Siapakah Dalang Terjadinya Dualisme Arema?

Seperti yang kita banyak ketahui bersama, PSSI baru saja mengalami suatu masa transformasi, perubahan, revolusi besar-besaran. Baik itu dari segi kepengurusan bahkan sampai dengan segala hal yang berbau rezim PSSI yang lama (rezim Nurdih Halid) telah dimusnahkan oleh kepemimpinan PSSI yang baru, yaitu oleh bapak Djohar Arifin.

Adapun hal-hal yang telah mengalami dampak dari hasil revolusi ini bukan hanya dalam tubuh PSSI itu sendiri, banyak sekali pihak diluar PSSI yang juga terkena dampaknya, termasuk klub. Disini yang ayas bisa dapatkan, klub2 tersebut yang akhirnya mengalami keruwetan akibat ulah PSSI ini adalah Arema, Persebaya, dan Persija.

Karena ayas Aremania, maka yang ayas bahas adalah Arema.

 Seperti nawak ketahui, saat ini ada dualisme kepengurusan Arema, yang mengakibatkan adanya dua tim Arema yang terbentuk. Kejadian ini bermula dari adanya pengesahan Arema versi M.Nur oleh pihak PSSI karena dianggap Arema versi M.Nur yang mempunyai surat2 resmi yang berhak untuk mengelola Arema (ayas sendiri terus terang belum jelas tentang surat menyurat yang dimaksud), padahal pada saat yang sama telah ada pengurus Arema versi Rendra Kresna yang berkantor di jalan Sultan Agung, dimana memang kantor ini adalah kantor yang selama ini dipakai oleh Arema FC. Dan nawak2 dari Aremania kanyab yang protes dengan kejadian ini. Karena PSSI telah mengesahkan Arema dengan tanpa melihat kenyataan di lapangan, bahwa Arema mana yang memang betul2 nyata, Arema yang memang selama ini ngantor, Arema yang selama ini mempunyai identitas jelas, Arema di kantor mana yang mempunyai piala juara liga dan piala2 lainnya, Arema mana yang mempunyai banyak pendukung, dan lain-lain. Ayas tidak menjlentrekkan tentang masalah ini lebih jauh lagi, karena ayas juga sebenarnya kurang begitu mengetahui jauh tentang masalah ini, karena info yang sering ayas baca itu semua selalu menganggap yang paling benar. Daripada ayas nanti salah-salah mengambil data, mending nawak2 cari sendiri data2 yang ada. OK? Mohon dipersorry sebelumnya.

Akan tetapi PSSI tetap bersikukuh mengesahkan Arema versi M.Nur lah yang sah dan berhak untuk mengikuti liga yang akan diselenggarakan oleh PSSI yaitu Indonesia Premier League (IPL). Dan masalahnya, Arema kubu rendra Kresna yang memang merasa sebagai pihak yang sah juga mempersiapkan segala sesuatunya untuk menjadi sebuah tim dan siap untuk mengikuti suatu liga. Dan secara kebetulan PT Liga Indonesia yang merasa masih berhak untuk mengelola Liga sepak bola di Indonesia juga mempertahankan liga Indonesia yang terdahulu, yaitu Indonesia Super League (ISL). Dan sudah barang tentu yang menjadi korban atas kejadian ini adalah Aremania dan Arema, karena akhirnya Arema menjadi dua dan Aremania sangat tidak menginginkan hal ini. Aremania maunya adalah Arema tetap satu, Arema tetap satu jiwa.

Atas masalah Arema ini, salah siapakah? Kalau menurut ayas, ini adalah salah PSSI! Mungkin nawak2 mempertanyakan koq bisa PSSI yang salah?  Kalau ada yang nanya ya tak jawab” ya terserah ayas donk, wong ini blog ayas, mau ayas nulis yang salah pak lurah juga gak mungkin. Wong memang gak nyambung. Haahahahahahah…………”

Sebenarnya begini loh……….(sambil menyumet rokok maraiboros dan menyeruput ipok cap kapal ferry…..) Ayas koq bisa ngomong PSSI sebagai pihak yang menurut ayas adalah sebagai tersangka atas kekisruhan Arema saat ini dasarnya adalah;

