Inikah Hasil Revolusi PSSI?

Diawali dengan pemberontakan yang dipimpin oleh Si Ipin dengan membuat suatu turnamen di luar bikinan PSSI rezim NH sebuah gerakan revolusi bergaung. Akibat rasa sakit hati terhadap NH yang gagal memimpin PSSI selama 7 tahun terakhir, akhirnya semua elemen persepakbolaan Indonesia bersatu dan berjuang untuk menggulingkan NH dari tampuk kepemimpinan PSSI. Dan berhasil.

Tidak lama terpilihlah Prof. Djohar Arifin sebagai ketua umum PSSI terbaru. Dan Djohar beserta pengurus PSSI yang lainpun mulai bekerja. Akan tetapi dalam kepengurusan mereka seakan2 malah membikin banyak kalangan yang meradang dengan berbagai keputusan dan manufer yang PSSI putuskan, sehingga muncul lagi suatu gerakan yang mungkin ayas anggap sebagai pemberontakan lagi terhadap PSSI di bawah kepemimpinan Djohar Arifin yaitu digulirkannya ISL yang menurut PSSI Djohar hal itu adalah haram hukumnya. Dibawah Badan Liga Indonesia terdapat 18 klub elite Indonesia turut dalam Indonesia Super League di luar Indonesia Premier League yang berada dibawah PSSI. Ayas jadi bertanya2, apakah kondisi seperti ini kah yang diingainkan oleh para penggaung revolusi PSSI kemarin?  Disini ayas melalui beberapa sumber mencoba mengungkap sedikit permasalahan dan efek yang terjadi akibat keputusan ataupun manuver yang dijalani oleh PSSI, yang tentunya berdalih untuk memperbaiki kondisi persepakbolaan Indonesia. Monggo disimak……..

  • Diawali oleh adanya masalah 3 klub besar dengan basis pendukung fanatik terbesar pula di Indonesia, mereka adalah;

1. Persebaya. Persebaya sempat mengalami suatu kondisi dualisme, yang berakibat terpecahnya juga suara dari kalangan pendukung Persebaya itu sendiri (Bonek). Dalam sejarah kiprah Bonek mendukung Persebaya baru kali ini terjadi kejadian memalukan dimana satu kelompok Bonek menyerang kelompok Bonek lainnya, sehingga terdapat korban yang luka2 terkena sabetan senjata tajam oleh sesama Bonek. Kultur dan budaya Surabaya yang saling menghormati dan menghargai perbedaan benar benar di indahkan saat itu. Yang muda menghormati yang tua dan sebaliknya yang tua mampu sebagai panutan dan membimbing yang muda hilang saat itu.

Kejadian ini diawali dari dualisme Persebaya, pemerkosaan persebaya yang dipaksa degradasi saat era Nurdin halid membuat persebaya membelot ke LPI dan disaat itu musanglub 7 juni 2010 yang tidak pernah diungkap notulensi rapat dan siapa peserta rapatnya memutuskan menunjuk Wisnu Wardhana sebagai Ketua Persebaya. Dan dalam salah satu solusi yang ditawarkan adalah dengan adanya merger antara dua kubu yang ada. Lha perkelahian antar bonek tadi itu disebabkan adanya perbedaan pendapat antara yang pro merger dan anti merger. Dan sampai posting ini ayas tulis, ayas masih belum tahu bagaimana nasib merger dua Persebaya tersebut.

2. Persija. Dualisme juga terjadi di klub kebanggan ibukota Jakarta. Ketika PSSI tetap mensahkan Persija versi Hadi Basalamah, maka Jakmania takkan mendukungnya, bahkan kalau perlu merusak integritas Persija sekarang versi Hadi Basalamah. Rapat 30 klub dibawah Persija dengan direktur utama Persija sudah digelar, hasilnya mereka menolak keberadaan PT. Persija Jaya pimpinan Hadi Basalamah. 30 klub tersebut merasa telah dibohongi oleh Hadi Basalamah. Tapi Persija versi PSSI sekarang tetap berlangsung dan menggelar seleksi pemain. Tak mendengar aspirasi klub-klub dibawah Persija yang menyatakan “Hanya Satu Persija, Persija yang diketuai Ferry Paulus”. Suara jutaan Jakmania juga tak terdengar bahkan oleh PSSI sendiri hingga kini.

