Netral Juga Pilihan, Jadi Kami Memilih “Netral”

Dualisme, konflik, tewur dan kekisruhan yang sedang terjadi dalam tubuh Arema saat ini sangat memukul sekali terhadap semua Aremania. Dua kepengurusan yang saling mengkalim sebagai pihak yang sah dan berhak untuk mengurus tim Arema, tim sepakbola kebanggaan warga Malang dan Aremania di seluruh jagad raya membuat terbentuknya juga dua tim yang saling mengatas namakan sebagai tim Arema Indonesia. Arema yang satu berlaga di Indonesia Super Leaguea, dan Arema yang satu berlaga di Indonesia Premier Leaguea. Hal ini lah yang menjadikan banyak kalangan saling silang pendapat dan adu argumentasi untuk menentukan tim manakah yang seharusnya di dukung oleh Aremania. Banyak nawak2 Aremania yang mengatakan bahwa tim Arema di ISL lah yang paling berhak untuk didukung, karena mereka menganggap bahwa Arema ISL adalah Arema yang memang ada mulai sejak dulu yang berkantor di jalan Sultan Agung. Akan tetapi seperti yang kita ketahui pula, saat ini Arema yang berlaga di IPL juga telah mengantongi surat pengesahan dari PSSI sebagai pihak yang berhak mengurus Arema, sehingga secara hukum Arema yang berlaga di IPL adalah merupakan Arema yang sah. Dalam kondisi yang seperti inilah yang kami sebagai Aremania sangat tidak bayangkan sebelumnya, karena kami Aremania yang sangat terkenal dengan salam kami yaitu “Salam Satoe Jiwa” seakan sedang diuji, sebatas manakah “Satoe Jiwa” kami itu? Karena seakan2 karena Arema itu menjadi dua tim yang berlaga di ajang liga yang berbeda, maka “Satoe” dalam satu jiwa berubah menjadi “Dua”. “Dua” yang seperti inilah yang kami tidak inginkan. Apalagi kami, yang bisa dianggap sebagai Aremania perantauan pasti sangat tidak menginginkan adanya perpecahan, baik itu dalam tubuh Arema ataupun dalam diri Aremania. Bagi kami satu dan kebersatuan antar Aremania adalah segalanya. Atas dasar satu dan kebersatuan itulah Aremania Borneo berusaha untuk menyampaikan sikap tentang dualisme Arema ini dengan penuh hati2, agar tidak mengakibatkan adanya perpecahan dalam Aremania borneo. Untuk itulah, dengan semangat kebersamaan Aremania Borneo pada tanggal 4 desember 2011 dengan diwakili nawak2 Aremania Tenggarong, Bontang, Sangatta, Muara Badak, Balikpapan dan juga Samarinda berkumpul di hamur ebes haji Hamid di Samarinda Ilir. Dari pertemuan tersebut kami sepakat bahwa kami memilih untuk tetap mendukung Arema mana saja, selama membawa nama Arema untuk berjuang di liga manapun, Aremania borneo tetap akan datang dan mensupportnya. Karena kami Aremania, jadi tugas Aremania adalah mendukung Arema. Dalam arti kami lebih bersikap netral. Kami sadar, bahwa mungkin sikap ini banyak bersebrangan dengan banyak nawak2 lainnya yang meminta kami untuk menentukan sikap antara mau mendukung Arema IPL ataukah Arema ISL. Kami juga telah mendapat banyak pertanyaan tentang hal itu, akan tetapi nawak2 juga harus tahu, bahwa ada pilihan ketiga yang mungkin banyak nawak2 sebunyikan. Pilihan itu adalah netral. Jadi karena netral juga merupakan pilhan, maka kami memilih “Netral” untuk mensikapi dualisme dalam tubuh Arema. Dalam akun Fb nawak kami sam Rizal pernah menyampaikan pendapatnya kenapa dia memilih sikap netral, yaitu “Nanti suatu saat dualisme ini akan selesai dengan sendirinya.. Alam lah yang akan menyeleksinya.. Mana yang benar2 ingin membesarkan Arema dan mana yang hanya ada kepentingan pasti akan terlihat seiring waktu berjalan.. Dalam proses tersebutlah saya sebagai pribadi tidak mau mendukung salah satu dan memilih bersikap netral, karena saat ini masing2 masih menggunakan topeng dan bermain strategi. Saya hanya tidak mau pada saatnya nanti seleksi tersebut menelurkan suatu hasil yang kita inginkan bersama, yaitu Satu Arema Satu, Saya malah menyesal dengan pilihan saya..” Ada lagi sikap yang disampaikan oleh nawak kami sam Arie dari Sangatta, yang menyampaikan alasannya. Yaitu; Banyak Alasan Kami tidak mendukung salah satu kubu antara lain : 1. Kami tidak mau Aremania Borneo menjadi dua kubu. 2. Kami ini Satu Jiwa, dimana satu sakit kami akan merasakan juga. 3. Kami di perantauan lebih mengutamakan Persaudaraan Aremania, karena kami berasal dari berbagai daerah dan berbagai suku. 4. Kami hanya punya satu kepentingan yaitu mendukung Tim.Dan masih banyak lagi (ker nawak2 Aremania Borneo tulisen ndek komentar alasan2 kalian) Selama ini Aremania Borneo tidak pernah berkomentar, karena kami sadar akan sangat sulit untuk menyampaikan kepada pihak2 yang berselisih, mudah-mudahan lewat blog kami ini bisa di keluhandan harapan kami bisa di dengar. Harapan Kami : 1. Segeralah berdamai untuk kedua kubu kalau benar2 peduli dengan AREMA. 2. Hilangkan Ego masing-masing demi satu nama. 3. Jangan saling menyalahkan satu dengan yang lainnya 4. Kepada kepala daerah se Malang Raya dan pejabat-pejabat yang peduli dengan Arema untuk segera duduk bersama untuk mencari solusi demi kebaikan Arema di masa mendatang 5. Bentuk tim yang solid dari kedua kubu dengan menanggalkan kepentingan kelompok masing2. 6. Buang orang-orang yang Cuma ingin mencari keuntungan pribadi. 7. Selalu melibatkan Aremania sebagai penengah. Kami Aremania Borneo akan selalu berpegang teguh dalam slogan “Salam Satu Jiwa”, apapun yang terjadi Aremania Borneo Khususnya dan Aremania pada umumnya akan selalu berada di tribun untuk mendukung karena kami sadar kami adalah supporter AREMA. Salam Satu Jiwa A_R_E_M_A Mungkin masih banyak alasan2 lainnya yang masih belum tersampaikan dari nawak2 kenapa kami memilih untuk tetap netral. Akan tetapi pada intinya bahwa kami lebih senang, lebih bangga, lebih mau untuk Arema tetap satu. Dan sikap kami ini adalah wujud dari keinginan kami itu. Dan rasa kebersatuan ini kami harap bisa menjadikan sebagai titik kulminasi atau titik balik untuk bisa menjadikan Arema menjadi satu lagi. Amieeeeen………. Dan lebih penting lagi, kami harap nawak2 Aremania lainnya (khususnya yang ada di Bhumi Arema) mengerti kenapa kami bersikap netral.  Jangan dijadikan hal ini sebagai bahan untuk memojokkan kami, kami ini tetaplah Aremania yang akan selalu mendukung Arema, sama seperti dengan Aremania yang lain. Kami hanya memilih sikap netral itu aja. Terima kasih. Sumber Salam Tetap Satoe Jiwa

