Film “The Conductors”, Tak Semua Orang Terlahir Jadi Pemimpin

Memang untuk posting yang satu ini bisa dibilang terlambat untuk ayas tampilkan, bahkan sudah bisa dibilang beritanya sudah basi. Akan tetapi demi keplentingan bangsa dan negara, ayas tetap bersiteguh untuk menampilkan suatu berita tentang suatu film dokumenter yang sangat sip untuk dibahas, yaitu film The Conductors.
Setelah film dokumenter The Jak, publik sepakbola Indonesia kembali dihibur oleh The Conductors. Film garapan sineas muda Andy Bachtiar Yusuf, yang juga menjadi pelaku di balik layar dari film The Jak.

Press conference film The Conductors diadakan di Gedung Widyaloka Universitas Brawijaya. Hadir sebagai MC adalah Bang OT (Ovan Tobing), sutradara & produser film Bang Ucup (Andibachtiar Yusuf), Syamsul Faiz, Ronny P Tjandra dari Jive! Collection, dan Yuli Soemphil sebagai perwakilan aktor film.

Acara ini juga dihadiri oleh rekan-rekan Aremania Brawijaya dan wartawan termasuk Ongisnade.Net. Film dokumenter The Conductors mulai tayang di Malang tanggal 25 Februari 2008, tepatnya di teater Dieng Plaza.

 Acara press conference The Conductors ini cukup interaktif terutama pada sesi tanya jawab dimana mengalir bermacam pertanyaan dari audience (Aremania dan wartawan) dan dijawab langsung oleh Andibachtiar Yusuf dan Yuli Soemphil.

Pada salah satu kesempatan Yuli (dirijen kita sekaligus salah satu aktor film ini) berpesan bahwa sosok Yuli dalam film tersebut hanyalah sebagai wakil dari Aremania secara keseluruhan, dimana kita patut merasa bangga bahwa pada film ini nama Aremania bisa sampai ke festival-festival film hingga ke luar negri (Korea).

Sementara itu Bang Ucup sebagai sutradara film ini berkomentar bahwa porsi film dokumenter di Indonesia masih sangat sedikit mendapatkan tempat, bukan hanya film dokumenter lokal, bahkan film dokumenter dari luar. Sedangkan pengambilan tokoh Yuli sendiri dimaksudkan untuk menarik kalangan bukan bola untuk melihat sendiri bagaimana kondisi suporter sepakbola di Indonesia saat ini.

Bang OT (Ovan Tobing) berpesan bahwa film ini hendaknya menjadi sebuah portfolio bagi Aremania, menjadi bahan pembelajaran dan evaluasi diri kita semua untuk senantiasa berimprovisasi dan berkreasi. Bang OT cukup bangga ketika ada orang luar Malang (yang bukan Aremania) membuat sebuah film dokumenter tentang Aremania, hal ini selayaknya mendapat applaus dan pengharagaan tersendiri dari kita semua.

Bang OT juga berpesan bahwa sejatinya Aremania adalah suporter yang lahir dari bawah. Bukan suporter yang lahir dari gedung bertingkat atau gedung birokrat. Setiap bertemu dengan Aremania di luar Malang, yang pertama ditanyakan adalah “Koen arek kampung ndi? ” Itulah semangat kebersamaan dan persaudaraan di kalangan Aremania yang senantiasa harus dibina.

 Fililm The Conductors ini telah tersedia dalam versi VCD/DVD. Bang Ronny (Ronny P Tjandra) dari Jive! Collection memperkirakan nawak-nawak Aremania sudah bisa mendapatkan VCD/DVD The Conductors pada pertengahan April atau saat launching tim Arema 2008.

Film The Conductors sudah mulai tayang di Jakarta tanggal 20 Februari 2008 yang lalu dan akan mengunjungi beberapa kota di Jawa, Bali, dan Kalimantan. Rencananya film The Conductors ini juga akan mengikuti festival film di Pusan, Korea.

 Sebagai penutup, Bang OT berpesan “Kalau bisa Bang Ucup memutar film ini di hadapan Nurdin Halid dan orang-orang PSSI”. Kontan komentar kritis tapi guyon dari sosok Ovan Tobing ini disambut tepuk tangan dan tawa oleh wartawan dan audience yang hadir di Gedung Widyaloka.

Pemutaran film tamu The Conductor dan workshop video klip oleh Agung Priambodo dalam rangkaian Mafvie Fest 2008 di Dome UMM Rabu (18/6) kemarin, dihadiri ratusan para pecinta film dari berbagai daerah.

