Menuju Silver Anniversary, Mungkinkah Arema Bersatu??

2011 telah berlalu, singo edan arema masih saja berseteru, bukan lagi dualisme namun ada 3 kubu yang kini sama sama mengatas namakan Arema. Satu kubu yang sekarang sedang berlaga di Indonesia Super Liga (ISL) dan dua kubu yang sekarang sedang berlaga di Indonesian Premier League. Tragis Arema Yang disebut sebut sebagai tim besar dan paling propesional Di Indonesia mengalami hal semacam ini. Nama besar kebanggan Tim AREMANIA AREMANITA ini rasanya runtuh begitu saja. Entah sampai kapan, kondisi perpecahan ini bakal berlangsung?
Ya, Tepat disaat arema menuju ulang tahun perak atau silver anniversary (25 tahun) tim yang lahir 11 agustus 1987 ini tampak lagi seru-serunya berseteru. Namun, tak adakah peluang atau kesempatan bagi arema untuk kembali bersatu? Haruskah perpecahan ini terus ‘dipelihara’ hingga ke pengurus arema berikutnya?
Jelang 25 tahun arema (1987-2012), mungkinkah bersatu? Bagi sebagian orang pertanyaan ini mungkin tak penting, apalagi bagi mereka yang memetik keuntungan dari perpecahan ini, justru bergembira jika arema tak bersatu. Padahal seorang bajingan saja kalau dia cinta dan pendukung arema sejati inginnya arema bersatu.
Jujur arema adalah klub yang tak ternilai harganya. Karena arema bukan lagi urusan 2×45 menit dilapangan hijau. Arema adalah jiwa. Mau kecil, besar,anak2, dewasa,kaya,miskin desa atau kota sekali berjiwa arema terbawa pada urusan sehari-hari mereka dimanapun berada. Terasa bagaimana aremania papua, aremania borneo, aremania Batavia serta arek arek malang yang ada diseluruh jagad raya ini dengan bangga menyebut dirinya sebagai Arema.
Sayang jika Arema sebagai symbol pemersatu ini harus tercerai berai. Apapun kepentingan dibalik perpecahan itu rasanya SALAM SATU JIWA hanya pantas untuk satu arema bukan untuk dua atau tiga Arema
Kini hanya berharap PSSI bisa membantu arema bersatu. Bukan Persatuan Sepakbola ‘Sebagian’ Indonesia yang membantu, tapi the real Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia.
Jadi, bersatunya arema sangat mungkin, dan ini bukan lagi soal siapa menang siapa kalah, siapa benar, siapa salah. Kebesaran hati untuk saling menerima. Kalau diatas langit masih ada langit lagi. Lalu untuk apa memandang remeh pihak lain? Demi satu nama AREMA.

Sumber

Salam Satoe Jiwa

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s