  1. Arema versi M.Nur disahkan oleh PSSI dengan tanpa melihat kenyataan di lapangan pada saat itu bahwa sudah ada Arema yang memang sudah siap untuk mengikuti suatu liga. Kantor sudah ada, lapangan ada, sponsor ada, skuad ada. Dan semua persyaratan untuk mengikuti liga, Arema yang sudah ada tersebut (Arema versi Rendra Kresna) sudah mempersiapkan semuanya, termasuk perkara yang menyangkut administrasi (surat menyurat) pasti mereka juga ada. Terus tiba-tiba ada pengurus lain lagi yang mendaftarkan diri yang merasa juga berhak mengurus Arema, dan PSSI mengesahkannya. Lha kan, coba saja PSSI waktu itu melihat ke lapangan mana sih yang berhak dan menolak untuk mengesahkan Arema versi M.Nur kan akhirnya tidak ada dualism kepengurusan terjadi.
  2. Seperti yang kita ketahui bersama, bahwa PSSI hasil revolusi yang sekarang ini terdapat satu pihak yang mendekenginya, yaitu dari kubu Jenggala (Si Ipin, siapa dia?kalau masih nggak ngerti, berarti anda adalah orang yang bernasib sial, nggak ngerti perkembangan persepakbolaan Indonesia.Hahahaha ……..kacian deh lo!) Dan dengan dasar ini, kita runut aja sejarah sebelum terjadinya revolusi PSSInya. Dahulu kala pernah diselenggarakan suatu liga sepak bola yang diselenggarakan oleh suatu pihak yang sangat bersebrangan dengan PSSI jaman Nurdin NH. Kompetisi itu dinamai dengan LPI. Dan Arema pernah diwacanakan akan mengikuti kompetisi ini, akan tetapi atas desakan dari nawak2 Aremania semua agar tetap mengikuti suatu liga yang dianggap sah oleh PSSI saat itu, yaitu ISL akhirnya Arema tetap untuk mengikuti ISL. Dan atas kejadian inilah yang membuat ayas sangat yakin bahwa PSSI punya dendam pribadi terhadap Arema dan Aremania, sehingga berusaha untuk membuat Arema hancur dengan cara menghancurkan Arema dari dalam. Karena sebenarnya Arema itu tidak bisa dihancurkan oleh pihak luar, dan dengan sedikit menghasut pihak dalam Arema sendiri (melalui sam Ikul sebagai pihak yang masih punya sedikit saham terhadap Arema) Disni politik Belanda jaman dulu dipakai, devide at impera (memecah belah/mengadu domba).
  3. Arema versi  M.Nur  ditemani oleh Siti Nurjanah yang berkoalisi dengan sam Ikul bertekad dan mendaftarkan diri sebagai pihak yang sah untuk mengurus Arema kalau menurut ayas, bila tidak ada yang membackup masalah dana, itu adalah bunuh diri namanya. Ingat saja, dalam mengarungi ISL yang terakhir(musim 2010-2011), saat Arema di ketuai oleh M.Nur Arema selalu bermasalah dalam masalah penggajian pemain. Lha ini, tanpa memaparkan darimana sumber dana yang ada, M.Nur masih ngotot mau mengurusi Arema. Malah dalam lounching yang telah dilakukan, dari kostum yang ada pun masih belum ada terlihat sponsor yang ada, terus dananya dari mana? Lha kalau memang sejak awal memang punya duit untuk menggaji anggota tim, kenapa dulu sempat ngadat untuk menggaji pemain? Lha kecurigaan ayas ada udang di balek rempeyek pastinya (pihak yang mendanai). Karena menurut ayas, mereka2(M.Nur, Siti Nurjanah, dan Sam Ikul) ini hanyalah sebuah wayang, yang sebenarnya ada dalang yang mengendalikan mereka. Lha dalangnya ini adalah PSSI sendiri yang mungkin dimintai tolong oleh pihak tertentu untuk menjadikan Arema seperti ini. Oyi nggak?

Dan perlu kita perhatikan lebih jauh tentang hal ini, mungkin nawak2 selama ini hanya selalu menyalahkan M.Nur, atau sam Ikul saja. Memang sih terserah mau menyalahkan mereka, akan tetapi disini menurut ayas, terlihat sekali adanya suatu konspirasi tingkat tinggi yang terjadi antara M.Nur&sam Ikul-PSSI-Kubu Si Ipin. Dimana Si Ipin yang merasa sakit hati melalui PSSI mengesahkan Arema yang dibentuk oleh M.Nur&sam Ikul. Kiro2 ngono gak?

