Arti Sebuah Militansi (Dalam Sepak Bola)

GambarSering kita mendengar kata militansi disuarakan oleh temen-temen suporter sepak bola. Bagi mereka menjadi suporter sejati haruslah memiliki rasa militansi dalam mendukung. Yang jarang menonton langsung partai kandang-tandang klubnya dianggap tidak memiliki jiwa militan. Sebenarnya, apa sih arti sebuah militansi itu? Saya sendiri juga belum paham benar apa itu. jadi, coba kita ulas arti militansi itu yang dirangkum dari berbagai sumber.

Kata militan biasanya dikaitkan dengan organisasi Islam garis keras yang giat melakukan jihad untuk agamanya. Tetapi, para jurnalis seringkali mempergunakan kata militan sebagai istilah netral untuk prajurit yang tidak termasuk di dalam suatu organisasi militer. Secara khusus, seorang yang militan turut serta dalam tindak kekerasan sebagai bagian dari alasan memperjuangkan suatu tujuan politis, salah satunya adalah jihad tersebut.

Bahkan, terkadang kata militan sering disangkutkan dengan seorang teroris. Maka, banyak yang merasa ngeri apabila mendengar kata militan. Tak terkecuali dalam dunia persuporteran sepakbola. Kelompok suporter yang selalu heroik dalam mendukung klub yang dicintainya dianggap sebagai kelompok yang militan.

Militansi sebuah kelompok suporter memiliki nilai positif dan negatif di dalamnya. Sebagai nilai positif, pernah diraih oleh tiga kelompok suporter di Indonesia saat ini, yakni Aremania, Jakmania, dan Slemania ataupun LA Mania, yang pernah menerima penghargaan sebagai suporter Terbaik dan Terfavorit dari PSSI dan ANTV.

Namun, sebagai imbasnya, efek negatif dari sebuah suporter yang militan akan semakin jelas setelah wujud militansi tersebut berbenturan dengan idealisme mereka sebagi sebuah kelompok suporter, atau militan yang mereka lakukan ini lebih bersifat negatif dan destruktif demi atas nama militan itu sendiri. Mereka menganggap yang mereka lakukan adalah wujud totalitas dalam mendukung klub kesayangannya, tetapi yang terjadi sebenarnya malah merugikan klub itu sendiri. Militansi menjadi bumerang bagi mereka sendiri.

Seperti yang pernah ditulis oleh Oke Suko Raharjo, Ketua CORNEL (Community Relations Netter Liga Indonesia) Jabotabek di situs http://www.satujiwa.net, sikap militansi negatif yang didukung oleh fanatik sempit semakin memperkokoh jurang pemisah antara salah satu fans club suporter dengan fans club suporter lain. Adalah hal yang indah dan nyaman apabila jurang perbedaan itu bisa kita sikapi dengan ksatria, lapang dada dan selalu berkepala dingin. Namun sebaliknya jika perbedaan itu kita sikapi dengan hati yang panas, dan berburuk sangka jangan harap kata indah itu bisa kita dapatkan. Seperti halnya banyak kejadian atas nama suporter yang militan, dengan hanya bermodal sendal jepit dan naik kereta api tanpa membayar (karena tidak punya duit untuk beli tiket) mereka berbondong2 melakukan tour untuk ikut timnya kala bertanding di luar kota. Dan dengan kondisi tanpa uang dan perbekalan yang cukup, merekapun melakukan apa saja untuk dapat memenuhi kebutuhan dasar mereka (makan), baik dengan cara menjarah ataupun merampok. Kalau sudah begini apakah mereka ini layak disebut suporter yang militan? Kalau menurut ayas sih, mereka ini tidak layak disebut suporter, akan tetapi kriminil yang berbaju suporter. Benul gak nawak?

Terus bagaimana dengan suporter yang memang jarang sekali hadir distadion untuk mendukung langsung timnya kala berlaga (seperti halnya saya sendiri)?

Tidak semua suporter itu harus hadir secara langsung ke stadion untuk memberikan dukungan kepada tim, akan tetapi banyak cara yang bisa seorang suporter lakukan demi timnya tersebut.

 

Seperti saya sendiri, berdomisili di Balikpapan Kalimantan Timur yang secara otomatis kendala geografis adalah masalah utama untuk bisa hadir langsung di stadion. Akan tetapi dengan kondisi geografis yang jauh dari bhumi Arema, tidak menghalangi kami untuk berdiri sebagai salah satu korwil resmi aremania dengan nomor urut 266 yang kami peroleh dari pihak managemen Arema Indonesia. Dan bila ayas harus bercerita tentang kegiatan2 kami yang berhubungan dengan Arema, mungkin sampek keriting tangan ayas untuk mengetiknya. Akan tetapi poin terpenting disini adalah militansi bagi seorang suporter itu adalah dengan tidak mengharuskan hadir ke stadion untuk mendukung tim kala bertanding. Akan tetapi (lagi), bahwa dengan alasan apapun, kalau memang kita punya kesempatan untuk bisa hadir di stadion untuk mendukung tim saat bertanding, maka kehadiran suporter tersebut hadir ke stadion hukumnya adalah wajib ‘ain (wajib sekali), dan hal itu tidak bisa ditawar lagi. Iya gak nawak?

Salam Satoe Jiwa

3 Komentar

  1. sam,boleh dicomot yo opini/artikel.. ijin sik.. (bbrp editor ) faried – aremasenayan.com

    • Monggo sam,digondol sak komputer2e jg gak popo koq.hehehe seng ptg ojo lali link e ae

  2. tolong dilink aremabantencyber.blogspot.com nuwus sam


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Aremania Balikpapan

  • Twitter Terbaru

    • mungkin aku sudah lelah,boyokku sudah terasa peyok.Wayahnya ngasoh sek.futsalan ae wes... 1 day ago
    • Assalamualaikum...sugeng morning. Dipagi yg full barokah ini,more mbois if kita ngopi dulu,biar awet ireng.Lets start the day with ngipok 1 day ago
    • @baguseko60 sakjane anu...yoopo yo? ngene loh.....ngerti kan? 1 day ago
    • @achmdsyahroni93 oalah,baru buka kenek an ron. dijawab opo gak iki? enko jare sombong lek gak dijawab 1 day ago
    • setelah sekian lama tidak buka twitter,kali ini ane mau bikin kicauan. ngene loh kicauane... 2 days ago
  • Follow junedoyisam on Twitter
  • Pendelok

    • 343,417 wong
  • Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

  • My Family