PSSI yang sekarang tetap sama dengan pendahulunya, banyak kepentingan dan segala macam titipan, pembenaran akan satu hal yang terkadang diluar akal sehat dan bisa ditebak kelanjutan atas sikap PSSI, beberapa pihak membuat “kebisingan” untuk PSSI.

3. Arema. Untuk klub yang terkena masalah dualisme ini adalah Arema, yang seperti nawak ketahui, saat ini ada dualisme kepengurusan Arema, yang mengakibatkan adanya dua tim Arema yang terbentuk. Kejadian ini bermula dari adanya pengesahan Arema versi M.Nur oleh pihak PSSI karena dianggap Arema versi M.Nur yang mempunyai surat2 resmi yang berhak untuk mengelola Arema (ayas sendiri terus terang belum jelas tentang surat menyurat yang dimaksud), padahal pada saat yang sama telah ada pengurus Arema versi Rendra Kresna yang berkantor di jalan Sultan Agung, dimana memang kantor ini adalah kantor yang selama ini dipakai oleh Arema FC. Dan nawak2 dari Aremania kanyab yang protes dengan kejadian ini. Karena PSSI telah mengesahkan Arema dengan tanpa melihat kenyataan di lapangan, bahwa Arema mana yang memang betul2 nyata, Arema yang memang selama ini ngantor, Arema yang selama ini mempunyai identitas jelas, Arema di kantor mana yang mempunyai piala juara liga dan piala2 lainnya, Arema mana yang mempunyai banyak pendukung, dan lain-lain. Akan tetapi dengan tingkat intelektual Aremania yang cukup mbois, Aremania menanggapi hal ini dengan kepala dingin, meski banyak terjadi silang pendapat tentang Arema mana yang akan didukung. Tidak sampai terjadi baku hantam dan korban sesama Aremania.

  • Alfred Riedl, menjadi “pembising” pertama akan PSSI hasil revolusi. Tanpa ada pemberitahuan, tiba-tiba namanya dilengser jadi pelatih PSSI. Alasan PSSI adalah kontrak yang dimiliki Riedl hanyalah bersifat personal, tidak secara kelembagaan. PSSI pun menunjuk Wim Rijbergen sebagai suksesor Riedl. Diawal ketika friksi masih terjadi dengan Riedl, duet Wim-RD mampu mengambil hati suporter Indonesia, lolos dari babak pra kualifikasi piala dunia melawan Turkemenistan membuat seantero negeri melupakan Riedl untuk sesaat. Tapi ketika Wim ditinggal RD, mulailah tangan dingin Wim membuat panas suporter Indonesia, kekalahan demi kekalahan di pra kualifikasi Piala Dunia ditambah keributan dengan pemain membuat jatuh kredibelitas seorang Wim dan membuat Riedl dirindukan kembali.
  • ANTV menjadi “pembising” berikutnya, kontrak hak siar liga dilanggar secara sepihak, kembali PSSI tak mempunyai tata krama dalam membuat sebuah keputusan yang bersifat legal hitam diatas putih. Keputusan cendrung bersifat arogan dan seperti membalas dendam atas tindakan dimasa lalu. Liga pun berganti nama dan pemegang hak siar, Liga menjadi Indonesian Premier League yang dimiliki hak siarnya oleh MNC. Tapi ANTV tak perlu meratapi atas keputusan tersebut, melalui 14 klub yang mendukung PT.LI, ANTV tetap memegang hak siar Liga Indonesia versi 14 klub (Liga Super Indonesia). Ya Liga Super Indonesia yang akan digelar 1 desember mendatang seperti anomali dari tindakan kubu PSSI yang dulu membekengi LPI, seperti de javu. Tapi tak perlu sungkan PSSI untuk melapor ke AFC dan FIFA karena PSSI yang dahulu juga melakukannya.
  • ExCo, PSSI juga dirong-rong dari dalam, melalui beberapa Komite Eksekutifnya yang menggugat plin-plan PSSI dalam menyusun format kompetisi. Para “pembising” dari pihak ExCo mulai meributkan format kompetisi dari dua wilayah, dan 24 tim. Banyak Argumen yang diajukan para ExCo yang vokal dari pelanggaran statuta dan lainnya. Sepertinya semua “kebisingan” tetap sengaja dihembuskan, namun entahlah siapa yang diuntungkan dari perseteruan ini.
  • Jimmy Napitupulu, Terakhir PSSI mendapat “kebisingan” dari wasit  berlabel FIFA asal Indonesia. Jimmy Napitupulu merasa di zolimi setelah kehadirannya sebagai wasit di Sea Games dihilangkan oleh PSSI, padahal status Jimmy di Sea Games diperoleh melalui penunjukkan AFC.