Ini sih hanya paparan dan analisa yang ayas dapatkan. Dan kebenaran yang sebenarnya tentang masalah dualisme Arema itu sendiri ayas sendiri masih benar-benar belum ketahui secara benar (hahahaha benar lho ini nawak!). Akan tetapi ayas sebagai supporter juga tetap menghargai apa yang telah PSSI putuskan  koq. Arema versi M.Nur tetap ayas hargai, karena ini yang sah menurut hukum PSSI (meski masih kontroversi). Akan tetapi ayas  percaya bahwa Arema versi Rendra Kresna adalah Arema yang sebenarnya, karena memang sejak dulu Arema ini lah yang eksis di dunia persepakbolaan di Indonesia. Tentang ada pendapat dari nawak2 yang lain, monggo aja share, kita diskusikan aja.

Satu himbauan murni dari lubuk hati ayas yang paling dalam, kita sebagai Aremania yang bisa berfikir jernih dan cerdas menanggapi hal ini janganlah melakukan suatu tindakan yang bersifat anarkis dan saling menjelek2kan kepada pihak yang bersebrangan dengan kita. Mungkin kita juga harus menyadari bahwa kita lebih baik menggunakan akal drpd otot. Bila otot yang kita andalkan untuk mennyelesaikan masalah ini bisa kita lihat hasilnya, tetangga sebelah kita sudah mengalaminya, akibatnya korban dengan luka terkena sabetan benda tajam, seperti yang disampaikan oleh sumber yang ayas dapatkan. Jian ketok ndesone………..!

Salam Tetap Satoe jiwa.

19 Komentar

  1. Akhirnya INTERUPSI ne ayas didengar sam juned jg, hahaha, nuwus sam..

    Reneb ancen sam, semua permasalahan iku pasti ono pangkal awal mula ne. ditelusuri pun nanti akan mengarah pada 1 titik.
    Tapi ayas yo percados, bahwa semua permasalahan cepat atau lambat pasti akan menemukan jalan keluarnya. mungkin melalui “seleksi alam”.
    Terkait dalang & antek2nya, biarpun kt tdk bs menghakiminya scra langsung, wis talah, Gusti Allah ora sare.. 🙂

    # Salam Satu Jiwa #

    • hahahaha yo iki oleh e rencana ayas semedi nang gunung galunggung selama seminggu gak nakam gak ngombe gak turu. Setelah melakukan berbagai kajian dan mementapkan kecurigaan ayas terhadap satu titik yang ayas maksud diatas, maka ayas baru mengorbitkan posting yang satu ini.

  2. podo karo isi kepalaku sam….

    • isi kepala sampean ketok teko nggonku sam

  3. oyi sam… kiro2 ancene ngono

    • menurut hasil penerawanganku juga ngono hare

  4. rumit yo sam.. kadit kanyab yg bisa lakukan saat ini sam sebagai aremania.. semoga kadit berlanjut2 wes sam.. masalah kie.. pokok e aremania tetap satu, iku wes harapan ayas.. salam satu jiwa saklawase..

    • Lha yo iku, mergo wedi karo ke eksis an Arema sebagai tim mandiri seng gak iso dicekel karo wong2 seng duwe kuoso, akhire berusaha arep di ajorno. Oooooooow………tidak bisaaaaaaa………..
      Salam Satoe Jiwa Sak Modare

  5. Ea ancen bos,
    PSSI jan mbokne ancok, ,
    saiki arema ipl malah d kuasai bonek, senk jenenge pandacok, ,

    • Salam 1 jiwa nawak”
      aremania-aremanita,

      • Arema Indonesia

    • Perkoro ayas berpandangan odop sam karo sampean, tapi perkoro tempat asal pengurus lek jareke gak masalah, asal wonge memnag iso bertanggung jawab dan memang punya keinginan untuk membuat Arema lebih baik (ini terlepas dari karena Fanda menjadi pengurus Arema IPL lho yo). Bukan berarti wong yg memang berasal dari Suroboyo terus dia berjiwa kenob, mergo ayas sendiri punya banyak nawak yang asli suroboyo tapi sama sekali dia tidak mau dianggap sebagi bonek, bahkan mereka sendiri menganggap bahwa bonek itu adalah perusuh, iki asli sam. Maka perkara dari mana dia berasal, asal jiwanya adalah jiwa singa, emnurut ayas monggo aja.

