Singgih Canggih, Aji Bertaji, Hasilnya: Juara

Awal-awal 1990-an, boleh disebut sebagai masa keemasan Arema, pada era Galatama. Setidaknya, ada tiga prestasi top yang diraih skuad Singo Edan saat itu. Yakni, membuat prestasi sensasional dengan jadi juara Galatama, serta dua musim berturut-turut, Singgih Pitono tampil sebagai top scorer.

TAK salah karenanya, pada era itu nama Singgih Pitono sering disebut jadi bintang di antara bintang Singo Edan. Penyerang berpostur ceking yang waktu masih jaya sering berambut gondrong itu, bukan saja bisa jadi andalan Arema untuk urusan mencetak gol. Namun, dia juga mampu mengungguli striker-striker top di tanah air waktu itu, dengan tampil sebagai pencetak gol terbanyak.

Hebatnya, pemain kelahiran Ngunut, Tulungagung itu, jadi top scorer berturut-turut dalam dua musim. Yakni, pada Galatama XI musim 1990/1992 dengan mencetak 21 gol, dan musim XII 1992/1993 (16 gol). Singgih sekaligus meneruskan kejayaan striker Arema lainnya, Micky Tata yang jadi top scorer Galatama musim IX. 1988/1999.
Kepantasan Singgih jadi bintang bertambah, setelah namanya masuk dalam daftar pemain yang dipanggil PSSI untuk seleksi tim nasional yang bakal dikirim ke SEA Games 1991. Namun, pemain yang punya lari kencang dan tendangan akurat ini, tak lolos seleksi. Dua tahun berikutnya, dia kembali dipanggil seleksi timnas. Tapi, kembali Singgih gagal.

Nah, pada masa itu malah rekan se-tim Singgih Aji Santoso yang sukses bergabung timnas. Pemain asal Kepanjen ini, bahkan sudah mencatatkan namanya sebagai pemain nasional sejak 1990, saat usianya belum genap 20 tahun. Bahkan, boleh dibilang, jika ukurannya prestasi di timnas dan karir, pemain yang kini menjadi kapten Persema Malang United ini adalah bintang Arema yang paling moncer. Tidak kurang sebelas tahun, Aji terus masuk timnas (1990-2000). Selain itu, lewat permainannya yang ekselen, dia pun jadi rebutan klub-klub besar. Saat meninggalkan Arema pada 1996, Aji pindah ke Persebaya. Berikutnya, dia membela PSM Makassar, sebelum kini bergabung Persema.

Nah, dengan Singgih yang tengah canggih-canggihnya dalam mencetak gol, Aji yang mulai unjuk gigi, Arema menapak ke puncak prestasi: jadi juara kompetisi Galatama musim XII, 1992/1993. Tentu bukan cuma Aji dan Singgih saja yang berperan besar saat itu. Di tim juara itu, masih ada libero andal Imam Hambali sebagai kapten tim, didukung bek Joko Slamet, Jamrawi dan Andik. Lalu, di tengah Jonathan dan Dominggus Norwenik punya partner baru, Maryanto, yang sempat jadi pemain amatir terbaik saat masih memperkuat Persema (para era Perserikatan). Pada saat itu juga muncul pemain muda Kuncoro dan Joko Susilo yang keduanya kini masih main bersama Arema. Selain itu, juga ada Harry Hunter Sieswanto, dan Mahmudiana. Pemain yang terakhir ini, menurut Eko Subekti -salah satu ofisial tim Arema saat itu-adalah spesialis gelandang pengganti. “Tapi, dia pemain pengganti dengan kualitas nomor satu,” jelasnya. Sedangkan di belakang gawang, ada Nanang Hidayat sebagai kiper utama, dengan cadangan Ahmad Yono dan Sukriyan. Tim juara itu pada awalnya dilatih M Basri. Namun, menjelang kompetisi musim XII itu ber**, Basri malah mundur. Akhirnya, saat- saat menuju juara itu, Gusnul Yakin-lah yang menjadi pelatih.

Sayangnya, catatan juara pada musim 1992/1993 itu seolah jadi klimaks. Pasalnya, pada musim berikutnya, prestasi Arema melorot drastis. Pada musim XIII, 1993/1994 yang juga menjadi kompetisi Galatama terakhir (sebelum diubah format menjadi Liga Indonesia), arek-arek Singo Edan dengan materi yang sama, tenggelam. Pada musim XIII itu, kompetisi dibagi dalam dua wilayah. Arema ada di wilayah timur dengan delapan tim peserta. Payahnya, Arema hanya mampu finish di peringkat enam dari delapan tim peserta itu.

Sumber

Salam Tetap Satoe Jiwa

About these ads

2 Komentar

  1. singgih saiki umur 34..
    ga salah ta sam?

    • Oiiiiiiiit…………iki posting lawas. dadi durung sempat ngrubah.hahahaha edit meluncur. tengkyu……..jeli juga sampean…..nuwus


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 244 pengikut lainnya.