Apakah yang seperti ini yang kita harapkan semua? Sebagai seorang penyuka bola menganggap revolusi yang terjadi kemarin itu sudah benar, akan tetapi terjadi kesalahan dalam pengelolaan revolusi itu sendiri. Kenapa?karena menurut ayas dari akibat adanya suatu tendensi dan kepentingan suatu kelompok, akhirnya dengan penuh rasa dendam segala yang berbau rezim PSSI yang lama dimusnahkan tanpa ada tersisa meski itu bersifat baik. Penyelenggaraan kompetisi sepak bola misalnya. ISL diganti dengan LPI, dimana dengan penuh pemaksaan PSSI memasukkan tim2 yang dulunya berlaga di kompetisi yang dianggap oleh PSSI yang lama ilegal, sehingga mengurangi jatah tim2 yang seharusnya turut berlaga dalam event liga tertinggi yang diselenggarakan oleh PSSI tiu sendiri.

Semoga PSSI menyadarinya bahwa jiwa sportifitas itu bukan hanya saat berada dilapangan, akan tetapi di balik meja pun sportifitas itu perlu. Jadi kami mohon bagi para pengurus PSSI sekalian, uruslah PSSI dengan penuh jiwa sportifitas. Jangan ada udang dibalek rempeyek, jangan ada kepentingan tertentu yang mengendalikanmu. Uruslah PSSI sebagaimana mestinya.

Sumber

Salam Tetap Satoe Jiwa

2 Komentar

  1. sebaiknya kita sama sama belajar dari masa lalu karana tak selamanya masa lalu itu suram contohnya pssi sekarang tidaklah sehebat pssi yang dulu

    • revolusi yang kemarin itusangatlah tidak salah, akan tetapi motivasi untuk revolusi kemaren itu yang perlu dipertanyakan.karena menurut ayas, revolusi di gulirkan itu hanya untuk mengakomodir satu keplentingan besar dibalek semua itu (Jenggala), sehingga akhirnya membuat revolusi yang seharusnya berjalan dalam koridor fairplay dan sportifitas menjadi revolusi hanya untuk kepentingan Jenggala. yaitu dengan sengaja dan memaksakan kemauan Jenggala untuk melegalkan LPI saja. Akhirnya? Kekacauan lah yang terjadi.


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Aremania Balikpapan

  • Twitter Terbaru

    • mungkin aku sudah lelah,boyokku sudah terasa peyok.Wayahnya ngasoh sek.futsalan ae wes... 1 day ago
    • Assalamualaikum...sugeng morning. Dipagi yg full barokah ini,more mbois if kita ngopi dulu,biar awet ireng.Lets start the day with ngipok 1 day ago
    • @baguseko60 sakjane anu...yoopo yo? ngene loh.....ngerti kan? 1 day ago
    • @achmdsyahroni93 oalah,baru buka kenek an ron. dijawab opo gak iki? enko jare sombong lek gak dijawab 1 day ago
    • setelah sekian lama tidak buka twitter,kali ini ane mau bikin kicauan. ngene loh kicauane... 2 days ago
  • Follow junedoyisam on Twitter
  • Pendelok

    • 343,417 wong
  • Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

  • My Family