  6. konco2 kebeh seng penting rukun, ben klejingan kabeh seng pingin lihat arema pecah,
    sam….. kita aremania mendukung arema versi siapa???

    • kalo ayas pribadi, selama Arema masih di Malang akan tetep ayas dukung. Ayas Arema tanpa versi, ayas Aremania seng ndukung Arema. Kalupun sekarang ada 2 Arema, ayas yakin suatu saat seleksi alam akan menentukan yang mana yang berhak tetap eksis di kancah persepakbolaan Indonesia.
      kecuali Arema diboyong pindah dari Malang, itu akan jadi masalah besar. ayas yakin kanyab nawak Aremania yang akan menanggalkan atribut Aremanianya.
      Kalo sampean menanyakan atas nama Aremania, gak mungkin satu Aremania bisa menjawabnya, karena Aremania bukan diwakili oleh satu orang, karena Aremania bukan organisasi yang bisa diwakili oleh satu orang. Pokoknya yang penting, pengurus PSSI sekarang itu lebih brengsek (ayas nggak mau bilang Jancok, karena nanti dibilang narsis……..eh rasis) dari PSSI yang dulu.

  7. WES TENANG AE SAM….. BECIK KETHTITHIK OLO KETORO….. SAKPIRO SE KUATE DUWIT LEK KAWA EWED TETEP NDIK SATU JIWA???? IKI UJIANE SLOGAN SASAJI………JIWA GAK PERNAH NGAPUSI…….. LEK PANCEN JIWANE AREMA ……. PASTI KETOK ENGKOK…SING PENTING KAWA EWED GAK ANARKIS…..

    • seng kuoso gak merem, bakal ketemon sopo ae seng karep elek karo Arema, tak dungakno sugih pol ae, terus pikun, terus dunyone di hibahno nang Arema kabeh. Amieeeeeeeeeeeeeeen…………..

  8. Nun sewu Mas, kulo angsal nulis teng mriki mboten ? Matur nuwun…untung nulise ora nggawe pulpen…
    Saya sebenarnya tidak mau memihak kepada salah satu klub yang ada di Indonesia ini, tapi sebagai arek ngalam, dalam hati nurani saya, saya senang kalau AREMA bermain bagus dan sportif, tetapi seperti yang kita lihat setiap hari berita-berita baik di telivisi maupun media cetak atau dunia maya, iklim politik di negara kita lebih cenderung hanya untuk kepentingan kelompok-kelompok tertentu saja, dengan tujuan-tujuan dari kelompok-kelompok tersebut dan hanya sedikit sekali anggota dari kelompok-kelompok tersebut yang memberikan sumbangan pikirannya untuk memajukan Bangsa Indonesia yang besar ini yang pernah menggemparkan dunia Internasional dengan semangat nasionalisme yang tinggi, sehingga pada tanggal 17 Agustus 1945 dunia mengakui bahwa Indonesia adalah negara yang berdaulat.
    Imbas dari mengutamakan kepentingan-kepentingan kelompok ini, tidak hanya menyentuh urusan pemerintahan saja, bahkan bidang-bidang yang seharusnya steril dari kepentingan kelompokpun sudah terkontaminasi, seperti perangkat criminal justice system dan olah raga. Olah raga yang paling populer di masyarakat adalah sepak bola, jika kelompok tersebut bisa merangkul olah raga ini dan memberikan prestasi tingkat dunia lewat bidang olah raga ini, maka kelompok ini akan mendapat dukungan dari masyarakat luas, tetapi jika keadaannya seperti yang terjadi sekarang ini, maka tunggulah chaos di negara kita, jangankan berbicara di tingkat dunia internasional, di tingkat regional (ASEAN) saja kita tidak dapat berbuat banyak. Pada salah satu media cetak olah raga, pernah menyebutkan bahwa PSSI akan melarang pemain yang bermain di luar IPL tidak bisa membela timnas garuda, apakah ini namanya bukan menghancurkan timnas garuda dari dalam alias mengeroposi dan menggembosi !!!!!!!!
    Saya percaya orang yang berada di pucuk pimpinan PSSI sekarang ini adalah orang pinter-pinter tapi jangan minteri nanti keblinger, ayolah…hapus dualisme klub dan kompetisi, bikin kompetisi sepak bola di Indonesia menjadi kompetisi yang bermutu sehingga melahirkan tunas-tunas garuda, untuk membuat timnas garuda terbang tinggi setinggi harapan masyarakat Indonesia, seorang SAFEE SALI saja rela meninggalkan klubnya di Malaysia untuk bermain di kompetisi Indonesia karena menganggap kompetisi di Indonesia lebih baik dari pada di Malaysia, la… kita orang Indonesianya masak mau menghancurkan kompetisi kita sendiri, ayo…Pak mikire nggawe utek ojo nggawe dengkul, ga isin ta SAFEE SALI…
    Kalau sudah seperti ini (AREMAA dan KOMPETISI kasta tertinggi di Indonesia jadi dua) hanya karena mengutamakan kepentingan-kepentingan kelompok tanpa memperhatikan kepentingan bangsa dan negara yang lebih luas maka hatikupun hancur gak bisa satu jiwa lagi karena bersatu kita teguh bercerai kita akan runtuh, tunggu saja waktunya jika hal ini terus berlarut-larut…
    matur nuwun….sampun nulise.

