulawesi yang bermain di Sriwijaya FC Palembang, hingga Boaz Salossa dari Papua. Ada semangat nasionalisme ketika mereka bertanding melawan tim negara lain demi mengharumkan nama bangsa di tingkat regional hingga internasional.

Melihat timnas bertanding adalah melihat negeri ini berjuang dalam menghadapi sebuah tantangan yang harus ditaklukan. Kebersamaan tim dalam bekerja sama, stamina yang harus fit dan mampu bertanding dalam waktu 2x 45 menit dengan tempo tinggi dan spartan. Keegoisan yang harus dipinggirkan oleh setiap pemain hingga mental yang pantang menyerah sebagaimana nenek moyang kita dahulu menjelajah dunia dan mengukir bangsa Indonesia sebagai bangsa yang besar dan disegani di dunia ini.

Bangsa kita yang sedang berjuang dalam menghadapi persoalan ekonomi dimana harga-harga kebutuhan pokok meningkat, daya beli masyarakat yang menurun, laju inflasi yang masih tinggi, pengangguran yang meningkat karena lapangan pekerjaan yang terbatas, korupsi yang tinggi oleh para pejabat dan pelaku proyek pembangunan, hukum yang diperjualbelikan, petani yang kekurangan pupuk dan sebagainya. Akibatnya manusia Indonesia menjadi manusia-manusia yang memiliki tingkat beban pikiran atau stress yang tinggi. Fisiologis tubuh juga menjadi terganggu, daya tahan tubuh menurun dan gampang terserang berbagai penyakit seperti mudah marah, darah tinggi dan kencing manis.

Salah satu solusi menghadapi persoalan ini adalah adanya hiburan yang dapat merilekskan pikiran tersebut. Disinilah sepakbola memegang peranan yang tidak dapat dianggap sepele. Mengapa? Karena sepakbola adalah olahraga yang paling populer di negeri ini dan hampir seluruh penduduknya mengenal dan menyukai olahraga sepakbola. Hal ini juga sudah terbukti ketika timnas berhasil melaju ke partai final AFF Cup Desember 2010 yang lalu hampir seluruh masyarakat memakai atribut timnas. Para pedagang kaki lima yang menjual kaus timnas diserbu oleh anak-anak sehingga pendapatannya meningkat. Efek ini kemudian berlanjut ke hulu kepada pabrik yang membuat kain bahan baku sampai kepada industri garmen yang menjahit agar dapat dipakai.

Memperoleh Keuntungan

Para pedagang dan pengusaha kedai kopi di tingkat masyarakat bawah sampai kepada pengelola cafe-cafe di mall atau hotel berbintang nan mewah memperoleh keuntungan yang relatif besar karena adanya acara nonton bareng. Makanan seperti mie goreng, teh manis, kopi laris manis dibandingkan dengan hari-hari biasa. Masyarakat pun rela mengantri kepanasan sampai berhari-hari demi memperoleh tiket menonton secara langsung di stadion Gelora Bung Karno di Jakarta.

Timnas juga membuktikan bahwa bangsa kita mempunyai daya saing yang tinggi kepada negara lain. Keberhasilan mengalahkan tim Thailand menjungkir balikkan prediksi yang mengatakan Indonesia tidak akan pernah mampu menang melawan tim dari negeri gajah putih yang mempunyai skill lebih tinggi. Ini kemudian menjadi motivasi bagi seluruh warganya bahwa di dalam menghadapi persoalan kehidupan jika ada kerja keras, kemauan dan sikap pantang menyerah maka akan menghasilkan kemenangan. Anggapan sebagai bangsa yang lemah, loyo, mengeluh, selalu kalah dibuktikan tidak benar oleh timnas sepakbola. Seandainya kita semua memiliki semangat juang yang tinggi, persatuan dan kesatuan yang tinggi, pantang menyerah maka optimis kita akan menjadi bangsa yang maju di ASEAN dan juga di dunia internasional dalam bidang politik, ekonomi, perdagangan, pendidikan, kesehatan, keamanan, pertahanan, pariwisata, pertanian, budaya dan seni.

Kita sudah bosan dengan kemiskinan prestasi dan membutuhkan energi baru berupa gelar juara. Bertepatan dengan posisi sebagai tuan rumah Sea Games 2011 ini di Palembang dan Jakarta yang notabene adalah barometer kekuatan sepakbola di tanah air ditambah klub pendukung suporternya. Dukungan lewat nyanyian yel-yel diharapkan mampu membakar semangat juang para pemain dan seluruh official. Dua puluh tahun bukan waktu yang singkat untuk penantian sebuah medali emas.

Sepakbola adalah miniatur dari negeri yang kaya raya ini, bahasa yang mudah dimengerti oleh setiap warganya, penawar dahaga dalam kehausan persoalan hidup, kreativitas dari aturan baku, hingga sumber penggerak ekonomi yang masih jalannya tersendat-sendat. Sepakbola juga adalah ajang pembuktian seorang akademisi dari kampus universitas menerapkan ilmunya.

Intinya adalah sepakbola merupakan cerminan dari bangsa Indonesia itu sendiri yang memerlukan persiapan yang terprogram, terarah, terukur untuk sebuah prestasi yang mulia. Bukan sebagai sarana pertengkaran, mencari dukungan politik, menang sendiri. Jaya Indonesiaku!!***

Salam Satoe Jiwa

 

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Aremania Balikpapan

  • Twitter Terbaru

    • mungkin aku sudah lelah,boyokku sudah terasa peyok.Wayahnya ngasoh sek.futsalan ae wes... 1 day ago
    • Assalamualaikum...sugeng morning. Dipagi yg full barokah ini,more mbois if kita ngopi dulu,biar awet ireng.Lets start the day with ngipok 1 day ago
    • @baguseko60 sakjane anu...yoopo yo? ngene loh.....ngerti kan? 1 day ago
    • @achmdsyahroni93 oalah,baru buka kenek an ron. dijawab opo gak iki? enko jare sombong lek gak dijawab 1 day ago
    • setelah sekian lama tidak buka twitter,kali ini ane mau bikin kicauan. ngene loh kicauane... 2 days ago
  • Follow junedoyisam on Twitter
  • Pendelok

    • 343,417 wong
  • Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

  • My Family