6 Komentar

  1. setuju sam

  2. Artikel e mbois sam….. Setuju lop ayas mbek artikel e samean iki………

  3. mugo2 arema ambek persebaya gak dadi akeh maneh…..wes damai ae……sumpek ngrasakno politikus ngroyok hiburane rakyat…….

  4. Sik sik sik ayas kolem nulis yo sam…
    Menurutku sebaike kita liat kenapa dulu arema ngotot ikut ISL dan kenapa pula sekarang “seharusnya” ikut IPL. Kenapa? karena itu adalah kompetisi resmi yang diadakan oleh PSSI, induk sepakbola yang diakui secara resmi pula oleh FIFA.

    Sekarang memang eranya IPL dengan PSSI (orang menyebut sebagai rezim Panigoro), bukan lagi era ISL (orang menyebut sebagai rezim Bakrie).
    Bila mau konsisten, ya mestine ikut yang resmi dong…
    Bila mau tulus membangun Arema, ya rekonsiliasi dong..
    Bila mau populer, galang basis massa, ya bikin aja tandingan,.. (diakui atau tidak, ini sudah terjadi kawan).

    Arema iku teramat sangat seksi untuk dijadikan komoditas politik, saya yakin kita semua sadar akan hal itu. Cuma tinggal kita maunya ikut larut apa tetep mau konsisten aja..

    Dibalik perpecahan Arema ada 2 raksasa yang beradu, Panigoro dan Bakrie, kenapa? karena Arema adalah salah satu (atau bahkan yang utama) magnet persepakbolaan Indonesia. Siapa yang bisa mendapatkan Arema akan memenangkan persaingan akan gengsi dan legitimasi sebagai liga yang paling populer.
    Sudah jadi rahasia umum bila Bakrie di belakang Rendra dan Panigoro di belakang M.Nur.

    Saya hanya berusaha objektif kawan, dimana secara legal formal memang M. Nur yang masih tercatat sebagai pengurus sah Arema, secara legal formal juga IPL adalah kompetisi yang diakui PSSI..

    Nawak ada di pihak mana, terserah masing-masing, monggo.


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s