Para mahasiswa itu memadati ruang basement Dome UMM, saat pemutaran film The Conductor, film dokumenter yang berdurasi 76 menit tersebut cukup membuat para pecinta film tertegun oleh olahan gambar yang diramu Andi Bachtiar Yusuf sang sutradara.

The Conductor menceritakan tentang kehidupan tiga orang yang berbeda status. Namun mempunyai sebuah profesi sama yang cukup unik dan menarik, yakni pemimpin paduan suara atau yang lebih dikenal dengan dirijen. Dalam karyanya, Andi menceritakan bagaimana kehidupan seorang Conductor dari mulai nol hingga telah dikenal dan menjadi pimpinan ribuan orang.

Yang menarik dari film itu adalah keikutsertaan Yuli Sumpil, seorang fans berat klub sepakbola Arema Malang, yang lebih dikenal dengan dirijennya Aremania. Ia menjadi salah satu dari tiga peran utama dalam film itu, selain Addie Muljadi Sumaatmadja (Addie MS) seorang pemimpin kelompok musik orkestra terkenal, dan AG Sudibyo seorang dosen universitas terkenal di Jawa Barat, yang menjadi dirijen di kampus tempat dia mengajar.

“Saya sangat kagum dengan film ini, dengan ide yang cukup simple dan penggarapan yang cukup apik, film ini dapat menjadi sebuah komoditas yang berharga di tanah air,” kata Herman Feilani, salah satu pecinta film dan fans berat klub sepakbola Arema.

Tak hanya itu, Anggun Priambodo, seorang sutradara video klip terkenal Indonesia yang hadir, juga memberikan pujian atas hasil karya teman se profesinya itu. “Saya akui hasil karya cucup sangat bagus, tak heran jika itu memperoleh sambutan yang cukup baik di masyarakat,” ujarnya disela-sela memberikan materi workshop video klip.

Dari film ini memang tampak yang paling dominan dalam topik yang terkandung di dalamnya adalah kepemimpinan dari tiga sosok yang ada, dan dari semua ini I learned couple of things:

  •  Waktu Addie MS diminta untuk konser di tengah-tengah stadion sepakbola di Malaysia, dia tetap terima, meskipun jadi banyak hal rumit yang perlu diperhitungkan untuk konser orkestra outdoor semacam itu. Bukan kondisi ideal yang ia cari. Tapi achievement dari kondisi yang tidak sempurna itu dan efeknya untuk kemajuan Twilite Orchestra di masa depan. Menjadi pemimpin itu berarti harus visioner
  • AG Sudibyo sewaktu harus membentuk dan memimpin ribuan orang dalam choir, ia berusaha memisahkan jenis suara dari awal saat peserta choir mendaftar dari tiap fakultas. Pak AG Sudibyo tidak memakan gajah sekali telan (bisa keselek). Ia memotong-motongnya terlebih dahulu. Menjadi pemimpin itu berarti harus bisa memilah prioritas and get things done
  • Yuli Soemphil, gaya kepemimpinannya paling menarik! Gimana nggak, tanpa latihan, tanpa banyak basa-basi, ia memimpin ratusan bahkan ribuan atupun jutaan orang untuk mengikuti gaya dan nyanyian yang ia ciptakan untuk mendukung Arema! Ia punya karisma, semua Aremania menyukainya. Bahkan jika memang tak suka dengan lagu dan gayanya, anak Arema bisa complain dan memberikan usul mereka kepada Yuli. Menjadi pemimpin itu berarti kita harus punya passion dan selalu berusaha mendengarkan aspirasi orang yang kita pimpin

Jadi, apakah kamu seorang pemimpin?

Sumber; Malangraya.we.id,  sekilaspas.blogspot.com, http://www.salsabeela.com

Salam Satoe Jiwa

6 Komentar

  1. sam ono a film’e umak..?? njaluk ayas sam.

    • Dolen nang hamur ae, enko tak kek’i kopi.hehehe……….ono

  2. Sam, njaok film,e
    T.T

  3. kapan iki ker filem me tayang ..???

  4. salut banget,,,mboizzzzzzzzzzzzzzzzz loppppp

  5. pegen nonton film inih tapi udah muter nyari dvdnya n nyoba download tak bisa…da yang bisa bantu tak untuk emailkan filmnya ke email saya dinamuttaqin@gmail.com?tj_muttaqin@gmail.com
    tolong dibantu yah..
    terimakasih salam satu jiwa…


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s