  9. bender tok iku sam.
    makasih banget pencerahane so’al dualisme.
    tambah ruwet ae pssi iku.

  10. Sik sik sik ayas kolem nulis yo sam…
    Menurutku sebaike kita liat kenapa dulu arema ngotot ikut ISL dan kenapa pula sekarang “seharusnya” ikut IPL. Kenapa? karena itu adalah kompetisi resmi yang diadakan oleh PSSI, induk sepakbola yang diakui secara resmi pula oleh FIFA.

    Sekarang memang eranya IPL dengan PSSI (orang menyebut sebagai rezim Panigoro), bukan lagi era ISL (orang menyebut sebagai rezim Bakrie).
    Bila mau konsisten, ya mestine ikut yang resmi dong…
    Bila mau tulus membangun Arema, ya rekonsiliasi dong..
    Bila mau populer, galang basis massa, ya bikin aja tandingan,.. (diakui atau tidak, ini sudah terjadi kawan).

    Arema iku teramat sangat seksi untuk menjadi komoditas politik, saya yakin kita semua sadar akan hal itu.Cuma tinggal kita maunya ikut larut apa tetep mau konsisten aja..

    Dibalik perpecahan Arema ada 2 raksasa yang beradu, Panigoro dan Bakrie, kenapa? karena Arema adalah salah satu (atau bahkan yang utama) magnet persepakbolaan Indonesia. Siapa yang bisa mendapatkan Arema akan memenangkan persaingan akan gengsi dan legitimasi sebagai liga yang paling populer.

    Sudah jadi rahasia umum bila Bakrie di belakang Rendra dan Panigoro di belakang M.Nur.
    Saya hanya berusaha objektif kawan, dimana secara legal formal memang M. Nur yang masih tercatat sebagai pengurus sah Arema, secara legal formal juga IPL adalah kompetisi yang diakui PSSI..

    Nawak ada di pihak mana, terserah masing-masing, monggo..


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Aremania Balikpapan

  • Twitter Terbaru

    • mungkin aku sudah lelah,boyokku sudah terasa peyok.Wayahnya ngasoh sek.futsalan ae wes... 1 day ago
    • Assalamualaikum...sugeng morning. Dipagi yg full barokah ini,more mbois if kita ngopi dulu,biar awet ireng.Lets start the day with ngipok 1 day ago
    • @baguseko60 sakjane anu...yoopo yo? ngene loh.....ngerti kan? 1 day ago
    • @achmdsyahroni93 oalah,baru buka kenek an ron. dijawab opo gak iki? enko jare sombong lek gak dijawab 1 day ago
    • setelah sekian lama tidak buka twitter,kali ini ane mau bikin kicauan. ngene loh kicauane... 2 days ago
  • Follow junedoyisam on Twitter
  • Pendelok

    • 343,417 wong
  • Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

  • My Family